Kok, Enggak Adil?

Ada yang merasa kehidupan rumah tangganya penuh dengan ketidakadilan? Daripada belajar ilmu kebatinan, mending santap ilmu dari narasumber kulwap Keluarga Sehati, Anna Farida berikut ini:

Salam, Bapak Ibu. Ini kulwap yang ke-94, kita akan bahas tema pernikahan, tentang adil.

Beberapa waktu yang lalu, entah topik apa, kita pernah membahas konsep ini:
Kita ini pasangan, saling melengkapi, saling menginspirasi. Kamu baik aku tentu baik; kamu jadi buruk, aku akan tetap baik.

Ternyata belakangan ada yang protes, “Nggak adil, dong! Dia baik ya saya baik, dia jadi buruk masa juga kudu baik. Enak di dia susah di saya.”
—ini ucapannya saya dramatisir. Ucapannya aslinya sih halus, tapi kan biar seru 😀

Dalam membina hubungan pada era modern ini, kita ingin relasi yang setara, ingin diperlakukan secara adil, dan berbagi tanggung jawab bareng-bareng.

Saya sampaikan, adil menurut saya itu bukan lantas 50:50. Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman rumpi saya, pembagian seperti itu justru bikin perkara.

Hari ini kan aku sudah ngepel, Ayah nyikat kamar mandi, dong.
Aku sudah antar anak-anak seminggu ini. Minggu depan Mama yang antar.
Aku sudah kasih semua gaji, masa lebih sering makan masakan warung.
Aku sudah kasih sekian, kamu harus mengembalikannya dengan nilai yang sama.
Aku sudah baik begini, masa sih kamu masih saja nggak bisa baik sama aku.

Dalam berumah tangga, prioritas yang paling utama adalah rumah tangganya, bukan suaminya atau istrinya sebagai pribadi.

Jadi, yang menjadi ukuran adilnya bukan ketika masing-masing memperoleh haknya secara setara, tapi apakah pernikahannya berjalan baik.

When the marriage works well, bukan saatnya lagi hitung-hitungan siapa yang punya peran lebih banyak, atau siapa yang mengacaukannya lebih sering—eheheh.

Penafian: bahasan ini menafikan unsur KDRT, ya. Jika ada kekerasan atas nama menjaga keberlangsungan pernikahan, adil yang saya sebut dalam bahasan di atas tidak berlaku.

Balik lagi.
kita (atau saya deh) kesal ketika pasangan tidak menunjukkan sikap yang menurut kita pantas, padahal kita sudah merasa melakukan banyak kebaikan.

“Kok sepertinya saya yang harus keluar effort lebih untuk membuat suasana pernikahan kami menyenangkan, ya? Pasangan saya santai saja tinggal menikmati hasilnya.”

Bukan berarti kepentingan masing-masing jadi hilang juga, lho, ya. Adil dalam pernikahan juga bukan berarti mengorbankan diri.

Adil di sini adalah keluwesan.
Kapan mengalah, kapan unjuk taring—pastikan taring Anda sehat, bebas dari karang gigi 😀

Yang wajib diperhatikan adalah kepentingan Anda, kepentingan pasangan, dan kepentingan pernikahan.
Ada saatnya salah satunya harus diprioritaskan, artinya ada yang wajib menyisihkan keinginan.

“Ih, Bu Anna. Perasaan saya melulu, deh, yang ngalah. Dia sih seperti nggak mau ngerti pengorbanan saya.”
Tunggu.
Jangan-jangan pasangan kita pun membatin hal yang sama #tutupmuka

Ayo temani saya berpikir berdasarkan fakta. Sebenarnya apa yang sedang kita lakukan? Menjaga keharmonisan rumah tangga?
Buat apa?

Tarik semua pertanyaan ke sana.
Pernikahan yang asyik itu buat siapa, sih? Masa masih mau itung-itungan dan kirim tagihan?

Anyway, saya menulis berdasarkan obrolan saya dengan teman—ada juga beliau di sini, semoga sudah lupa pernah bahas ini—jadi mungkin tidak berlaku pada Bapak Ibu sekalian.

Kulwap ini disponsori oleh buku “Marriage with Heart” dan “Parenting with Heart” karya Elia Daryati dan Anna Farida. Buku bisa diperoleh melalui Penerbit Kaifa, atau Mbak Hesti.

Salam takzim
Anna Farida
It always seems impossible until it’s done
http://www.annafarida.com

Advertisements

Diet dengan Cara Menipu Tubuh

download
vemale.com

Siapa yang tidak memiliki impian bertubuh langsing juga sehat? Hati-hati, lo, jangan sampai saking semangatnya menurunkan berat badan, berbagai usaha dilakukan tanpa memperhatikan asupan sehat. Apabila pola diet Anda kurang memperhatikan kesehatan tubuh, alih-alih langsing, malah semakin menggelembung, deh.

 

Daripada coba-coba program diet tak jelas, simak tips diet sehat dari DR. Phaidon L. Toruan, MM, dalam buku karyanya “Fat-Loss Not Weight-Loss: Gemuk Tapi Ramping” berikut ini:

Frekuensi Makan
Kalau Anda terbiasa makan sehari sekali dengan alasan diet, sampai-sampai membuat badan lemas, keluar keringat dingin, kurang berenergi, lalu malah berat badan bertambah, Anda harus menghentikannya sekarang juga. Kebiasaan tersebut merupakan kesalahan terbesar dalam diet. Pasalnya, metabolisme menjadi menurun berdampak pada tubuh yang kesulitan membakar lemak.

Screenshot_2017-09-26-02-50-33
IG @gorrygourmet

Menurut penelitian, frekuensi makan lima sampai dengan enam kali dalam sehari dianggap dapat membantu membakar lemak dalam tubuh. Penjelasannya bahwa dalam proses mengolah makanan, tubuh memerlukan energi. Jadi, saat proses pengolahan energi bertambah, metabolisme tubuh juga kian meningkat. Harus diingat, frekuensi makan yang sering yaitu mengonsumsi makanan sehat rendah kalori. Semakin berkurang frekuensi makan, maka menurun pula metabolisme tubuh.

 

Jumlah Asupan
Para binaragawan menerapkan pola negative calori food. Alasannya, dengan mengonsumsi makanan non kalori tersebut tak akan membuat badan gemuk. Makanan apa, tuh? Pasti penasaran, kan? Jawabannya brokoli. Sayuran dengan nol kalori ini memberikan tugas bagi tubuh dalam proses mencernanya yang membutuhkan tenaga.

brokoli disehat com
disehat.com

Brokoli mampu memberikan sensasi kenyang pada tubuh. Anda bisa menambahkan menu berupa timun dan tomat, sayuran ini juga termasuk bervolume penuh. Untuk menambah cita rasa, Anda bisa menambahkan vinegar dan minyak zaitun.

 

Fakta tentang brokoli yang perlu Anda ketahui, sayuran jenis krusivera ini yang termasuk juga dalam keluarganya, yaitu kembang kol, pok cai, dll, kaya zat diindolymethane. Fungsinya membantu menambah jumlah estrogen dan testosteron. Nah, bagi Anda yang memiliki kesibukan yang cukup tinggi, makanan diet bisa Anda peroleh dengan mudah. Caranya Anda bisa melakukan pemesanan di catering online. Emang ada, gitu? Ada, dong. Catering sehat yang berkantor di Jakarta ini bisa menjadi pilihan. Anda tinggal masuk ke alamat situs http://www.gorrygourmet.com lalu pilih menu diet yang Anda inginkan. Bagi yang berdomisli di luar Jakarta, Anda tetap bisa melakukan pemesanan, lo. Asyik, bukan? Satu lagi, Gorry Gourmet ini sudah memiliki sertifikasi halal.

Air

mydmg blogspot com.jpg
http://www.mydmg.blogspot.com

Hal yang memberikan persepsi rasa kenyang pada otak yaitu saat lambung meregang. Air bisa menjadi pilihan jitu dalam menipu otak. Cobalah minum 2 sampai dengan 3 gelas air putih sebelum makan makanan kurang sehat. Dijamin Anda akan merasa kenyang terlebih dahulu.

Undangan Makan-Makan

Kala menerima undangan baik itu pernikahan, ulang tahun, reuni, atau sekadar kumpul bareng, pastinya akan terhubung dengan menu makanan enak berbagai macam jenis. Apalagi saat musim nikah, dalam seminggu undangan yang datang bisa lebih dari dua. Nah, cara menghindari mengonsumsi makanan kurang sehat di lokasi pernikahan dengan mengisi perut Anda dengan makanan sehat dari rumah. Tak sampai kenyang, cukup setengah kenyang saja. Jadi, diet Anda tetap berjalan lancar, sisa waktu bisa Anda pakai untuk beramah tamah dengan teman dan sahabat.

pixabay com
pixabay.com

Pilihan lain saat Anda tak sempat makan makanan sehat dari rumah, kala menghadapi aneka makanan penggoda mata, ambil terlebih dahulu menu buah lalu isi penuh piring Anda. Mengonsumsi buah-buahan mampu memberikan 3 keuntungan, perut kenyang, asupan vitamin dan mineral yang banyak, dan kandungan serat yang menutup lemak masuk ke dalam tubuh. Buah-buahan mampu menetralkan asam dalam menu makanan tak sehat, kelebihannya risiko terkena osteoporosis lebih kecil.

 

Selamat melakukan tipuan diet, ya!

Menikmati Indahnya Curug Tilu Leuwi Opat

Masa liburan pasti seru dengan menikmati keindahan alam yang ada di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ini.

Sebuah air terjun mini yang berjumlah tiga bakalan menyita perhatian Anda. Curug Tilu Leuwi Opat (bahasa Sunda) yang berarti air terjun sebanyak tiga buah dengan empat sungai besar.

FB_IMG_1505565114235
koleksi pribadi

Perjalanan dari Cimahi menempuh waktu sekitar 50 menit. Lalu, Anda harus melalui jalan setapak sekitar 45 menit. Beberapa pemandangan dan pengalaman seru akan Anda nikmati seperti menyeberangi jembatan bambu ala kadarnya, jalur pipa air, jalur menanjak, licin, mantap deh pokoknya! Bolak-balik terpeleset? Serunya di situ.

Anda bisa membawa buah hati berpetualang juga sebagai sarana mengenalkan dan mensyukuri karunia Tuhan berupa keindahan alam yang ada di Indonesia.

FB_IMG_1505565126612.jpg
koleksi pribadi

Aga (7) semangat berpetualang meski bolak-balik terpeleset. Si kecil Apim (4) saat jalur menanjak dia bilang, “Apim capek.” Tandanya dia minta gendong ayahnya. Kalau jalur landai, dia bilang, “Apim udah enggak capek.” Kembali bersemangat berpetualang.

Nah, sesampainya di curug pasti langsung  tergoda untuk nyemplung mencicipi dinginnya air.

Aga seneng banget melewati bebatuan di sungai, meski sesekali terjatuh. Main ciprat-cipratan air, seru banget!

FB_IMG_1505565139125.jpg
koleksi pribadi

Memandang aliran air yang cukup tenang merasakan dingin dan jernihnya air Curug Tilu Leuwi Opat, bakalan menghanyutkan segala permasalahan yang bikin kepala cenut-cenut.

Setengah jam sudah cukup bikin menggigil. Penasaran? Kalau lokasi Anda jauh dari Jawa Barat, cukup klik tiket.com. Beli tiketnya dan segera merasakan sensasi petualangan di bumi parahyangan.

Murah meriah dan bahagia!

Oleh-Oleh? Harus, Ga, Sih?

Pernah, dong, ya, ditodong oleh-oleh sama teman dan saudara begitu terdengar kabar kamu mau jalan-jalan alias travelling? Gimana rasanya? Bahagia? Dongkol? Bete? Atau ada rasa lain? Rasa yang pernah ada, gitu? Ngomong apa ini? Kembali ke topik, ya.

Kalau ada dananya, tenaganya, waktunya, sih, enggak masalah. Kalau ternyata duit pas-pasan, trus transportasi dan penginapan yang kamu pilih aja semurah mungkin, belum lagi pengen bebas eksplorasi enggak mau ribet mikir yang lain, bawaan diri aja udah bikin repot, tambah lagi cari lokasi oleh-oleh kalau bisa dapat yang murah. Haduh, gimana, ini?
Tenang. Kamu berhak membawa oleh-oleh atau tidak. Semua itu bukan sebuah kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawaban sama bu RT setempat. Misal emang enggak ada duitnya, tak perlu maksain ngutang.
Ada tips, asyik, nih, kalau kamu ada dana, waktu, dan tenaga buat nyari oleh-oleh:
1. Murah dan Banyak
Cari oleh-oleh dengan harga yang murah dan dapat banyak. Misalnya pin, gantungan kunci, gelang. Di jalan keluar dari Candi Prambanan ada, lo, yang jual gelang dan pernak-pernik harga seribuan. Ini pengalaman penulis di Januari 2017 kemarin.
2. Satu Lokasi
Nah, kalau kamu lagi travelling ke Pulau Tidung, bawain aja pasirnya. Tinggal dikemas dalam botol plastik mungil, jadi, deh, oleh-oleh unik ala kamu. Bisa juga beli ke penjaja oleh-oleh yang berseliweran di sekelilingmu. Sekalian membantu perekonomian mereka, tuh. Enggak menghabiskan waktu atau memotong waktu buat refreshing kamu, kan?
3. Aman
Pastikan oleh-oleh yang kamu bawa aman di jalan. Bukan pecah belah, benda cair yang bakalan tumpah ruah bikin perjalanan enggak asyik, atau beraroma menyengat seperti bawang merah, durian, dll.

Oiya, ada tempat jualan oleh-oleh Indonesia, lo. Namanya Omiyago.

_20170914_074252
http://www.omiyago.com

Di sini kamu enggak perlu ribet sama yang namanya oleh-oleh, apalagi buat para pecinta kuliner di berbagai pulau di Indonesia. Lengkap, deh! Tinggal klik, pilih makanan atau barang yang kamu pengen kasih ke orang-orang terdekat, bayar, deh. Barang langsung dikirim ke tujuan. Tahu, enggak, sih, kemasannya cantik dan berkelas, lo. Enggak malu-maluin buat dikasih ke orang terdekat. Asyik, kan?
Atau kamu mau kasih oleh-oleh khas Indonesia ke orang tercinta berupa tiket perjalanan menuju lokasi yang lagi kamu nikmati, karena ternyata indah banget, harus segera pesan tempat sebelum kehabisan.

_20170914_075007
http://www.laditatour.com

Kanu bisa pesan tiketnya ke Ladita Tour. Sekali klik kamu bisa milih penerbangan, hotel, persewaan mobil, toko asesoris juga.
Nah, kalau kamu tidak punya budget buat beli oleh-oleh, gimana, dong?
1. Asertif
Sama kaum peminta-minta harus berani bilang “tidak”. Contohnya, “Mau dibeliin, apa? Sini duitnya transfer juga, boleh.” Ayo, kamu pasti bisa!

2. Buang Rasa Tak Enak Hati
Kalau ngurusin rasa enggak enak hati bakalan tiada akhir. Nyantai aja kayak di pantai. Woles, Bro! Takut diomongin? Berarti mereka perhatian sama kamu, sampe disempetin membahas kamu. Lagian, kata ustadzah, dosa, lo, ngomongin orang lain. Dosa orang yang diomongin bakalan berpindah ke yang ngomongin.

3. Buka Bisnis Oleh-Oleh
Wah, kalau ide yang satu ini bakalan menyenangkan. Kamu bisa jalan-jalan dengan tenang, uang pun datang. Setiap makhluk di bumi yang hendak travelling lalu butuh oleh-oleh bisa menghubungi kamu. Mereka liburan dengan asyik, oleh-oleh sampai di tujuan. Ada teman yang suka nodong oleh-oleh? Kasih saja kartu nama bisnismu. Suruh pilih oleh-oleh apa aja, trus jangan lupa suruh bayar juga.

Gimana? Udah enggak pusing lagi, kan, sama urusan oleh-oleh?

Selamat liburan, ya!

Ada Apa di Cirebon?

Bagi pengguna jalan raya jalur pantura tentu saja sudah tak asing lagi dengan daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang satu ini. Cirebon merupakan wilayah pesisir dengan banyak wisata sejarah, terkenal akan terasi udang-nya, juga mempunyai kerajinan batik cantik bermotif Mega Mendung.

Sega Jamblang

Cirebon memiliki makanan khas bernama Sega Jamblang/Sego Jamblang/Nasi Jamblang. Penampakannya berupa nasi putih sekepalan tangan orang dewasa yang dibungkus daun jati sekitar 1-2 lembar. Daun ini berfungsi menjaga nasi supaya tidak mudah basi.

google.com
google.com

Kuliner yang satu ini sudah ada sejak pembangunan jalan Anyer-Panarukan pada tahun 1808 yang melintasi Cirebon. Sega Jamblang merupakan konsumsi para pekerja pada waktu itu. Sega Jamblang juga dijadikan sebagai makanan siap saji bagi para kuli pelabuhan, kereta api, pabrik gula, sopir, dan pasar. Di dalamnya hanya terdapat sepotong ikan asin dan sedikit sambal. Teman makan si Sega Jamblang cukup beragam saat disajikan di warung makan. Mulai dari sate telur puyuh, sate udang, sate kentang, telur balado, semur jengkol, semur hati, semur daging, cumi, ikan asin, sambal goreng ati, tahu sayur, telur dadar, blakutak (sejenis cumi yang dimasak dengan tinta yang terdapat dalam tubuhnya), dll. Bagi yang belum pernah mencicipi tentu penasaran, kan, sama makanan yang satu ini? Segera meluncur ke lokasi, ya!

Tari Sintren

Tarian khas daerah pesisir ini bermula dari kisah cinta yang tak direstui antara putri Sulasih dan Raden Sulandono. Lalu, Putri Sulasih memilih pergi dari rumah dan mengabdikan diri menjadi penari, sedangkan Raden Sulandono memilih menyepi dengan bertapa.

pikiran rakyat
google.com

Dalam menarikan tarian tersebut, syarat mutlaknya yaitu perempuan yang masih perawan. Penari ditemani oleh seorang pawang dan 6 orang yang memainkan gending. Alat musik gambyung/tembikar juga ikut serta meramaikan tarian penuh mistis ini. Unsur mistis dalam tarian tersebut berupa pemanggilan roh bidadari ke dalam tubuh si penari sebagai simbol pertemuan antara Putri Sulasih dan Raden Sulandono.

Gua Sunyaragi

Berdasarkan wawancara lewat pesan singkat dengan Mustaqim Asteja, Ketua Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula, Gua Sunyaragi dibangun oleh Pangeran Aria pada tahun 1703. Lokasinya berada di Jl. Brigjen AR. Dharsono, Kota Cirebon. Kata Sunyaragi sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, sunya yang berarti sepi, dan ragi yang memiliki makna raga. Jadi gua ini diperuntukan sebagai tempat tafakur/tahanut dan istirahat para sultan Cirebon dan keluarganya. Menurut riwayat, gua yang eksotis ini pernah dijadikan markas perang.

images (1)
google.com

Bagiannya sendiri terdapat 12 lokasi, terbagi sesuai fungsi masing-masing. Salah satunya ada Gua Kelanggengan yang memiliki fungsi sebagai tempat bersemedi dengan tujuan agar memiliki jabatan yang awet. Gua Sunyaragi dibangun dengan perpaduan gaya antara Hindu, Tiongkok, Islam, dan Eropa.

Gua yang masuk dalam cagar budaya ini memiliki luas 1,5 hektar, jadi kalau Anda berniat berkunjung ke sini, pastikan kostum yang Anda pakai tepat dan menyediakan bekal secukupnya untuk menghindari dehidrasi selama mengeksplorasi wisata sejarah yang satu ini.

Pantas rasanya untuk mengunjungi wilayah Indonesia di propinsi Jawa Barat ini, bukan?

Semoga dengan semakin mengenal berbagai daerah di Indonesia akan menumbuhkan rasa cinta pada bangsa, berupa melestarikan budaya yang merupakan ciri khas suatu bangsa.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Cirebon, didukung oleh Smartfren dalam rangka mempromosikan wisata dan budaya Cirebon.

rebon.org
rebon.org

Ayo cintai budaya negeri sendiri!

Stop Being Drama Queen and King

28 Juli 2017

14:43 WIB

Disiarkan langsung dari Bandung, narasumber kuliah via Whatsapp (kulwap) Keluarga Sehati, Anna Farida menyampaikan materi: Salam Sehati, Bapak Ibu.
Ini adalah kulwap yang ke-86 dan kita akan membahas tema pernikahan, STOP BEING DRAMA QUEEN AND KING.

Salah satu teman saya pernah curhat—so, hati-hati cuhat sama saya, nanti jadi materi kulwap 😀

“Bingung saya sama dia, Mbak. Rasanya saya ini cukup perhatian, sudah meluangkan waktu spesial hanya untuk kami berdua. Tapi baginya, saya masih saja belum memenuhi harapan sebagai pasangan ideal. Masalah-masalah sepele dia buat besar, dan lama lama saya berpikir kok jadi sering ada drama. Urusan saya kan banyak.”

Ada orang yang lurus menjalani hidupnya lurus-lurus saja, sampai pasangannya rindu dinamika. Ada yang hidupnya beralih dari krisis ke krisis yang lain dan kita mendoakannya. Ada pula yang memang (sadar atau tidak sadar) senang menciptakan drama dan memang cari drama.
Istilahnya drama queen atau king—yang sering meributkan sesuatu yang tidak penting, dan caranya ribut itu bikin gempar.
Walau berlaku bagi kaum lelaki dan perempuan, istilah drama queen atau ratu drama lebih populer—sebel, ih!
Karenanya, ayo cari istilah lain, misalnya drama addict 😀

Biasanya, secara emosional, dia mudah meledak karena hal hal yang tidak sesuai kehendak—hal-hal yang kecil, yang sebenarnya tidak perlu dibawa marah. Kita pernah bahas dalam materi “RECEHAN”.
Salah satu contohnya adalah bangun telat, padahal tidak akan ke mana-mana, tapi ngomelnya ke mana-mana, ke siapa pun yang ada di dekatnya, dan lama.
Ujung-ujungnya dia mengasihani diri karena merasa tidak diperhatikan, juga malu karena tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri.
Mau tahu contoh lainnya? Tonton satu saja opera sabun—ingat, ya, satu saja—Anda akan dengan cepat menemukan karakter ini. Kemudian kita sama-sama lihat, adakah karakter itu ada dalam diri kita—mungkin sekian persen saja?
Lantas, bagaimana kira-kira perasaan pasangan kita menjalani hidupnya dengan karakter kita ini? Eheheh.
Tentu, ada orang yang terlihat seperti ratu atau raja drama, dan dia memang hidup dalam kesulitan—ini harus dibantu. Ada orang yang memang sakit dan selalu memiliki keluhan kesehatan, ada juga yang merasa selalu sakit tanpa mau diperiksa lebih lanjut, dengan alasan takut ketahuan penyakitnya. Yang terakhir inilah yang drama.

Kita perlu tahu sebabnya, supaya bisa menghindarinya. Demi pasangan kita, dan tentu demi diri kita.
1. Bosan. Bagi beberapa orang, menciptakan drama akan membuat hidup lebih menarik. So, alih-alih main drama, mari kita cari hobi baru yang membuat hidup lebih berwarna. Ajak pasangan melakukan hal baru, kebiasaan baru, menu baru. Yang murah meriah saja, yang penting seru.
2. Cari perhatian. Dia memancing reaksi orang lain untuk lebih perhatian. Minta perhatian pasangan bisa dilakukan dengan banyak cara, bukan meributkan hal kecil dan menuduhnya tidak perhatian. Energi itu memantul. Perhatian kita terhadap pasangan akan menular. Omelan kita padanya akan menular. Drama kita padanya pun akan menular. Energi positif menular, yang negatif pun demikian.
3. Menghindari masalah yang sesungguhnya. Misalnya, masalahnya sebenarnya adalah takut overweight—ini saya banget—dan caranya menghindar adalah dengan curiga saat pasangan terlihat rapi, telat pulang, sibuk dengan pekerjaan, lupa jawab WA, dsb dst.  Kalau mau dapat berat badan ideal ya olahraga dan berhenti ngemil, dong, Bu Anna. Plis, deh.
Nah, dari tiga penyebab di atas, sedikit banyak manusia mengalaminya—artinya takarannya berbeda-beda. Wajar, lah, sesekali main drama. Tapi drama yang beratus-ratus episode kan lama-lama bikin bosan juga.
Demikian refleksi hari ini, semoga bikin teater kehidupan yang sedang kita mainkan di dunia kian bermakna.
Kulwap ini terselenggara atas sponsor buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida. Buku bisa diperoleh melalui Mbak Hesti.
Salam takzim,
Anna Farida
www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Madame and Monsieur Bovary

Pernahkah mendengar nama tersebut di judul? Sedikit saya berikan kisi-kisi, nama tersebut adalah wayang dalam sebuah novel asing. Sebuah pernikahan yang jauh dari komunikasi asyik bagi pelakunya. Istri menginginkan romantisme, sedangkan suami dingin bak freezer. Atau bisa jadi sebaliknya. Dan, faktanya memang ada lakon pernikahan yang sealiran dengan model tersebut.

 

Langsung aja, yuk, kita simak materi di Kuliah via Whatsapp (kulwap) Keluarga Sehati yang disponsori oleh buku bermutu, Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Anna Farida dan Elia Daryati. Mereka sengaja membuka kelas keren ini untuk beramal kebaikan bagi sesama.

 

ANDAKAH MADAME DAN MONSIEUR BOVARY?

Masih ingat rumpian kita tentang “Madame Bovary”?
Setelah membaca bukunya beberapa bulan yang lalu, saya nonton filmnya. Cerita filmnya dibuat lebih sederhana, dan saya akan mengisahkannya untuk Anda.
Setting-nya tahun 1500-an, tapi kisahnya sangat up to date.

Emma adalah gadis berpendidikan. Dia senang baca karya sastra, hobi musik, dan membahas hal-hal yang indah.
Dari novel-novel yang dia baca, Emma punya konsep idaman tetang pernikahan. Dia mendambakan romantisme, hari-hari yang penuh kejutan, detail-detail yang membahagiakan.
Dia kemudian dijodohkan dengan dokter yang baik, sederhana, duda.
Dengan harapan yang dibawanya sejak remaja itulah Emma menemukan bahwa pernikahannya jauh dari harapan. Suaminya baik, tapi datar banget—menurut saya terlalu polos untuk seorang dokter.

Misalnya, ini adegan yang bikin saya gemas:
Emma menghabiskan waktu untuk menata makan malam agar terhidang cantik.
Ketika suaminya pulang, komentarnya gini, “Seharian ini kamu bikin makanan ini? Padahal minta pembantu metik buah saja. Praktis, tidak repot.”

Ya ampun!

Apa salahnya bilang “Nuwun, sudah mau repot bikin makanan secantik ini”.
Emma berpikir dirinya kurang menarik dan mulai berdandan.
Sayangnya, setiap upaya yang dilakukan Emma untuk tampil menawan atau membuat rumah mereka indah juga ditanggapi lurus-lurus saja oleh sang suami—termasuk ketika Emma kehilangan kendali, berbelanja baju dan barang-barang mahal atas bujukan pemilik toko.

Pengabaian itu membuat Emma mudah tergoda ketika ada petugas pajak muda yang mau melayani obrolannya tentang sastra. Affair singkat terjadi, tapi Emma segera sadar diri sebagai istri.

Berikutnya, Emma dan sang dokter hadir di pesta dan ada acara berkuda. Sang suami menolak ikut berkuda dan memilih duduk-duduk di lokasi, membiarkan Emma jadi primadona di antara lelaki. Affair berikutnya terjadi dengan tuan rumah pemilik pesta kemudian diputuskan sang lelaki.

Affair berulang ketika Emma bertemu lagi dengan petugas pajak muda.

Seiring waktu, tagihan belanja Emma meledak, suaminya tak mampu bayar, barang-barang disita, termasuk rumah mereka.
Dua mantan kekasihnya pun menolak membantu. Upaya Emma merayu pemilik toko ditolak dengan hina.

Tak mampu menahan malu dan rasa bersalah, Emma mengakhiri hidupnya.
Dalam novelnya, cerita kelam tidak menutup hidup Emma tapi juga suaminya. Dia merasa bersalah karena mengabaikan istrinya, baru sadar ketika surat-surat cinta Emma pada dua kekasihnya dia temukan. Sang dokter pun meninggal dalam derita. Anak perempuan mereka yang tidak diceritakan dalam film juga menderita sepeninggal mereka.

Sudah.

Jadi, mari kita lihat bersama, jangan-jangan kita pun menjadi Madame atau Monsieur Bovary.
Saya tidak membela Emma atas jalan yang dia pilih. Apa pun alasannya, affair tidak bisa dibenarkan.
Pada saat yang sama, dokter yang baik hati itu pun rasanya perlu ikut kulwap biar lebih peka dengan keinginan istrinya.

Bu Elia mengajarkan pada kita bahwa setiap pernikahan itu wajib memiliki visi dan misi bersama. Dalam kisah ini, tak sekali pun saya melihat Emma dan suaminya membahas tujuan pernikahan mereka.

Semua dijalani secara “alamiah” saja. Saya beri tanda petik karena kata alamiah kadang diartikan sebagai apa adanya alias ogah usaha.

Bagi pasangan tertentu, kita belajar dari generasi terdahulu, mungkin tanpa diskusi apa pun, pernikahan bisa langgeng hingga liang lahat. Kita tidak bahas pasangan yang seperti ini.

Yang kita bahas adalah ketika ada ruh Bovary dalam pernikahan kita, entah dari sisi suami maupun istri.
Ada pihak yang merasa tidak diapresiasi, ada pihak yang merasa baik-baik saja. Ada pihak yang punya konsep tertentu, sementara pihak lain tidak menyadarinya—saya tak hendak menuduh ada pihak yang tidak peduli. Yang ada adalah pihak yang tidak tahu, dan pihak lain tidak berusaha memberi tahu.

It takes two to tango. Pernikahan itu milik bersama. Dan layaknya sebuah tim, akan ada salah satu pihak yang jadi leader-nya. Bisa suami bisa istri, masing-masing jadi pemandu pasangannya dalam aspek yang berbeda.

Jika suami lempeng dan istri ingin “bunga-bunga”, pimpin jalannya. Demikian pula sebaliknya. Jika ingin ada romantis-romantisan, bilang saja ke pasangan.

Malu?
Coba, Iqa, jelaskan ke anggota kulwap yang baru bergabung, masihkan perlu malu? Ahahah.
Jika suami lempeng dan istri pun lempeng, lain lagi urusannya. Ini bisa panjang kulwapnya.

Baik, kita diskusi, ya.
Siapa tahu ada Bovary di sekitar kita.

Salam takzim,
Anna Farida
http://www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Sahabat Berkaki Empat

28 April 2017 13:41 WIB

Kulwap (kuliah via whatsapp) yang disponsori oleh Buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart kali ini menampilkan dokter hewan yang bekerja di Balai Karantina, Jakarta, Julia Rosmaya. Yuk, kita simak pemaparan beliau yang kaya ilmu.

Suci Shofia: Sepertinya Mba Julia sedang sibuk bekerja, jadi saya yang akan membagikan materi yang telah beliau tulis.

Julia:  “The best therapist has fur and legs”

Pernah baca quote di atas?
Cerita berikut hanya dipahami oleh orang yang memiliki hewan peliharaan.

Tina stress, semua terasa salah di kantor hari ini. Beberapa pekerjaan yang dilakoni dengan sepenuh jiwa dianggap tidak layak oleh atasannya.

Saat pulang, dia terjebak macet parah. Hujan pula.
Dengan tubuh basah, Tina membuka pintu rumahnya. Rumah gelap, tidak ada orang di rumah. Kedatangannya hanya disambut 2 ekor kucing… yang berusaha mencari perhatian dengan berlari mengikuti di sekitar kakinya

Dengan tenaga yang tersisa, disiapkan makan malam untuk para kucing itu. Setelah mandi, Tina langsung ambruk di kasur.

Beberapa saat kemudian dia mendengar dengkur halus dan rasa hangat di dadanya. Kedua ekor kucingnya berebut duduk di dada dan leher. Secara reflex, Tina mengulurkan tangan untuk mengelus bulu lembut dan halus peliharaannya itu.

Dan… Secara perlahan perasaan relax menjalar ke sekujur tubuh. Pikirannya menjadi terang untuk menganalis masalah.

Dipandangnya kedua kucing yang masih mendengkur manja di dadanya. Mereka balas memandang.. “Terima kasih Momo, Bubu.. Kalian memang paling tahu kalau aku stress!”

Hehehe..  Cermini dikit ya..
Memelihara kucing atau anjing memang telah terbukti mampu meredakan stress. Bahkan di beberapa RS di negara Barat, hewan peliharaan telah menjadi bagian dari proses terapi penyembuhan.

Eh tapi..  Kucing kan bisa menyebabkan penyakit.. Katanya Toxoplasma, yang menyebabkan Ibu hamil keguguran atau janin cacat. Malaslah pelihara kucing. Belum pup-nya, makannya.. Riweh…

Tahukah anda, bahwa memakan daging kambing setengah matang juga  dapat menyebabkanToxoplasma? Jadi kucing tidak bisa dituduh 100% sebagai penyebab Toxoplasma, banyak lagi penyebab lainnya.

Lalu bagaimana mencegah penyakit dari kucing atau hewan lain yang kita pelihara?

Pertama, jaga kebersihan. Sediakan tempat untuk pup dan bersihkan fesesnya secara teratur. Tidak hanya kucing, hewan pelihara lain seperti anjing, burung, kelinci, ayam semua diperlakukan sama. Kebersihan harus utama.

Bila memelihara unggas seperti ayam dan burung. Harus lebih ekstra hati-hati menangani feses-nya. Virus flu burung dapat ditemukan di feses. Gunakan sarung tangan atau pelindung lainnya saat membersihkan kandang. Seminggu sekali, semprot kandang dengan cairan bayclin untuk mematikan virus penyakit yang mungkin ada. Kandang juga harus terkena sinar matahari dan dalam keadaan kering.

Bagaimana dengan anjing? Biasanya anjing sering kutuan. Mandikan anjing secara teratur dengan shampoo khusus anjing. Bersihkan kandang dengan cairan pembersih lantai seperti karbol. Jangan lupakan bagian dinding dan atap. Bila perlu, bawa anjing ke dokter hewan untuk mendapatkan obat anti kutu.

Kedua, vaksinasi anjing dan kucing anda. Vaksin utama adalah Rabies. Rabies menyerang manusia melalui gigitan hewan tertular. Bila manusia terkena Rabies, maka tingkat kematiannya hampir 100%.

Cara penanganan lupa gigitan, segera bersihkan dengan air mengalir, lalu beri betadine dan sejenisnya lalu segera ke dokter manusia 😁! Bukan ke dokter hewan ya.  Anjing/kucing/kera yang menggigit bila memungkinkan ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan atau dokter hewan. Hewan terduga Rabies akan dikarantina minimal 14 hari untuk mengetahui apakah hewan tersebut positif atau tidak terhadap Rabies. Hewan Rabies biasanya akan mati selama waktu tersebut.

Hati-hati bila berada di daerah Rabies seperti Bali, Sumatra Barat dan beberapa wilayah Sumatra lainnya. Hindari kontak dengan anjing/kucing/kera liar.

Tahukah anda bahwa kasus kematian manusia di Indonesia akibat Rabies lebih banyak daripada karena flu burung?

Ketiga, beri makan minum yang cukup dan kasih sayang. Hewan jangan hanya dipelihara, tapi wajib disentuh, dielus dan disayang. Terutama anjing dan kucing.

Oh iya. Lupa memperkenalkan diri. Saya Drh. Julia Rosmaya. Saat ini bekerja sebagai dokter hewan karantina, tetapi tidak membuka praktek. Saya memiliki 7 ekor kucing dan 1 anjing di rumah.Semoga penjelasan singkat saya cukup. Mari kita berdiskusi.

Drh. Julia Rosmaya R, M.Si
Dokter Hewan Karantina
WA: 08161121134
Blog: juliarosmaya.blogspot.co.id
Email: julia.rosmaya@gmail.com
FB: Julia Rosmaya Riasari
Twitter :@MAYA_JR2

Jawaban Inner Child

Kali ini sesi tanya jawab di kelas Kulwap Keluarga Sehati, 3 April 2017 1:48 PM

Suci Shofia: Siang, teman-teman semua.

Jawaban kali ini agak berbeda dengan biasanya.

Menurut Bu Elia narasumber kita (psikolog): “Materi inner child itu sangat klinis sesungguhnya. Biasanya hanya biasanya dapat diselesaikan di tempat terapi dan ruang konseling.

Jika dibahas selintas mungkin bisa, namun mmg utk memutus rantai membutuhkan bbrp jenis terapi yg harus dipraktekkan.”
Berikut jawaban untuk semua pertanyaan:

Bu Elia:

Salam. Selamat siang semua. Pembahasan kita kali ini cukup seru yang terkait dengan masalah inner child.

Dari artikel yang disampaikan di grup oleh mbak Anna, cukup memberikan penjelasan inner child itu seperti apa.

Dari keempat pertanyaan sebetulnya memiliki kemiripan kasus satu sama lainnya. Ada yang tidak terselesaikan masalah/trauma di masa lalu yang masih atau kadang kala muncul di masa kini, ketika berhadapan dengan situasi serupa atau ketika kondisi emosi sedang tidak terlalu tenang.

Sepertinya menjadi sulit untuk di kendalikan.

Sesuatu yang tidak terselesaikan di masa lalu biasanya terbawa di masa kini dan ikut mewarnai bagaimana dia berkeluarga, bekerja, berinteraksi dan ketika menjadi orang tua.

Seperti kasus di atas, sesungguhnya cukup sadar akan tetapi kenapa kadang tidak dapat dikendalikan?

Ingin berdamai, ingin menghilangkan trauma dan ingin memutus rantai, tapi tidak tahu caranya.

Bahkan salah satu kasus di atas si istri ikut terduplikasi dari sikap suaminya yang keras/kasar yang diduga memiliki inner child.

Beberapa cara yang dilakukan sebenarnya bisa menggunakan hypnotherapy atau forgiveness therapy dan membutuhkan beberapa sessi untuk menyelesaikan masalah inner child tersebut.

Ada juga teknik sederhana yang dapat dilakukan dengan menggunakan personal life line.

Misal : seseorang membuat garis di atas kertas kosong. Dibagi ke dalam 4 bagian. kiri kanan dan atas bawah.

Tuliskan sekitar 20 peristiwa yang bermakna yang cukup mempengaruhi kita di masa lalu dan masa kini berdasarkan lintasan umur dan waktu. Bagian atas hal-hal yang membahagiakan dan bagian bawah adalah hal-hal yang kurang atau tidak membahagiakan.

Semakin bawah semakin bermakna trauma yang tidak membahagiakan dan semakin atas merupakan kebahagiaan.

Selanjutnya kita rasakan setiap peristiwa, jika ternyata masih tersisa sampah-sampah emosi yang masih mengganjal berarti kita belum berdamai dengan peristiwa-peristiwa tersebut dan terbawa ke masa kini dan berdampak pada perilaku yang kurang kita sadari.

Begitulah rasakan berbagai peristiwa tersebut dan berikan angka kedalaman terhadap hal yang kita rasakan.

Kita harus menjelaskan peristiwanya apa? Siapa saja yang terlibat disana, apa saja yang sesungguhnya diharapkan terjadi dalam peristiwa tersebut.

Bentuk komunikasi seperti apa? bentuk sentuhan seperti apa? Dan penyelesaiannya seperti apa? Sehingga peristiwa-peristiwa tersebut memang clear terselesaikan.

Setiap orang dapat melakukannya dengan satu persatu diselesaikan secara individual. Jika belum mampu menghapus semua peristiwa, paling tidak mengurani beban emosi mental secara bertahap satu persatu yang dibawa dari masa lalu.

Demikian semoga bermanfaat.

Maaf saya kirim gambar panduan dari Bu Elia untuk pembagian kolom yang sudah dijelaskan oleh beliau di atas. Ada ralat, pembagiannya atas bawah.

Bu Elia Daryati: Abjad itu nama-nama peristiwa, sekaligus hal tersebut menunjuk di usia berapa peristiwa tersebut terjadi.

Abjad-abjad bercerita ttg masa lalu, awal-awal kehidupan dan terus maju ke masa kini.

Abjad begerak dari A…sd…seterusnya. bergerak dari masa lalu ke masa kini.
Anna Farida: Terima kasih, Bu Elia.

Teman-teman, saya tidak ikut-ikutan jawab, ya. Nanti salah resep 🙈

Saya juga mau ikutan bikin tabelnya, sambil takut-takut gitu mengakui beberapa hal yang sudah berlalu 🙊
[4/3, 4:34 PM] Hibat Ummu Alula Kulwap: meresapi materi
[4/3, 4:38 PM] Dieni Elha Kulwap: PR banget ini. Semoga bisa mengatasi inner child ya 🙏🏻
[4/3, 4:42 PM] Suci Shofia: amiinn, semoga semua bisa berdamai dengan masa lalu yang kurang menyenangkan😇
[4/3, 7:26 PM] Hibat Ummu Alula Kulwap: blm paham, yg atas masa lalu bawah masa depan atau gmn? 😆
[4/3, 7:28 PM] Suci Shofia: atas untuk inner child yang menyenangkan, bawah untuk inner child yg tak menyenangkan😇
[4/3, 7:36 PM] Hibat Ummu Alula Kulwap: oohh ic , saya kalo lagi marah yg terbayang wajah emak lagi marahin saya.. huaah .. PR banget nahan si Inner Child ga keluar

H: kalo sy lagi ga waras dan dede bkin kesel padahal usianya 3 tahun aja belum, dia nangis kejer saya kayak dengerin musik.. harus terapi ini yah
R: Terimakasih bu elia buat jawabannya. Smoga saya bsa segera mendamaikan inner child saya..dngan proses ga lama lama

Diskusi Pemilihan Jurusan

5 April 2017

5:43 AM

Salah satu peserta Kulwap Keluarga Sehati menanyakan perihal pilihan jurusan di bangku kuliah :

A: Salahkah memaksa anak untuk menempuh pendidikan yg lebih tinggi / dengan jurusan tertentu, sedangkan anak tidak berminat ??

Atau mungkin anak lebih ingin dengan jurusan A, tapi orang tua lebih senang dg jurusan B, karena orang tua tahu klo si B punya potensi di bidang B

Atas jawaban terimakasih, maaf sudah mengganggu waktu panjenengan semua.
U: Saya belum punya anak yang menginjak usia kuliah.. Tapi kalau tentang memaksa.. Rasanya memang salah. Apapun paksaannya 🙏🏼
Ea: Saya sangat berminat ke fakultas hukum. Sejak SMA saya berminat ke hukum.
Tapi saat kuliah saya diminta ke psikologi. Dan akhirnya saya nurut orangtua masuk ke psikologi.
Tapi hati kecil saya selalu ingin ke fakultas hukum. Teman2 saya jg semua ke banyakan dr fakultas hukum.
Skrg saya bekerja sebagai wirausaha. Saya berbisnis.
Jika saya dibolehkan mengulang, saya tetap ingin ke fak hukum.

Atau saya diberikan kesempatan S2, saya masih ingin ke fak hukum rasanya 😊
V: kuliah lagi aja mbak..sy gitu..karena kuliah ikatan dinas ya sesuai saran ortu..stlh skrg sy ambil.lagi peminatan awal sy..toh gak ganggu siapa2 juga😊
Ea: Iya mbak..
Tergantung keadaan nanti..
Klo dalam waktu dekat belum ada rencana kuliah. Baby2 saya masih jadi prioritas saat ini 😊
D: Saya pun mengalami hal yang sama dengan mbak Ea nih.

Saya mengambil kuliah keguruan seperti yang diharapkan Ibu saya dan saya berusaha menjalani profesi saya sekarang dengan senang hati dan perlu saya akui.. Dr tempat saya bekerja ini dan juga para kolega, saya mendapat banyak ilmu tentang parenting, yang bisa jadi tidak saya temukan di bidang yang saya idamkan.

Meskipun betul.. Jauh di dasar lubuk hati saya masih ada perasaan “menyesal” kenapa tidak coba keukeuh dengan cita2 pribadi. Melihat teman yg sukses di bidang yg saya inginkan dulu. Kadang ada perasaan.. “andai saja.. Pasti skrg bisa begini begitu.. Bisa kesana kemari”. Toh saya punya skill juga. #hahahahahaPEDE

Tapi keputusan itu sudah saya ambil dan inilah saya sekarang.
Jadi berusaha mencintai apa yang saya miliki sekarang.

Tapi entah ini ada kaitannya dengan Innerchild topik kmrn apa tidak.. Apakah bisa disebut saya belum “berdamai” dengan masa lalu. Tapi yang jelas sepertinya saya akan memberikan sedikit banyak kebebasan kepada anak-anak untuk menjalani passion mereka Tentu saja dengan sedikit banyak arahan dan nasihat #maklumEmak2 😁
M: Kalau menurut saya #sotoy
Inner child ini terkait dengan tahapan perkembangan psikologi yang belum tuntas, sehingga ketika dewasa akan mencari jalan untuk menuntaskannya.
Misalkan orang yang ketika kecilnya belum tuntas pada tahapan air, ia akan “senang” bermain air ketika dewasanya.