Stop Being Drama Queen and King

28 Juli 2017

14:43 WIB

Disiarkan langsung dari Bandung, narasumber kuliah via Whatsapp (kulwap) Keluarga Sehati, Anna Farida menyampaikan materi: Salam Sehati, Bapak Ibu.
Ini adalah kulwap yang ke-86 dan kita akan membahas tema pernikahan, STOP BEING DRAMA QUEEN AND KING.

Salah satu teman saya pernah curhat—so, hati-hati cuhat sama saya, nanti jadi materi kulwap 😀

“Bingung saya sama dia, Mbak. Rasanya saya ini cukup perhatian, sudah meluangkan waktu spesial hanya untuk kami berdua. Tapi baginya, saya masih saja belum memenuhi harapan sebagai pasangan ideal. Masalah-masalah sepele dia buat besar, dan lama lama saya berpikir kok jadi sering ada drama. Urusan saya kan banyak.”

Ada orang yang lurus menjalani hidupnya lurus-lurus saja, sampai pasangannya rindu dinamika. Ada yang hidupnya beralih dari krisis ke krisis yang lain dan kita mendoakannya. Ada pula yang memang (sadar atau tidak sadar) senang menciptakan drama dan memang cari drama.
Istilahnya drama queen atau king—yang sering meributkan sesuatu yang tidak penting, dan caranya ribut itu bikin gempar.
Walau berlaku bagi kaum lelaki dan perempuan, istilah drama queen atau ratu drama lebih populer—sebel, ih!
Karenanya, ayo cari istilah lain, misalnya drama addict 😀

Biasanya, secara emosional, dia mudah meledak karena hal hal yang tidak sesuai kehendak—hal-hal yang kecil, yang sebenarnya tidak perlu dibawa marah. Kita pernah bahas dalam materi “RECEHAN”.
Salah satu contohnya adalah bangun telat, padahal tidak akan ke mana-mana, tapi ngomelnya ke mana-mana, ke siapa pun yang ada di dekatnya, dan lama.
Ujung-ujungnya dia mengasihani diri karena merasa tidak diperhatikan, juga malu karena tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri.
Mau tahu contoh lainnya? Tonton satu saja opera sabun—ingat, ya, satu saja—Anda akan dengan cepat menemukan karakter ini. Kemudian kita sama-sama lihat, adakah karakter itu ada dalam diri kita—mungkin sekian persen saja?
Lantas, bagaimana kira-kira perasaan pasangan kita menjalani hidupnya dengan karakter kita ini? Eheheh.
Tentu, ada orang yang terlihat seperti ratu atau raja drama, dan dia memang hidup dalam kesulitan—ini harus dibantu. Ada orang yang memang sakit dan selalu memiliki keluhan kesehatan, ada juga yang merasa selalu sakit tanpa mau diperiksa lebih lanjut, dengan alasan takut ketahuan penyakitnya. Yang terakhir inilah yang drama.

Kita perlu tahu sebabnya, supaya bisa menghindarinya. Demi pasangan kita, dan tentu demi diri kita.
1. Bosan. Bagi beberapa orang, menciptakan drama akan membuat hidup lebih menarik. So, alih-alih main drama, mari kita cari hobi baru yang membuat hidup lebih berwarna. Ajak pasangan melakukan hal baru, kebiasaan baru, menu baru. Yang murah meriah saja, yang penting seru.
2. Cari perhatian. Dia memancing reaksi orang lain untuk lebih perhatian. Minta perhatian pasangan bisa dilakukan dengan banyak cara, bukan meributkan hal kecil dan menuduhnya tidak perhatian. Energi itu memantul. Perhatian kita terhadap pasangan akan menular. Omelan kita padanya akan menular. Drama kita padanya pun akan menular. Energi positif menular, yang negatif pun demikian.
3. Menghindari masalah yang sesungguhnya. Misalnya, masalahnya sebenarnya adalah takut overweight—ini saya banget—dan caranya menghindar adalah dengan curiga saat pasangan terlihat rapi, telat pulang, sibuk dengan pekerjaan, lupa jawab WA, dsb dst.  Kalau mau dapat berat badan ideal ya olahraga dan berhenti ngemil, dong, Bu Anna. Plis, deh.
Nah, dari tiga penyebab di atas, sedikit banyak manusia mengalaminya—artinya takarannya berbeda-beda. Wajar, lah, sesekali main drama. Tapi drama yang beratus-ratus episode kan lama-lama bikin bosan juga.
Demikian refleksi hari ini, semoga bikin teater kehidupan yang sedang kita mainkan di dunia kian bermakna.
Kulwap ini terselenggara atas sponsor buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida. Buku bisa diperoleh melalui Mbak Hesti.
Salam takzim,
Anna Farida
www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s