Long Distance Marriage

Jumat, 30 Juni 2017

13:01 WIB

Suci Wulandari kulwap: Tips menjalani LDM
Assalammualaikum warahmatullah wabarakatuh

Halo warga kulwap, salam kenal semuanyaaa… berhubung masih suasana lebaran saya ingin mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H.. semoga Allah menerima amal ibadah kita semua sebagai nilai pahala yang penuh keberkahan, Aamiin..

Kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang tips menjalani LDM (Long Distance Marriage) atau pernikahan jarak jauh, biasanya karena urusan pekerjaan yang mengharuskan suami istri berpisah dalam jangka waktu tertentu..

Kita sama-sama belajar ya Bapak Ibu.. karena saya juga bukan ahlinya, hanya kebetulan saya sekarang ini sedang menjalani LDM, bisa dikatakan masih pemula dalam dunia per-LDM-an.

Pekerjaaan suami saya mengharuskan dia jauh dari rumah selama 6 bulan, dulu bahkan hampir 1 tahun . Kini syukur-syukur kalau pas ada kesempatan 3 bulan sekali sudah bisa pulang.

Apakah mudah? Tentu saja tidak. Namun bukan berarti menjadi sulit untuk dilakukan.

Menjalani pernikahan jarak jauh itu katanya rentan terhadap pertengkaran ( yang dekat aja sering, apalagi yang jauh hehehe) tapi menurut saya, waktu yang sangat sebentar itu terlalu berharga jika hanya digunakan untuk cek cok tiada henti. Jadi sebisa mungkin saat ada sesuatu yang sekiranya bisa bikin suasana tidak kondusif, saya dan suami akan berusaha meluruskan persoalan itu sesegera mungkin, ngga betah marahan lama-lama ☺

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa hal yang setidaknya dapat kita lakukan agar pernikahan jarak jauh senantiasa aman damai sejahtera :

🌷 Percaya
Modal awal sebuah hubungan adalah percaya kepada pasangan. Memberikan kepercayaan penuh bisa membuat pasangan kita merasa dihargai. Dan ketika seseorang diberikan penghargaaan sebegitu besar, ia akan sadar betapa kita telah mencintainya dengan tulus. Logikanya, jika seseorang memberikan kepercayaan kepada kita, apakah kita tega mengkhianatinya. Jadi saya selalu menempatkan diri seperti apa jika pasangan tidak mempercayai kita. Ini akan membantu kita untuk lebih mudah memberikan kepercayaan pada pasangan.

🌷Komunikasi
Kita semua pasti sudah memahami bagaimana pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan, terlebih jarak jauh. Biasanya selepas suami kerja, kami menyempatkan diri untuk ngobrol, pillow talk jarak jauh. Sekedar bercerita tentang apa saja yang telah sama-sama kami lalui (tentunya jika signal mendukung, jika kondisi tidak memungkinkan untuk bertanya kabar akibat signal atau cuaca buruk, kembali ke poin pertama) . Komunikasi ini dapat membantu pasangan untuk tetap rekat dan saling terbuka. Jangan biasakan memendam uneg-uneg di hati, bicarakan apa yang perlu dibicarakan, namun tetap perhatikan cara penyampaiannya. Di kulwap sudah pernah dibahas mengenai komunikasi asertif kalau tidak salah 😁 boleh tanya info ke Mba Admin yaa..

🌷Stop interogasi
Para pria tidak suka dicurigai, dan terlebih, terlalu banyak curiga hanya akan membuang waktu kita. Percaya saja, cobalah untuk berbaik sangka. Jika mulai galau dan muncul β€œkok perasaanku ngga enak ya” segera alihkan. Lihat sisi lain dari pasangan yang telah bekerja keras mencari nafkah dan berusaha membahagiakan kita. Sebaiknya hindari pertanyaan-pertanyaan interogasi seperti, hari ini ngapain aja? Tadi siapa aja yang telepon/sms? Kamu ngga macem-macem kan? Dan lain sebagainya. Ini bisa bikin pasangan kita emosi, udah capek kerja malah ditodong pertanyaan ngga penting. Ingat, kita sudah cukup dewasa, bukan anak kemarin sore yang dikit-dikit ngambek hanya karena telat ngabarin 1 menit. Harus bisa lebih sabar dan bijak ya..

🌷Abaikan komentar orang lain
Tak jarang, hidup jauh dari suami mengundang berbagai komentar miring dari orang lain. Jika tidak pandai-pandai menyaring perkataan mereka, atau bahkan menutup telinga, bisa-bisa kita sering makan ati. Jadi jangan pedulikan apa kata orang lain yang mengatakan hal buruk tentang suami. Kita yang kenal suami lebih baik dari siapapun.

🌷Perbanyak bersyukur
Ketika melihat pasangan lain yang bisa setiap hari bersama-sama, tak jarang ada rasa iri di hati. Apalagi ada banyak moment terlewati tanpa kehadiran suami misalnya saat lebaran dan lain-lain. Maka yang perlu kita lakukan adalah berbesar hati, perbanyak rasa syukur. Pahami bahwa rejeki setiap orang itu berbeda. Ada yang dekat, dan ada yang mengharuskan seseorang itu jauh dari keluarganya. Dukung suami dalam setiap karir dan perjuangannya sehingga ia tidak merasa sendirian.

Jadi Bapak Ibu.. itulah beberapa hal berdasarkan pengalaman pribadi yang dapat saya sampaikan. Semoga dengan adanya tulisan ini mampu mengubah pola pikir tentang LDM, yang semula menganggap LDM itu mengerikan, ternyata bisa dijalani dengan santai. Karena sesungguhnya, jarak paling jauh dari sebuah hubungan adalah kesalahpahaman, bukan pada ribuan kilometer yang memisahkan. Sebisa mungkin mari kita minimalisir kesalahpahaman yang terjadi sehingga kehidupan pernikahan jarak jauh tetap aman terkendali.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi Bapak Ibu semua..

Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf..

Terimakasih Mba Suci, sudah diberi kesempatan untuk berbagi di sini 😊

Wassalammualaikum warahmatullah wabarakatuh..
[6/30, 13:05] Tuti Herawati Kulwap: Wa’alaikumussalaam.

Terima kasih sudah berbagi pengalaman.
Terus terang, saya salut sama pasangan yang bisa menjalani LDM.

Saya mah, suami tugas luar kota beberapa hari saja bisa berasa kehilangan satu sayap. 😊
*lebayinihmah. 😁
[6/30, 13:06] Suci Wulandari kulwap: Hehe sama-sama Mba, sebetulnya kalau ditanya juga mgkn ngga ada yang mau LDMan, tp karena kondisi, jadi ya mau ngga mau 😊
[6/30, 13:22] Julia Rosmaya kulwap: Saya mantan pelaku LDM selama 7 tahun…

Bedanya.. Saya yang bekerja jauh dari rumah.. Bukan Suami hiks…
[6/30, 13:24] Julia Rosmaya kulwap: Tempat kerja saya
Badan Karantina Pertanian penuh dengan pelaku LDM..
Karena kami pegawai negeri pusat yang harus bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh Indonesia.

Cerita LDM teman-teman saya pernah rangkum dan tulis di blog saya…

Mohon ijin share link blog untuk menambah wawasan
[6/30, 13:25] Suci Wulandari kulwap: berati skrg udah engga jauhan lg ya Mba ☺
[6/30, 13:25] Julia Rosmaya kulwap: http://juliarosmaya.blogspot.co.id/2016/02/long-distance-married-tips-ala-petugas.html?m=1
[6/30, 13:26] Julia Rosmaya kulwap: http://juliarosmaya.blogspot.co.id/2016/03/long-distance-married-tips-ala-petugas.html?m=1
[6/30, 13:26] Suci Wulandari kulwap: Asyikk lebih banyak lagi yang berbagi pengalaman.. makasi Mbaa
[6/30, 13:27] Julia Rosmaya kulwap: Alhamdulillah sejak 2011 ditempatkan di UPT dekat rumah

Tapi ini Mulai deg deg plus karena sudah 6 tahun disitu.. Sepertinya harus siap pindah lagi
[6/30, 13:27] Julia Rosmaya kulwap: 😘
[6/30, 13:34] Devy Nadya Aulina kulwap: Barangkali anaknya super aktif atau sangat aktif, Pak. Kalau hyper aktif, itu suatu kelainan dan memerlukan terapy.

Anak hyper aktif, biasanya sulit konsentrasi. Juga sebaiknya menghindari makananan yang mengandung gluten (berbahan tepung terigu), karena ada masalah juga dengan pencernaannya.

Banyak sekali orang tua bahkan pendidik sekali pun, melabeli anak yang aktif bergerak, cenderung punya energi berlebih dengan sebutan ‘anak hyper aktif’. Padahal tidak semudah itu memberikan label ‘hyper aktif’ pada anak. Perlu pemeriksaan dokter, juga psikolog.

Saya bisa menjawab ini, karena dulu putra saya dicap hyper aktif. Padahal Reza, dia anak sangat aktif atau super aktif. Reza juga termasuk type anak kinestetik. Sejak bisa jalan di usia sebelas bulan, dia cenderung tidak bisa diam. Di TK dan kelas 1 SD, dicap nakal. Ia belum puas kalau barang yabg menarik perhatiannya belum ia pegang. Padahal dia pintar.

Karena selama ini, banyak para pendidik, khususnya di pendidikan dasar, tidak mendapatkan ilmu psikologi anak dan macam-macam type belajar anak. Anak baik, manis dan pintar, biasanya disematkan pada anak yang duduk manis di kelas dan cenderung diam.

“kalau Ibu anaknya diaaaam … saja, nanti ibu malah bingung,” begitu biasanya jawaban kenalan saya para dokter dan psikolog.

“Anak Ibu sehat dan cerdas. Dia tidak apa-apa, koq, ” jawaban yang membuat saya tak peduli lagi pada apa kata orang lain tentang anak saya.

Sekarang Reza kelas lima SD. Tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif dan tidak mudah sakit. Kesukaannya pada dunia elektronik, sudah saya perhatikan dimulainya sejak usianya 2 tahun. Usia yang sangat muda. Usia 4 tahun sudah bisa membuat mesin sederhana menggunakan dinamo bekas, dan barang-barang bekas di sekelilingnya. Kinestetiknya berkurang, dan yang terlihat sekarang malah, audio dan visualnya yang lebih menonjol. Sikap kritisnya pun sering membuat kami terpana.

Sahabatku, para ayah dan bunda. Jangan cepat melabeli anak dengan cap yang negatif. Kita dapat berdiskusi dengan para orang tua yang lebih berpengalaman dalam hal pengasuhan anak. Atau, bisa bertanya pada orang yang lebih ahli dan paham.

Dan, yang harus kita para orang tua sadari, setiap anak itu merupakan pribadi yang unik. Mereka diciptakan Allah ta’ala dengan istimewa. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

*Devy Nadya Aulina.*
Bunda dari dua anak.

Kota Angin, 6 Syawal 2017 (30 Juni 2017)

#DevyNadyaAulina
#Parenting
#DiskusiParenting
#MenulisDariHPItuAsyik
#MenulisSpontan
[6/30, 13:35] Devy Nadya Aulina kulwap: ☝☝ Alhamdulillah, jadi punya tulisan satu artikel parenting yang akan saya bust status FB dan postingan blog.
[6/30, 13:36] Suci Wulandari kulwap: Makasi Mba Devy… saya juga sedang belajar mengasuh dan mengasihi anak saya yang juga aktif… seperti dapat pencerahan
[6/30, 13:37] Julia Rosmaya kulwap: πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»
[6/30, 13:43] Devy Nadya Aulina kulwap: Anak aktif, pertanda anak kita sehat dan bahagia, Mbak @Suci Shofia
Dia penuh tawa, dan lebih supel dalam pergaulan.

Kewajiban kita untuk mengasihi dan mencintai anak-anak kita. Alhamdulillah anak-anak saya tumbuh normal, sehat, dan cerdas.

Saya mencatat perkembangan mereka sejak dari kandungan. Saya hafal kapan mereka mulai memiringkan badan, tengkurap, duduk, merangkak, bicara, jalan dan semua tumbuh kembang mereka. Karena bagi saya, proses tumbuh kembang mereka itu ‘amazing’.
[6/30, 13:52] Devy Nadya Aulina kulwap: Anak hyper aktif ada ciri-ciri yang bisa kita kenali. Biasanya tidak ada kontak mata saat berkomunikasi, sering tantrum, sulit konsentrasi dll. Ini yang sering membuat para orang tua terkecoh melabeli anaknya yang aktif, sangat aktif/super aktif dengan sebutan hyper aktif.

Suami saya dulu pernah sakit hati, saat saya terpengaruh dengan orang yang melabeli Reza dengan sebutan ‘hyper aktif’. Padahal dia sahabat saya, dan isteri seorang dokter. Kekecewaan suami diungkapkan pada saya, waktu Reza masih kecil.

Suami selalu mengatakan Reza cerdas, nyatanya Reza memang cerdas. Alhamdulillah. Cerdas dengan kekhasannya. Reza pun cerdas musical. Dia bisa menaikan lagu yang baru didengarnya dengan pianika. Padahal dia sama, sekali tidak les musik.

Alhamdulillah, saya sudah melihat potensi dan minat anak-anak saya sejak mereka kecil. Saya tidak bisa memaksa pada dua anak saya, agar mereka menyenangi dunia kepenulisan dan bisnis seperti bundanya. Suami selalu menekankan pada saya, anak-anak punya dunia sendiri.

Saya tidak ingin, anak-anak mengalami seperti saya dulu. Mama memaksakan kehendaknya pada saya, padahal saya punya cita-cita sendiri, yang ingin saya wujudkan.
[6/30, 13:55] Devy Nadya Aulina kulwap: Sama-sama, Mbak @Suci Wulandari kulwap #eh, Dik Suci. Semoga bermanfaat sharing dari saya. 😘😘
[6/30, 14:52] Suci Shofia: hihihi
[6/30, 14:55] Suci Shofia: betul banget, saya LDM 1 bulan trus nyusul deh 😁
[6/30, 14:56] Suci Wulandari kulwap: Klo masih bisa disusulin mah enak..
[6/30, 14:56] Ella Kurniasetiani kulwap: Saya saat ini sedang LDM, kapan libur, nyusul.. 😁☺
[6/30, 14:58] Suci Wulandari kulwap: 😁 asyiknyaa
[6/30, 14:59] Suci Shofia: hehehe untungnya bisa πŸ˜‰
[6/30, 15:00] Ella Kurniasetiani kulwap: Soalnya kerjaan suami terbilang gak jelas jam kerja. Bisa pagi, siang, sore atau malam breaknya. Ya sudah, saya aja yg ngalah. Tapi ya,liat kondisi keuangan juga sih. Istilahnya kan punya dapur dua, gitu…
[6/30, 15:02] Suci Shofia: Mba @Julia Rosmaya kulwap hebat euy!
[6/30, 15:09] Julia Rosmaya kulwap: 😘
[6/30, 15:17] Ari Dian Sari Kulwap: Awal2 nikah saya juga LDM. tapi tiap minggu ketemuan, cuma terpisah pulau aja. 2 tahun lah begitu. Trus saya pindah kerja ikut suami ke Pulau itu 😁

Terakhir LDM pas suami kuliah di yogya. Saya ditinggali 3 anak, mana yg kecil masih bayi πŸ˜‚. Tanpa orang tua, waduh berasa banget deh. Suami pulang pas lebaran aja.

Alhamdulillah sekarang udah kumpul sama2 lagi ☺
[6/30, 15:27] Suci Shofia: wuih, nano nano rasanya pastinya. keren bisa melewatinya πŸ˜‰
[6/30, 15:28] Ari Dian Sari Kulwap: Alhamdulillah Mbak Suci ☺
[6/30, 15:57] Tuti Herawati Kulwap: Mba Devy, πŸ‘πŸ˜˜
Terima kasih sudah menjelaskan panjang lebar. πŸ™πŸ»

That’s why di atas saya tanya dulu si penanya.

Banyak yang keliru memahami istilah “hiperaktif”. Hiper dan hipo itu perlu penanganan dan tidak sembarang dilabelkan ke anak.
[6/30, 16:01] Suci Shofia: setujuπŸ˜‰
[6/30, 16:04] Abu Ayyub Hadi Kulwap: Oh gih, super aktif jiddan… Hehehehe wes super pakai jiddan…
[6/30, 17:17] Devy Nadya Aulina kulwap: Sama-sama, Mbak @Tuti Herawati Kulwap 😘
[6/30, 17:20] Devy Nadya Aulina kulwap: Anak-anak aktif, beri rangsangan lebih agar daya kreasi mereka tersalurkan, Pak @Abu Ayyub Hadi Kulwap
Enggak selalu dengan barang mahal, barang murah-meriah dan murah pun, OK, koq.
[6/30, 18:12] Julia Rosmaya kulwap: Kalau sekarang mengenang masa itu rasanya seru ya hehehe

Padahal waktu menjalani berat-berat gimana gitu
[6/30, 18:20] Ari Dian Sari Kulwap: Haha iya mbak Julia… Gak berasa penantiannya πŸ˜‚
[6/30, 19:11] Kholifah Haryani kulwap: Terima kasih… bagus nih buat persiapan yg mau/akan LDM-an…
meski sy bisa dibilang “gagal” LDM 😬
[6/30, 19:15] Suci Wulandari kulwap: Mudah-mudahan bisa sedikit kasih gambaran sekilas kehidupan LDM.. lho ,kok, gagal? 😦
[6/30, 19:16] Kholifah Haryani kulwap: hehe… berpotensi “konflik”, kami memutuskan untuk bersama saja… 😁
[6/30, 19:17] Kholifah Haryani kulwap: secara juga masih memungkinkan untuk hidup bersama, mbak Suci
[6/30, 19:18] Kholifah Haryani kulwap: alhasil, rumah ditinggal, anak2 pindah sekolah, & kami cari rumah tinggal baru di tempat baru…
[6/30, 19:20] Suci Wulandari kulwap: Alhamdulillah pkoknya mana aja yang dirasa baik utk berdua ya Mba.. semoga langgeng bahagia selamanya aamiin
[6/30, 19:33] Julia Rosmaya kulwap: Bener banget
Bila memungkinkan… Misalnya istri gak bekerja lebih baik ikut Suami pindah.

Atau bila istri kerja.. Ikut pindah kerja.
[6/30, 19:36] Suci Shofia: saya malah ngalah keluar kerja, di lokasi baru mau nyari kerja eh keburu mabok hamil.
[6/30, 19:43] Julia Rosmaya kulwap: πŸ‘πŸ» hehehe
[6/30, 19:47] Julia Rosmaya kulwap: LDM itu potensi bahayanya besar..
Banyak contoh di instansi saya..
[6/30, 19:59] Kholifah Haryani kulwap: Aamiiin…
Alhamdulillah…
Iya mbak, berupaya terus menerus untuk menjadi lebih baik… ☺
Terima kasih mbak…
[6/30, 20:00] Kholifah Haryani kulwap: Setuju… 😊
[6/30, 20:32] Devy kulwap: Bahayanya apa aj y mba julia 😊
Krn khan dari td tips2 antisipasi aj yg dijelaskan
[7/1, 06:39] adjeng kulwap: “Jarak paling jauh dari sebuah hubungan adalah kesalahpahaman, bukan pada ribuan kilometer yang memisahkan”

 

Sukaaaaa nih, Mbak.
Terima kasih sudah berbagi
[7/1, 09:04] Julia Rosmaya kulwap: Kesepian adalah bahaya terbesar dari LDM

Bagaimanapun juga, sentuhan fisik perlu untuk pasangan yang sudah menikah.

Bukan dalam arti ML… Tapi just holding hands, cuddling, tatapan mesra dan sejenisnya..

Kebetulan di kantor ada beberapa kasus perceraian karena LDM..

Mendengar para pasangan saling mengeluh karena jarak yang terpisahkan membuat saya selalu memberi saran ke junior.

Ikutlah pasanganmu kemanapun dia bertugas. Rejeki bisa dicari, tetapi keutuhan rumah tangga Nomor 1.
[7/1, 09:06] Julia Rosmaya kulwap: Ada teman saya yg menolak jabatan lebih tinggi dan prestigious karena kemungkinan terpisah sama keluarga.
[7/1, 09:14] Suci Shofia: keputusan yang sama diambil oleh suami, keinginan kuliah lagi/tawaran pekerjaan di luar negeri mau diambil asal bisa bawa keluarga (nabung dulu) πŸ˜€
[7/1, 09:17] Devy Nadya Aulina kulwap: Saya rela berhenti kerja menjelang nikah, karena ingin melayani suami. Saat hamil 7 bulan sampai Putri pertama usia 3 bulan, saya LDM dengan suami. Mama menginginkan cucu pertamanya lahir di Bandung.

LDM itu menurut saya enggak enak, pengeluaran jadi dobel. Apalagi bagi kami pengantin baru. 😊

Walapun setelah punya anak sampai sekarang, saya sering ditinggal suami dinas, diklat, sekolah lagi je luar kota. Saya dengan anak-anak saja. Tapi dengan begitu, saya jadi mandiri. Apalagi tampa ART.

Sekarang, LDM paling sebulan sekali, suami dinas atau diklat ke luar kota paling lama seminggu.😊
[7/1, 09:18] Devy Nadya Aulina kulwap: Saya kesepian justru saat suami di kantor dan anak-anak sedang sekolah. Tapi suasana ini enak untuk menulis.
[7/1, 09:23] Julia Rosmaya kulwap: Kasus terakhir perceraian karena LDM di kantor

Mereka baru menikah dan Suami ditempatkan di Kalimantan. Keluarga istri dan si istri menolak ikut Suami karena baru dapat pekerjaan dengan Gaji tinggi di kota asal di pulau Jawa

Bertahun-tahun berpisah akhirnya sang istri lelah.. Dan menjalin affair…

Saat itu si Suami dipindahkan ke kota asal.. Tapi sudah Terlambat dan akhirnya mereka pisah.

Cerita semacam ini banyak di Instansi saya..

Itu sebabnya bos besar berusaha keras menyatukan keluarga yang terpisah. Tapi tentu saja tidak mungkin bisa buat semua. Karena lokasi tugas kami ada di seluruh Indonesia…

Pasti akan tetap ada pasangan LDM
[7/1, 09:44] Devy Nadya Aulina kulwap: Teman saya cerai dengan isterinya karena LDM. Pasangannya seorang IRT dan menjalin affair. Padahal teman saya sedang di puncak karier. Kasihan.
[7/1, 09:48] Julia Rosmaya kulwap: ☹

Ini yang selalu saya sarankan… Kalau pasangannya IRT… Bawa ke kota tempat tugas. Rejeki pasti ada.

Alasan sekolah… Sekolah bagus tidak hanya di Jawa…
[7/1, 09:51] Devy Nadya Aulina kulwap: Betul sekali. Itu sudah komitmen saya sebelum menikah. Suami harus diiukuti. Lha, untuk apa nikah kalau harus tinggal terpisah.

Maaf.

Memang, saya harus menunda impian saya di kota kecil ini. Di Bandung saya sudah diundang jadi dosen oleh ikatan alumni, lapangan pekerjaaan di kantor pun luas. Tapi saya menyadari, berkarier untuk seorang wanita enggak harus selalu di luar rumah. Dan, saya sangat bersyukur dengan yang saya alami, dengan segala romantikanya.

Saya bisa mengasuh anak-anak dengan tangan sendiri berdua suami, tanpa campur tangan pengasuhan dari orang tua. Saya pun bisa mengeksploitasi dan memaksimalkan passion yang Allah ta’ala berikan pada saya. Yaitu menulis dan mengenalkan potensi lokal hingga ke luar negeri.

Selalu ada hikmah indah di balik semua yang kita alami.
[7/1, 09:55] Devy Nadya Aulina kulwap: Betul sekali, Mbak @Julia Rosmaya kulwap

Tapi seringkali sang isteri diberati pihak keluarga untuk mengikuti suaminya. Akhirnya, setelah kejadian hal yang tidak diinginkan, Si Isterilah yang menanggung resiko. Hal ini banyak terjadi.

Suami itu mencari isteri karena butuh didampingi dan dilayani. Isteri yang ibu rumah tangga pun tetap bisa memaksimalkan potensinya walaupun di rumah. Di grup ini, banyak, koq, yang bisa menjadi inspirasi. 😊
[7/1, 09:56] Julia Rosmaya kulwap: Benar…
IRT jaman sekarang gak seperti dulu…

Belajar n bisnis bisa via medsos…
[7/1, 10:00] Devy Nadya Aulina kulwap: Betul, Mbak. IRT sekarang sangat dimudahkan dengan kemajuan teknologi dan medsos. Saya tetap bisa belajar jarak jauh. Bisnis, parenting, kepenulisan dll. Murah meriah.

Medsos menjadi mudarat dan bermanfaat, bagaimana kita menyikapi dan menggunakannya.
[7/1, 10:00] kurnia kulwap: Berbicara ttg LDM, Ada kisah nyata..

 

Ada seorang wanita pns, insyaAllah nikah dlm waktu dekat ini dgn seorang lelaki yg masih kuliah. Mungkin mereka bersama hanya sebulan setelah nikah krn lelaki ini harus masuk kuliah. Jarak antara mereka cukup jauh, butuh jalur udara, darat dan laut.Dan ini kmungkinan terjadi selama setahun, sampai lelaki tsb mnyelesaikan studynya.

Bagi wanita tsb,keluar dari pns bukanlah solusi terbaik u saat ini. Dan juga wanita tsb tinggal tanpa sanak family ddaerah tmpt kerjanya (Numpang kerja)

Ada yg bisa share tips or nasehat u wanita tsb (pemilik kisah). ?
[7/1, 10:02] Julia Rosmaya kulwap: Kemungkinan si lelaki setelah kuliah ada tidak untuk kerja di tempat wanita? Di kota yg sama?
[7/1, 10:03] Julia Rosmaya kulwap: Si wanita PNS pusat atau pemda?
Kalau pemda susah untuk pindah…

Kalau pusat ada kemungkinan
[7/1, 10:17] kurnia kulwap: PNS Pemda, jika lulus kuliah insyaAllah lelaki tsb siap mengikut dan mencari kerja ditempat wanita tsb..
[7/1, 10:26] Suci Shofia: Semua kembali ke pelaku LDM mau konsisten dengan janji pernikahan atau mencari-cari alasan untuk bermain api.

Bagi yang masih ber LDM tetap semangatπŸ˜‰ sudah ada beberapa sharing dari teman-teman untuk menjaga ikatan cinta agar tetap kuat terjaga😊
[7/1, 10:33] Iqa Rifai Kulwap: Saya termasuk yg sdh melwati waktu itu suami dipapua ..coz yg pernah Di kota Papua pasti tau gimna mitos ktanya yg kerja Di tembagapura kalo setiap bulan g disalurkan akan mengkrital ….hingga begitu menjamurnya prostitusi ..Dan berakibat Papua hiv terbesar diindonesia ..
Dan semua kembali kepada pribadi imannya yg main kalo sdh urusan ini
[7/1, 10:36] Julia Rosmaya kulwap: Sementara gak ada problem berarti…

Mau gak mau ya LDM

Sudah ada tips di atas 😁
[7/1, 10:36] Julia Rosmaya kulwap: Benar
[7/1, 10:37] Iqa Rifai Kulwap: 1catatan yg sy dpt dlm surah annur (buat yg Muslim)laki2 yg baik utk prp Yang baik Dan seterusnya silakan tengok surah annur ayat 26 yakini itu.
Dan bila mentok suami krg baik yakinkan Allah punya jalan terbaik dgn kesabarn Kita menjaga pernikahan
[7/1, 10:39] Iqa Rifai Kulwap: Tetap semangat ..hmm sy kenal group ini persis ketika sy Dan suami sdh bersama Dan beruntunglah kwn2 yg lagi menjalani LDM krn and berada Di group yg tepat solusi utk hati pernikahan anak bahkan tetangga n mantan Ada disini
[7/1, 12:25] Ari Dian Sari Kulwap: Niat dari para pelaku LDM mesti kuat, berakar, menancap ke relung2 paling dalam πŸ˜†πŸ˜†

Suami saya selalu bilang, kalau mau selingkuh, tentu mudah saja, tapi jika sekali saja dilaksanakan akan bikin ketagihan dan gak akan bisa keluar dari kenikmatan itu. Jadi sibukkan diri dengan hal2 yang positif, jauhi lingkungan yg menyerempet2 dengan hal itu.

Itu sih kata suami saya yaπŸ˜‚
[7/1, 12:31] Suci Wulandari kulwap: Sebetulnya saya juga ngga mau LDM an.. tp apa daya, ngga bisa diikutin dan disusulin. Jadi memang harus mengumpulkan niat sekuat tenaga.. supaya kami berdua tetap dilindungi dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Suami juga ingin suatu saat nanti bikin usaha dirumah aja, tanpa harus meninggalkan keluarga. Semoga nanti ada jalan..
[7/1, 12:34] Tasya Sugito kulwap: Baru buka grup….rame yaa ternyata bahas LDM 😍
Terimakasih semua teman2 yg sudah berbagi tentang ini, semakin menguatkan saya & suami untuk tidak ber-LDM ria…karena kalau kata suami saya, “bagaimanapun juga, laki2 butuh penenang pandangan&hati setelah seharian berada di luar rumah..dan itu didapat di rumah dari anak2 dan istrinya”
Mungkin setiap orang berbeda, tapi kalau saya sepertinya belum siap kalau harus LDMan πŸ˜‚, pernah ditinggal paling lama 40hari aja udah kayak kehilangan separuh sayap 😝
[7/1, 12:39] Suci Wulandari kulwap: Gabung di grup ini juga salah satu cara jadi sarana belajar. Karena ada banyak pengalaman yang bisa kita jadikan pelajaran bersama
[7/1, 12:48] Iqa Rifai Kulwap: wkt sy LDM duh bnr2 deh gk punya group yg mencerahkan pikiran, ada kwn2 ehh yg ada ikut ngomporin atw ceritanya gk enak didgr keadaan disana,lahh biar gimnapun tetep ja dag dig dug ,,tpi alhamdulillah semua berlalu dgn indah yg nyesek kalo anak sakit itu yg bikin airmata trn trz hehe
[7/1, 17:52] Vivi Fajar Anggraeni kulwap: sy sejak 2009 hingga skrg dan berpotensi begitu spanjang karir swami😊..bener buat nano2nya..bersyukur diberi tantangan lebih begini karena jadi sarana kami sekeluarga terus belajar..termasuk blajar saling menjaga satu sama lain..smoga begitu seterusnya
[7/1, 17:59] Suci Wulandari kulwap: Aamiin… saling mendoakan ya mba
[7/1, 17:59] Sri Apriani Kulwap: just enjoy it…yg penting sama-sama slg mengingatkan utk sll bersandar kpd Yang Maha Kuasa..sejauh ini tdk ada masalah..malah kangennya pake banget..☺..beruntung dlm setiap bulan ada 2 minggu utk keluarga.
[7/1, 20:19] Devy kulwap: Betul banged πŸ˜ŠπŸ‘
Cara pikir saya jd lbh positif dan lbh enjoy menjalankan peran sbg istri dan ibu RT setelah kelamaan jadi wanita karier slm 10 thn πŸ˜‹πŸ™ˆ(hampir telat nikah diusia 28 keasyikan kerja😊)
[7/2, 00:26] Anna Farida: Thanks, Suci dan teman-teman yang sudah berbagi kisah kasih jarak jauh. Berkah melimpah, pokoknyaaaa
[7/2, 08:50] Niar Kulwap: Saya juga mengalami LDM sementara waktu sejak 2006 karena suami lebih banyak bertugas di Jakarta dan keliling Indonesia.

Bersyukurlah ada whatsapp line bbm dll yang bisa menghemat pulsa telpon hehe.

Tapi bener, memang saat menjalani LDM kita perlu bener2 saling menguatkan dan mengecek ulang komitmen pernikahan kita karena banyaknya godaan di pihak yang meninggalkan dan di pihak yg ditinggalkan di rumah.

Bukan hanya kebutuhan saling berdekatan atau biologis, tapi juga saling pengertian dan menghibur terutama untuk istri yg kadang mudah diterpa bete karena urus rumah dan anak2 sendirian *curcol hehehe
[7/2, 09:07] Eka Murti Kulwap: Berat ya.. hebat bs LDM dlm jk waktu lama dan baik2 aja. Saya pengalaman paling lama cuma 4 bulan aja udah ribet bgt…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s