Jawaban Inner Child

Kali ini sesi tanya jawab di kelas Kulwap Keluarga Sehati, 3 April 2017 1:48 PM

Suci Shofia: Siang, teman-teman semua.

Jawaban kali ini agak berbeda dengan biasanya.

Menurut Bu Elia narasumber kita (psikolog): “Materi inner child itu sangat klinis sesungguhnya. Biasanya hanya biasanya dapat diselesaikan di tempat terapi dan ruang konseling.

Jika dibahas selintas mungkin bisa, namun mmg utk memutus rantai membutuhkan bbrp jenis terapi yg harus dipraktekkan.”
Berikut jawaban untuk semua pertanyaan:

Bu Elia:

Salam. Selamat siang semua. Pembahasan kita kali ini cukup seru yang terkait dengan masalah inner child.

Dari artikel yang disampaikan di grup oleh mbak Anna, cukup memberikan penjelasan inner child itu seperti apa.

Dari keempat pertanyaan sebetulnya memiliki kemiripan kasus satu sama lainnya. Ada yang tidak terselesaikan masalah/trauma di masa lalu yang masih atau kadang kala muncul di masa kini, ketika berhadapan dengan situasi serupa atau ketika kondisi emosi sedang tidak terlalu tenang.

Sepertinya menjadi sulit untuk di kendalikan.

Sesuatu yang tidak terselesaikan di masa lalu biasanya terbawa di masa kini dan ikut mewarnai bagaimana dia berkeluarga, bekerja, berinteraksi dan ketika menjadi orang tua.

Seperti kasus di atas, sesungguhnya cukup sadar akan tetapi kenapa kadang tidak dapat dikendalikan?

Ingin berdamai, ingin menghilangkan trauma dan ingin memutus rantai, tapi tidak tahu caranya.

Bahkan salah satu kasus di atas si istri ikut terduplikasi dari sikap suaminya yang keras/kasar yang diduga memiliki inner child.

Beberapa cara yang dilakukan sebenarnya bisa menggunakan hypnotherapy atau forgiveness therapy dan membutuhkan beberapa sessi untuk menyelesaikan masalah inner child tersebut.

Ada juga teknik sederhana yang dapat dilakukan dengan menggunakan personal life line.

Misal : seseorang membuat garis di atas kertas kosong. Dibagi ke dalam 4 bagian. kiri kanan dan atas bawah.

Tuliskan sekitar 20 peristiwa yang bermakna yang cukup mempengaruhi kita di masa lalu dan masa kini berdasarkan lintasan umur dan waktu. Bagian atas hal-hal yang membahagiakan dan bagian bawah adalah hal-hal yang kurang atau tidak membahagiakan.

Semakin bawah semakin bermakna trauma yang tidak membahagiakan dan semakin atas merupakan kebahagiaan.

Selanjutnya kita rasakan setiap peristiwa, jika ternyata masih tersisa sampah-sampah emosi yang masih mengganjal berarti kita belum berdamai dengan peristiwa-peristiwa tersebut dan terbawa ke masa kini dan berdampak pada perilaku yang kurang kita sadari.

Begitulah rasakan berbagai peristiwa tersebut dan berikan angka kedalaman terhadap hal yang kita rasakan.

Kita harus menjelaskan peristiwanya apa? Siapa saja yang terlibat disana, apa saja yang sesungguhnya diharapkan terjadi dalam peristiwa tersebut.

Bentuk komunikasi seperti apa? bentuk sentuhan seperti apa? Dan penyelesaiannya seperti apa? Sehingga peristiwa-peristiwa tersebut memang clear terselesaikan.

Setiap orang dapat melakukannya dengan satu persatu diselesaikan secara individual. Jika belum mampu menghapus semua peristiwa, paling tidak mengurani beban emosi mental secara bertahap satu persatu yang dibawa dari masa lalu.

Demikian semoga bermanfaat.

Maaf saya kirim gambar panduan dari Bu Elia untuk pembagian kolom yang sudah dijelaskan oleh beliau di atas. Ada ralat, pembagiannya atas bawah.

Bu Elia Daryati: Abjad itu nama-nama peristiwa, sekaligus hal tersebut menunjuk di usia berapa peristiwa tersebut terjadi.

Abjad-abjad bercerita ttg masa lalu, awal-awal kehidupan dan terus maju ke masa kini.

Abjad begerak dari A…sd…seterusnya. bergerak dari masa lalu ke masa kini.
Anna Farida: Terima kasih, Bu Elia.

Teman-teman, saya tidak ikut-ikutan jawab, ya. Nanti salah resep 🙈

Saya juga mau ikutan bikin tabelnya, sambil takut-takut gitu mengakui beberapa hal yang sudah berlalu 🙊
[4/3, 4:34 PM] Hibat Ummu Alula Kulwap: meresapi materi
[4/3, 4:38 PM] Dieni Elha Kulwap: PR banget ini. Semoga bisa mengatasi inner child ya 🙏🏻
[4/3, 4:42 PM] Suci Shofia: amiinn, semoga semua bisa berdamai dengan masa lalu yang kurang menyenangkan😇
[4/3, 7:26 PM] Hibat Ummu Alula Kulwap: blm paham, yg atas masa lalu bawah masa depan atau gmn? 😆
[4/3, 7:28 PM] Suci Shofia: atas untuk inner child yang menyenangkan, bawah untuk inner child yg tak menyenangkan😇
[4/3, 7:36 PM] Hibat Ummu Alula Kulwap: oohh ic , saya kalo lagi marah yg terbayang wajah emak lagi marahin saya.. huaah .. PR banget nahan si Inner Child ga keluar

H: kalo sy lagi ga waras dan dede bkin kesel padahal usianya 3 tahun aja belum, dia nangis kejer saya kayak dengerin musik.. harus terapi ini yah
R: Terimakasih bu elia buat jawabannya. Smoga saya bsa segera mendamaikan inner child saya..dngan proses ga lama lama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s