Tanya Jawab Pernikahan

Tanya 1:

Saya mau tanya gimana caranya mengatasi komunikasi yg dingin,dimana pasangan kita cenderung mau didengar tanpa mendengar.

Jawaban Anna Farida:
Salah satu keterampilan yang “mahal” harganya adalah mendengarkan. Berbahagialah jika kita merasa sudah cukup mampu mendengar dan tidak hanya ingin didengar.
Komunikasi yang dingin biasanya berupa suasana saling tidak peduli, sih. Ini masih ada yang mendengar dan didengar, berarti masih ada komunikasi, insya Allah.

Lantas bagaimana agar lawan bicara mau mendengar kita juga?
+ Pastikan kita pun adalah pendengar yang baik yang memberikan respon yang baik ketika orang lain berbicara.
+ Berbicaralah yang singkat, sampaikan pesan yang jelas, fokus. Nggak usah bawa-bawa pelajaran sejarah 😀 Pesan yang padat akan mudah “didengar”.
+ Gunakan I-message — masih ingat?
+ Gunakan jeda. Saya biasa ngomong panjaaaag – suami saya akan lebih memperhatikan justru ketika saya berhenti di tengah ocehan itu.
+ Komunikasi kan tidak selalu verbal. 80% pesan akan sampai melalui bahasa tubuh, raut muka, bahasa cinta 😉
Satu kata plus satu usapan akan jauh lebih bermakna daripada 500 kata yang Anda baca dalam materi kulwap, haha.

Apa lagi, ya?
Intinya sih sadari bahwa didengar itu memang menyenangkan. Jadi ya saya kadang memang berniat memberi kesenangan itu pada orang yang saya dengarkan – ehehehe
Jawaban Bu Elia :

Sesungguhnya yang namanya komunikasi termasuk di dalamnya menyangkut pola interaksi. Jika pola interaksinya baik, maka pola komunikasinya akan baik.

Pola interaksi yang baik, bukan hanya melibatkan masalah fisik, namun juga melibatkan interaksi psikologis di dalamnya. Sekarang yang perlu di evaluasi sebelum melangkah ke pembahasan komunikasi adalah relasi ibu dan suami…inyeraksinya seperti apa.

Namanya komunikasi biasanya melibatkan dua orang atau lebih. Nah…ibu dalam hal ini hanya melinatkan pasangan suami saja. Dikatakan ibu suami cenderung komunikasinya searah, dimana hal ini dirasa kurang adil dan egois.

Apa yang harus dilakukan :

Hal ini harus disampaikan dengan baik-baik tanpa harus saling menyalahkan. Hal lain yang harus dievaluasi adalah sudah berapa lama ibu menikah? Dengan waktu yang sudah berjalan ibu akan tahu saat yang tepat untuk bicara hal yang menjadi persoalan sekarang ini.
Caranya tidak menuduh, membandingkan, menyalahkan dan segala hal yang membuat pasangan menjadi lebih kuat pertahanan dirinya dan merasa nyaman.
Biasakan melakukan komunikasi dalam jarak yang dekat kurang dari satu meter ( jarak intim), dan bisa dilakukan ketika kondisi nyaman.

Jika iklim psiologis ini dilakukan secara rutin, secara bertahan suami akan tergiring dalam situasi ini. Lakukan secara berulang dan penuh kesabaran. Boleh jadi tidak seinstan yang kita harapkan, tapi biasanya selalu ada sedikit perubahan. Sekecil apa pun perubahan hargai itu sebagai suatu perubahan.

Kuncinya adalah rasa cinta yang besar pada pasangan dan bersabar atas ikhtiar yang dilakukan. Biarkan yakinkan pada diri pada akhirnya akan terjadi perubahan yang kita harapkan. Suami.kita berubah, kita pun sesungguhnya berubah. Jarak yang awalnya jauh laun akan mendekat pada akhirnya. Interaksinya memnaik, insya Allah…komunikasinya pun membaik.

Tetap untuk bersemangat….semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

Hanya ada satu pertanyaan, ya😇

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s