Ayah yang Asyik

Kelas Kulwap Keluarga Sehati kali ini tentang pengasuhan oleh ayah yang asyik.

Yuk, simak materi dari narasumber Anna Farida: Salam sehati, bapak Ibu. Ini kulwap ke-78 dan kali ini sesi curcol. Kita akan bahas tema “Ayah Asyik”. Paling pas sih ayah yang nulis, tapi ini kan curcol. Jadi, ini harapan saya atas para ayah di muka bumi. Get ready, it won’t be that hard but never take it easy 😃

Apa sih ciri-ciri ayah asyik itu?

+ Mengutamakan kepentingan anak. Ada kebiasaan yang kudu hilang perlahan ketika Ayah punya anak, misalnya merokok atau bawa pulang teman-teman yang merokok. Misalnya juga bicara kasar atau bawa pulang teman-tema yang hobi bicara kasar. Ehehe, jadi ayah adalah momentum untuk berubah. Menjadi lebih baik tentu sajahhh.

+ Melindungi mereka. Tugas utama ayah adalah pelindung. Pastikan rumah aman buat anak-anak, apalagi yang masih kecil. Saat berkendara, ayah wajib peka pada safety riding gear seperti helm, seat bealt, central lock, dsb. Ayah juga wajib mengecek anak apakah sudah naik dan turun semua dari kendaraan dengan aman, apalagi kendaraan umum. Jadi, Ayah, ketika jalan-jalan di tempat umum, Anda yang kudu paling rempong! #rasain 😃

+ Menyisihkan waktu khusus buat anak. Kami tahu Ayah sibuk berjuang cari nafkah buat kami, tapi anak-anak juga perlu waktu yang berkualitas dengan ayah. Kata Bu Elia, ayah adalah pembangun utama karakter anak, ibu yang menjaganya.  Jadi, intensitas kedekatan ayah dan anak sangat menentukan model karakter yang diharapkan. Ayah, hal terpenting yang kami perlukan dari ayah adalah WAKTU. Jadi berikan kami waktu khususmu. Setelah itu, baru kami perlu beli sepatu, buku, hape terbaru buat ibu #eh; kami juga perlu pinjam laptopmu, diantar pilih baju, hingga piknik ke Timbuktu #ayahpingsan

Just kidding—berikan waktu khususmu, Ayah, please. Bukan yang sisa, bukan yang sesempatnya.

+ Memberi anak pelukan. Ayah, jangan takut menunjukkan cintamu. Pelukan bagi anak adalah tabungan rasa tenang, pelepas tekanan. Pelukan dan cinta dari ayah akan membantu anak lebih kuat lahir batin.

+ Bermain dengan anak. Pilihannya banyak, tergantung kondisi dan kekhasan keluarga. Anak-anak saya sedang senang bersepeda dengan ayahnya. Saat libur, putri bungsu saya selalu ribut ngajak ayahnya jalan-jalan—bukan buat beli-beli, katanya, jalan-jalan saja. Walau biasanya akhirnya sih beli-beli juga ahahah #modus. Yakult satu pak juga cukup, kok.

+ Membacakan anak buku.  Ini paling mudah dan murah. Ayah bisa baca buku bareng anak sambil selonjor di kasur. Nanti kita lihat, siapa yang paling duluan tidur 😃

+ Melibatkan diri sejak anak masih bayi. Untuk ayah yang punya bayi, luangkan waktu untuk mengganti popoknya, menyuapinya, memandikannya, menidurkannya, dan hal-hal yang bersifat “mothering” lainnya.  Ini akan menjadi pijakan hubungan yang kuat dengan anak di kemudian hari. Ingat, kulit anak itu merekam memori. Jika Anda tidak sering menyentuh kulitnya ketika bayi, jangan harap bisa menyentuh hatinya saat dia besar nanti #ancaman! 😃

+ Mengajarkan berbagai keterampilan hidup. Umumnya ibu tidak mengajarkan anak memompa ban sepeda, memperbaiki kran, atau memasang tali jemuran. Biasanya itu tugas ayah, termasuk tugas mengajarkannya pada anak-anak. Tugas seperti ini bisa menjadi wahana permainan yang menyenangkan dan produktif. Banyak yang bisa Anda ajarkan: berpikir logis, mengatur uang, merencanakan masa depan, memilih istri idaman #halah

+ Menjadi pembela ibu anak-anak. Jangan menyanggah ibu mereka di hadapan mereka, please jangan bertengkar dengan ibu mereka di hadapan mereka.  Cara Ayah memperlakukan Ibu akan membangun pandangan mereka pada diri mereka sendiri, pada orang lain, termasuk pada pernikahan. Bersikap baiklah kepada ibu mereka, walau mereka sedang tidak ada. Bantu pekerjaannya, muliakan dia sepanjang masa. Ajak dia jalan-jalan, makan malam, belanja … elaaah modus lageee.

+ Menjaga kesehatan lahir dan batin. Ini yang paling penting, Ayah. Ingat, hanya yang memiliki yang bisa memberi. Ayah akan mampu memberi cinta dalam berbagai bentuknya jika dia dalam keadaan sehat lahir batin. Please, Ayah, jaga kesehatan. Buat ayah buat keluarga. Mulai olahraga, kurangi makan makanan yang berbahaya. Kurangi belanja yang tidak penting, tabung buat masa depan anak dan traktir-traktir ibu mereka #baliklageee

Sudah, ah 😃 😃

Semoga ini mewakili curhat para ibu di seluruh dunia. Mari merumpi!

Kulwap ini disponsori oleh buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida.

Buku bisa diperoleh melalui penerbit Kaifa.
Salam takzim,
Anna Farida

http://www.annafarida.com

It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s