Tanya Jawab Bekerja dari Rumah

30 Januari 2017

Tanya 1:

Bisnis dirumah itu asyik. Tetap dapat mengawasi semua kondisi rumah, bisnis tetap bisa kita jalankan. Sehingga tugas-tugas masak, bersih-bersih, menemani si balita, tetap bisa berjalan beriringan (bahasa pas nya bisa di sambi-sambi 😁).
Tapi beratnya kadang jadi tak bisa membedakan kapan waktu kerja, kapan untuk rumah atau anak. Karena ruang dan waktunya sama. Belum lagi kalau ada tamu yang tak berhenti datang, atau datang saat pagi sekali atau malam.
Sudah mencoba membuat batasan waktu, tapi karena bisnis di rumah dan orang juga tahu kita ada dirumah, mau tak mau dilayani juga.
Ada tips atau solusi ga ya… πŸ˜ŠπŸ™

Oya, saya sudah memiliki 2 karyawan khusus utk bisnis. Tapi beberapa pelanggan kadang inginnya dilayani oleh saya 😁

Jawaban Bu Elia Daryati:

Judulnya adalah bagaimana memantaskan diri menjadi leader dan manajemen waktu.
Leader itu punya ciri: kekuasaan, legalitas, dan pendelegasian. Nah, hal yang masih perlu ditingkatkan adalah pendelegasian. Dimana harus mulai mempercayakan dan memberikan ruang pekerjaan pada staf dan meningkatkan kepercayaan staf atas kemampuannya.

Berikan pada pengguna jasa keyakinan bahwa ibu memiliki karyawan yang cukup berkualitas. Selanjutnya manajemen waktu dan pembatasan pelayanan pun harus diberikan batas yang jelas. Lambat laun pengguna jasa akan mengerti kapan harus dan bagaimana berhubungan dengan ibu terkait dengan usaha yang ibu bina.

Ini semua terkait dengan masalah manajemen. Manajemen dalam perusahaan dan manajemen waktu. Dituntut sikap yang lebih profesional. Lebih tepatnya belajar lebih profesional sebagai seorang pengusaha, sehingga setiap pengguna jasa kita dapat mengerti posisi kita sebagai seorang pengusaha.

Selamat bertindak lebih profesional dan asertif.

Jawaban Anna Farida

Dulu saya mengalaminya.
Ah, Mama Zaky kan di rumah saja. Jadi bisa, ya, ikut antar pengantin ke komplek sebelah, besok ketempatan demo masak, ya … atau saya main ke rumah sambil nunggu anak pulang sekolah … 😎

Sesekali ok, berikutnya saya sampaikan saya kerja jam segitu.

Panjaaaang menjelaskannya. Sambil bercanda haha hihi, lama-lama paham juga, sih.

Di rumah saya ada jadwal kerja. Saya atur pekerjaan rumah yang tiada habisnya itu. Misalnya, hanya cuci piring malam sebelum tidur – kalau nggak sengaja ketiduran sambil ngelonin si bungsu ya rezeki ahaha –
Nyuci setiap malam sambil nulis. Teriring doa bagi penemu mesin cuci. Saya pilih baju yang aman walau tanpa disetrika. Jadi ketika yang biasa setrika tidak datang, saya hanya setrika seragam dan baju suami.
Lain halnya kalau memang harus setrika sendiri 😐πŸ˜₯ saya lakukan sambil nonton ini itu.

Jadi curhat, haha.

Intinya, yang harus dilakukan orang yang bekerja di rumah adalah membatasi jam kerja rumah dan bisnis.
Setel timer sejam, bersihkan kamar, berhenti. Setelah itu kerja lagi.
Setel alarm, tata buku, berhenti. Setelah itu kerja lagi.
Selingan juga kan bikin sehat.

Sampaikan pada keluarga dan teman bahwa kitaΒ  bekerja jam sekian hingga jam sekian. Pasang tulisan di dinding, atau di kulkas jika perlu. Sekadar pengingat bahwa kita pun perlu berhenti untuk makan siang – tak perlu diingatkan itu, sih 😬

Pengalaman, saya pernah kerja tanpa alarm dan anak saya tertidur tanpa makan malam. Sesal kemudian tiada guna πŸ˜₯

So, tulis jadwal.
Dulu saya tulis dari jam ke jam, jadi anak dan suami tahu betapa kerjaan saya itu banyaaak.
Mereka juga tahu kalau saya FB-an dan WA-an artinya saya kerja. Sebaliknya, ketika bapaknya online, mereka bilang “Bapak sedang main WA”Β  😬😬

Itu untungnya punya kerjaan online. Anak tidak ngeh kalau ibunya juga sedang rumpiii πŸ™ˆπŸ™ˆ

Anna Farida: Sampun, Mahmud Admin Suci Shofia. Hanya ada satu pertanyaan βœ…βœ…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s