Bekerja dari Rumah

27 Januari 2017

Anna Farida: Salam sehati, Bapak Ibu. Ini kulwap kita yang ke-72

Kita akan bahas materi “Antara Kerja dan Rumah Tangga: bagaimana atur waktunya?”

Mudah saja, kan, bilang, rumah tangga dan kerja harus seimbang. Pasutri harus saling bantu, saling pengertian, ehehe, pas praktiknya tak sedikit yang jungkir balik.

Keseimbagan antara mengurus keluarga dan pekerjaan itu kompleks, Bapak Ibu. Yang terlibat di dalamnya ada pertimbangan finansial, peran gender, manajemen waktu, pembagian porsi kerja, daaan sebagainya.

Masing-masing pasutri memiliki kekhasan, jadi metode yang cocok bagi satu keluarga belum tentu pas untuk keluarga lain.

Jadi, saya hanya akan menyampaikan prinsip umumnya saja, nanti kasus bisa dibahas sambil rumpi.

Prinsip utama:
Jika kita berkata bekerja demi keluarga, kurang pas jika kemudian keluarga jadi terabaikan karenanya.

1. Rencanakan. Sejak sebelum pernikahan sebaiknya sudah ada kesepakatan tentang bagaimana pola kerja akan dijalankan. Pilihan kerja di luar atau di dalam rumah mesti dibahas sejak awal.

2. Ini proses. Menyepakati ritme kerja dan keluarga adalah proses. Tak jarang yang menemukan bahwa rencana yang sudah disepakati bubar di tengah jalan. Yang paling lazim adalah para istri atau ibu yang terpaksa berhenti bekerja demi keluarga.
Saya sering menulis pada berbagai kesempatan bahwa perempuan itu ada yang memilih di rumah ada yang dirumahkan.
Jadi, ketika rencana tak berjalan semulus yang diharapkan, kalem dulu. Bahas ulang, sesuaikan ulang.

3. Saling atur. Jangan langsung mendiktekan keputusan dengan berkata, “Aku saja yang kerja kamu di rumah karena penghasilanku lebih besar.” Itu alasan yang tidak sehat dan bisa melukai pasangan.

4. Hargai. Jika pasangan Anda mengambil peran lebih besar di rumah demi memberikan peluang untuk bekerja, hargai dia. Dia di rumah bukan karena tak mampu menghasilkan uang, tapi berbaik hati menyisihkan sebagian keinginannya untuk eksis di luar. Jika pasangan Anda meminta Anda di rumah dan mengurus keluarga, hargai dia. Pekerjaan itu pilihan, keluarga itu kewajiban.

5. Buat daftar tugas di rumah. Mengerjakan tugas rumah bersama itu mengeratkan kemesraan pasutri dan melekatkan keluarga.

5 saja, sudah kebanyakan ngoceh saya.
Sebentar lagi keluar bawelnya (atau sudah?)

Kulwap ini disponsori oleh buku Marriage with Heart dan Parenting with Heart karya Anna Farida. Sudah punya bukunya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s