26 Januari 2017

Ceritanya admin kulwap Keluarga Sehati sedang menawarkan usulan pembahasan setiap minggunya.

Sr: Mengajarkan perlindungan diri pada anak sejak dini.

Kasusnya begini:
Anak saya (3,5th) beberapa kali diganggu anak lain. Contohnya waktu di masjid. Dia ikut salat berjamaah. Lalu ada anak yang usianya tidak jauh berbeda (sekitar 4th) mendekati, melihat dengan sinis, lalu menginjak kakinya beberapa kali. Persiiiissss seperti pelaku bullying di sinetron-sinetron (sok tahu padahal gak pernah nonton sinetron, hehe). Anak saya diam aja. Gak nangis, gak menghindar, gak membalas. Cuma bergeser dikit waktu kakinya diinjak.
Seusai salat saya tanya padanya, sakit atau tidak, tadi diapain sama kakak, dia cuma jawab ‘nggak’ ‘nggak’ 😣
Pernah juga waktu didorong-dorong sama anak yang lebih kecil, dia juga diam aja. Pulangnya malah cerita ke ayahnya ‘Ayah, adiknya gak nakal, tadi adik cuma mau lewat, jadi adik dorong-dorong’.
Padahal sudah saya kasih tau beberapa kali, kalau ada yang nyakiti, bilang “jangan”. Atau lari, atau pukul. Tapi dia tetap keukeuh “nggak”. Huhu. Ibuknya yang gemes.

Suci Shofia: 😅 kok pintermen “adiknya ga nakal”

Sr: Saya antara bangga sama khawatir 😅
Potensial banget jadi korban kalau gini. Walaupun gak kelihatan cengeng.

Suci Shofia: iya kesannya mengalah ya

Y: Bener nih, anakku juga suka jajanannya disekolah dimakan sama temennya tapi klo gak ditanya gak cerita. Botol minumannya dan barang-barang lainnya suka dibuat mainan sama teman-temannya, bahkan diambil.
Saya tanya, kamu marah gak? Marah tapi temennya gak nurut. Kamu bilang gak sama bu guru? Bu gurunya diem aja 😥

Sr: Iya lho. Sudah dikasih contoh on the spot dan penjelasan setelah kejadian tetep aja. Malaterang2a-teranganan menolak, bilang “nggak” waktu saya kasih tau untuk bertindak.

Y: Memang sih perawakan anakku termasuk kecil dibanding teman-temannya.
Apakah itu yg menyebabkan dia jadi gak suka main sama teman-temannya???
Gimana cara mensiasati agar mentalnya gak tertekan?
Takutnya tanpa kita sadari kejadian-kejadian itu membekas dalam dirinya 😥
Er: Tema nya pass banget tuh …
Butuh banget buat anak saya yg 3,5 thn.
Kejadiannya hampir-hampir sama. hehe …

Suci Shofia: mbarepku juga gitu dulu😉
Sr: Ternyata banyak ya yang ngalami. Anak dihindarkan dari kebiasaan main tangan tapi malah jadi korban.
Suci Shofia: pengalaman pribadi ya sering-sering diingatkan untuk selalu berani melawan (katakan tidak), kalau masih mengganggu bilang bu guru (di sekolah), bilang ayah bunda (di lingkungan rumah), sempet juga pesen balas aja, tapi muncul rasa bersalah hihihi. jadi ya berani bilang tegas, enggak boleh.

pernah suatu waktu ada kakak kelas gangguin, eh tiba-tiba dia nantangin. sudah pasang kuda-kuda juga katanya. meski ga ngapa-ngapain juga. kakak kelas jadi mikir lagi mau gangguin.
Sr: Dikasih tau terus lama2 bisa tegas juga ya 😁
Eu: Pengalaman saya, anak umur 5 tahun. Lapor ke guru kelas. Guru berinisiatif mengobservasi. Memisahkan semantara dalam beberapa kegiatan kelompok. Kemudian perlahan disatukan lagi. Dalam waktu pemisahan sementara. Kedua anak, baik pelaku maupun yg diperlakukan dibimbing diarahkan harus seperti apa berteman. Sebagai orang tua pun kami diberi laporan perkembangan.
Kh: Sammaaa… ☺
Malah kejadiannya sepengetahuan guru…
Ceritanya, pipi anak sy pulang dari sekolah luka (sedikit), pas sy tanya, dijawab jatuh dari ayunan.
Besoknya ketemu bu guru, bukanntanyaaa tanya, malah bu gurunya yang mendekati saya & bertanya. Barulah saya tahu kalau ternyata pipinya habis “kena” cakar, hihi…
Ibu gurunya juga bilang kalau anak saya cenderung diam saja, tidak menangis juga… oleh ibu guru diberitahu, kalau memang tidak mau melawan, setidaknya menghindar saat ada temannya yang ganggu… Alhamdulillah, kejadian seperti itu bukan kebiasaan, hanya bersifat insidental saja…
Dan ternyata si teman yg pernah gak sengaja “nyakar” ini jadi teman anak saya juga pas SD, bahkan jadi teman baik anak saya. Kalau diingatkan kejadian waktu TK itu, mereka sama-sama tersenyum. Sekarang mereka sudah SMA, & tetap jadi teman baik… ☺
Sr: So sweet cerita anaknya Mbak Kh 😍
Kh: Bener Mbak Sr… saya pun ikut merasakan sweetnya… 😍😊
Suci Shofia: oiya, guru berinisiatif membuat dongeng dari boneka tangan pas ada murid sekelas main beranteman, eh ada yang mukul beneran.
Eu: Nah bisa juga kejadian begini …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s