Diskusi Duit

Jumat siang di bulan oktober, tanggal 21 tahun 2016

Peserta kulwap Keluarga Sehati yang disponsori oleh Buku Parenting 1With HEart dan Marriage With Heart karya Anna Farida dan Elia Daryati, berdiskusi seru seputar mengatur uang.

N: ๐Ÿ‘๐Ÿผ๐Ÿ‘๐Ÿผ good thoughts.
Kami menerapkan beberapa hal yang sama di keluarga.
Tapi yang utama dan tidak boleh lupa adalah anggaran sedekah. Minimal 2.5%, maksimal tak terhingga. Diambil dariย  pemasukan apa saja (rutin seperti gaji maupun rezeki tak terduga seperti bonus).
Lebih lega saja kalo pos itu terpenuhi duluan.

H: naaahh nikah 4,6 tahun kami blm bisa mengelola uang, kalau ada apa-apa baru kelabakan , saya istri yang klo pegang uang pengennya jajaaaaan muluk ๐Ÿ˜

Dna: Saya rapi manajemen keuangan sejak lama. Sejak kecil, malah.

Setelah berkeluarga lebih rapi lagi. Baik keuangan rumah tangga, bisnis maupun organisasi. Semua saya pisah enggak dicampur aduk.

Bahkan sering para ibu rumah tangga dan Mompreneur konsultasi masalah keuangan pada saya. Rata-rata yang jadi kesalahan umum, ibu-ibu itu malas mencatat atau tidak pernah mencatat pos-pos pengeluaran rutinnya. Akhirnya terbawa juga saat mereka terjun ke bisnis. Keuangan RT dan bisnis disatukan. Ini kesalahan kedua.

Urusan duit memang sangat sensitif. Sebesar apapun yang didapat tidak akan pernah cukup kalau pencatatannya kacau-balau.

Sebaliknya, pendapatan minim tapi pintar mengelolanya itu keren. Apalagi masih tetap bisa menabung.

Alhamdulillah, saya diminta banyak ibu rumah tangga dan ibu RT yang terjun di bisnis untuk menjadi mentor Kelas Manajemen Keuangan Ibu Rumah Tangga juga Finansial Management For Mompreneur.

Y: Iya, keungan saya kacau balau.
Uang bisnis dan uang rumah tercampur. Setelah itu pengeluarannya pun tak pernah di catat…
Ingin mulai membenahi nya. Hanya susah untuk memulai nya. Harus dari mana dulu.. ๐Ÿ˜‚

L: Mbk.Dna…mau atuh dishare tips tips me-manage keuangan rumah tangga….๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜ƒ

Y: Idem mbak Lย ah…
Bagi bagi tips donk…
Biar rapi lagi… ๐Ÿ˜‰

L: ๐Ÿ‘

H: Beli buku kas ๐Ÿ““ ๐Ÿ˜„

E: Satu tahun pertama menikah, saya pakai buku kas. Repot tapi karena uang terbatas, sangat membantu. Agar nggak sering kaget kemana larinya uang. Kok tiba-tiba habis ๐Ÿ˜€

Y: Betul betul…
Apalagi pas mau gajian jadi buka lembaran baru. Mulai sekarang, catat semua transaksi. # semoga bukan sekedar niat. Hehehe

Ys: Semua di catat kah? Termasuk yg recehan??

El: Berusaha seperti itu.. Walau sering ada yang lupa. Tapi akhirnya kita bisa punya kira-kita recehan tersebut lari kemana dan berapa jumlahnya
H: Kalau saya iya, ratusan rupiah juga sy catat ๐Ÿ˜ฌ

Kalau misalnya lupa atau hilang, tetep ditulis, ย keterangannya ya hilang atau lupa pengeluarannya apa.ย Jelas kelihatanย beda pengeluaran bulan ini sama bulan sebelumnya.

Dna: Cara memulainya: pisahkan uang pribadi dan uang bisnis.

Kalau tetap dicampur, enggak akan terlihat keuntunganya, atau malah bisnis yang sedang dijalankan mengalami defisit (rugi). Yang ada uang pribadi dipakai bisnis, uang bisnis tersedot untuk keperluan pribadi. Ini sudah sangat tidak sehat.

Banyak bisnis dan keluarga hancur karena pengelolaan yang salah (tidak tercatat). Ini dari cerita teman-teman yang konsultasi keuangan pada saya.

Ys: Ok,makasih semua atas saran-sarannya…
Mudah-mudahan bisa segera memulai…

Dna: Iya. Harus.

Apalagi kalau menjabat sebagai bendahara. Satu rupiah pun harus dicatat.

Saya bendahara organisasi sudah hampir 8 tahun. Ibu ketua tetap ingin saya yang pegang. Kenapa? Karena beliau tahu, saya rapi dalam hal keuangan.

Walaupun bisnis sedang sepi misalnya, saya enggak pernah pakai uang organisasi untuk nambah modal. Atau uang bisnis dipakai untuk keperluan pribadi. Enggak pernah.

Y: Alhamdulillah saya sudah bisa memisahkan antara uang penjualan sama uang pribadi, penjualan sudah sedikit rapi untuk pembukuan, tapi yang masih amburadul malah gak ke catet uang pribadi ๐Ÿ˜…

Dna: Semoga Istiqomah melakukannya, Bu.
He he …

Ayo dicatat juga.
Yang mau konsultasi. Japri saja, ya.

Ys: Aamiin
Terimakasih

DNa: Kalau yang malas catat di buku kas, catat di HP aja. ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Y: Sudah pernah di catet malah sudah punya aplikasinya, sama suami rutin cuman bertahan 2 bulan, soalnya dulu niatnya awal cuman pengen tahu rata rata pengeluaran sebulan habis berapa, dan paling banyak di pos apa, kelihatan banget prosentase nya… โ˜บ
Er: Pake aplikasi apa? Boleh tau? ๐Ÿ˜Š

Dna: Yang terpenting jangan lebih besar pasak daripada tiang. Jangan ingin terlihat wah di luar tapi rapuh secara finansial dari dalam.

Menabung saja dulu kalau ingin beli sesuatu tapi belum mampu. Hindari berhutang. Utang itu akan bikin susah tidur, lho. He he …

Y: Idem

El: Nah ini yang terpenting. Jangan besar pasak dari tiang. Catatan bulan lalu bisa dijadikan patokan untuk bulan depan. Berusaha selalu ada sisa tiap bulan. Punya tabungan. Karena setiap bulan tidak sama pos pengeluarannya. Misalnya masa bulan Ramadhan dan Lebaran serta masa awal masuk sekolah anak-anak

Dna: Betul, Bu.

Y: Aplikasi Expense IQ mbak

He em…
Iya nih…

Nabung nabung ๐Ÿ˜Š
Er: Oke, Mbak Y, terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿป
Kalauย aplikasi untuk bisnis emak-emak, teman-temanย pake apa ya?

Y: Sama-sama, saya bilang sama suami. Katanya mau di download lagi. Mau catet catet lagi๐Ÿ˜„

Dna: Banyak pilihan aplikasi keuangan di play store. Pilih yang ternyaman untuk dipakai. Ada yang versi bahasa Indonesia atau Inggris.

Aplikasi standar keuangan ada yang untuk IRT, UKM, bisnis, toko, perusahaan dll.

Kalau manajemen keuangan perusahaan lebih rumit lagi. Tapi aplikasi itu sangat membantu. Apalagi bagi yang malas mencatat di buku kas karena harus menghitung.

Pakai aplikasi, Saldo akhir, presentasi langsung terlihat. Jadi kita bisa ambil ancang-ancang kalau keuangan RT mulai menipis sementara pemasukkan lain belum ada.

Er: ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป

Y: Terasa pengeluaran kok tambah banyak, hihihi

Dna: Oya, jawaban-jawaban saya ini nanti saya akan rangkum di blog saya.

devynadyaaulina.blogspot.com
Kalau pengeluaran tambah banyak dan tidak bisa dihindari, solusinya: Menambah pemasukkan.

Y: Kalau saya masih manual belajar pakai aplikasi ireap

Lebih mudah pakai itu mbak

Iya kerja rodi..
Eh kerja keraaaaasss ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช
Er: Thx thx mbak Yย โ˜บ๐Ÿ™๐Ÿป

Dna: Sebelumnya saya pakai aplikasi apa, lupa. Terhapus karena HP error. Setahun ini saya pakai Money Lovers. Terkoneksi dengan Google. Jadi bisa dibuka dari HP manapun. Kalau HP satunya sedang di-charge.
Mau saya unggah gambar aplikasi yang saya pakai. Sayangnya di sini enggak boleh unggah foto.

Pakai aplikasi yang cocok, dengan scroll ke bawah aplikasi yang akan diunduh. Jadi kita tahu fitur-fitur di dalamnya.
Selamat merapikan keuangannya ibu-ibu. Supaya lebih disayang sama yang di rumah.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Ys: Japri aja boleh bu? ๐Ÿ™‚
Pengen tau. Belum pernah liat aplikasi keuangan manapun. Hehehe
Suci Shofia: Mb Dna: makasih tipsnya ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰
Dna: Sami-sami, Mbak Uci sayang.
Silakan.
Semangaaaat.๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜
At: Hindari berhutang. Hutang bikin susah tidur๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘setuju banget

Ba: Mksh mb Dnaย sharingnya
Butuh pencerahan juga ini โ˜บ

Is: wah asyik nih bisa konsultasi…

kalau konsultasi bisnisnya boleh gak?

terus aplikasi di hp namanya apa ya bu?

Dna: Boleh.

Is: sayiiik.. nanti saya japri ya bu.
terimakasih banyak
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
Ni: ๐Ÿ‘๐Ÿผ๐Ÿ‘๐Ÿผ

Dna: http://devynadyaaulina.blogspot.co.id/2014/11/rapi-menejemen-keuangan-kunci-sukses.html?m=1

Nq: Diawal menikah saya termasuk rajin catat catat..semua pengeluaran saya catat..termasuk prediksi pengeluaran..tapiii makin lama jadi malas (jangan ditiru) ๐Ÿ˜†..soalnya jadi bete sendiri kalau lihat uang berapa habis juga itu selalu dicatatannya..๐Ÿ˜‚…intinya saya belum bisa mengambil manfaat dari pola pencatatan yang saya lakukan..mungkin mba Dna bisa kasih saran..saya ndak punya bisnis saat ini..hanya mengelola gaji bulanan saja..Terimakasih ๐Ÿ˜Š

Dna: Rapi mencatat alur kas, baik pemasukkan dan pengeluaran, akan sangat bermanfaat bila kita terjun di masyarakat.

Itu di atas sudah saya share postingan blog saya dua tahun lalu, Mbak Nq. Bisa juga lihat postingan terbaru di FB saya.
www.facebook.com/devy.n.aulina2

Manajemen Keuangan bukan hanya untuk yang terjun dalam bisnis. Ibu rumah tangga juga sangat perlu. Bahkan pelajar yang diberi uang saku bulanan pun harus mulai mencatat keuangan.

Saya sejak SD bahkan sampai saat ini selalu diberi amanah jadi bendahara. Di sekolah, Karang Taruna, organisasi kampus, organisasi isteri pegawai bahkan komunitas-komunitas yang saya ikuti.

Saya diberi uang saku bulanan mulai kelas 1 SMP. Bagaimana cara mengelola uang saku yang hanya pas untuk ongkos angkot, cukup dalam satu bulan.

Kalau ingin jajan tapi uangnya kurang, gimana? Saya pulang sekolah jalan kaki. He he …

Alhamdulillah sejak kelas 1 SMP saya sudah ada pemasukkan dari menulis. Puisi-puisi saya saat SMP (tahun 1986 – 1989) sering dimuat di Majalah Sahabat Pena.
[10/23, 05:00] Yula Kulwap: Mbak devy saat add ya fb nya…

Sudah penuh kah โ˜บ

H: Wah, saya ada teman. Saya juga pegang uang bulanan sejak kelas 1 Tsanawiyah. Ada sih jatah uang jajan sedikit tapi jarang saya pake. Saya sama teman sebangku biasanya hanya jalan2 sekitar sekolah smpe bel istirahat habis. Uang jajan itu saya kumpulkan. Akhir bulan saya dan 2 adik perempuan saya akan shoping ke mini market ๐Ÿ˜„ Waktu itu org tua saya ke Jkt lnjt kuliah S2. Saya dan adik2 tgl di rmh kami ditemani adik ayah yg sdh berkeluarga.
De: Subhanalloh.. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘
Anna Farida: Kalian menggemaskan! Produktif sekali diskusinya ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŽŠ๐ŸŽ‰
Terima kasih sudah saling berbagi
At: ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Nq: Terimakasih mba Dna…semoga saya bisa kembali melakukan pencatatan keuangan dengan rapi..๐Ÿ˜Š๐Ÿ’

La: Hiks.. saya masih minus besar nih soal manajemen keu.

Ls: Boleh minta ijin untuk buat rangkuman di blog?
Suci Shofia: boleh, jangan lupa cantumkan sumbernya ya๐Ÿ˜Ž

Ls: Iya makasih ya mba
L: Mbk.Dnai terimakasih sharingnya…๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
Sama-sama. Maaf, enggak bisa menyapa satu-satu. Sedang perjalanan pulang dari Blitar.

Semoga bermanfaat sharing dari saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s