Tanya Jawab I Message dalam Pernikahan

Senin, 7 November 2016

12:48 WIB

Waktunya membahas pertanyaan yang masuk ke admin Kulwap Keluarga Sehati ke 60 dengan tema I Message dalam Pernikahan. Kuliah Via Whatsapp ini disponsori oleh Buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Anna Farida dan Elia Daryati.

Tanya 1:

Bolehkahh dalam komunikasi asertif ditambahi keterangan waktu? Misalnya, “Aku paling senang pas ayah mau bantu bersih-bersih rumah, apalagi kalau langsung dibantuin sekarang, nih … cintaa banget … hehe.. maksa.com … gak sabar klo pesannya gak langsung direspon 🙈🙈

Jawaban Bu Elia Daryati

Dalam komunikasi asertif boleh saja kita menyertakan keterangan waktu. Komunikasi asertif dapat dilakukan, jika iklim psikologis dalam komunikasi sudah terbangun sebelumnya. Jika tiba- tiba merayu untuk membantu, bisa saja terkesan memaksa dengan cara yang halus.

Dalam komunikasi asertif harus berujung pada azas kesukarelaan dari kedua belah pihak.
Adapun kalimat yang di atas tadi sesungguhnya sudah cukup baik dan sudah sangat asertif..👍👍👍. Jadi sejauh iklim psikologis dalam komunikasi sudah terbangun…biasanya walaupun bahasa yang disampaikan bersifat lugas atau pun halus akan terbangun saling pengertian dari kedua belah pihak….

Jawaban Anna Farida

Tentu boleh, makin spesifik makin baik—kalau perlu cantumkan jam dan menitnya #halah

Just kidding. Artinya kita ingin bantuan diberikan sekarang, ya sampaikan. Dan caranya pun layak ditiru, pakai bilang “cintaaa banget” ehehe.

Daripada bersaing jadi cenayang alias tukang ramal, mending bicara.

Apakah pasangan yang tidak memahami kita adalah pasangan yang tidak peka? Tidak cinta? Plis, deh. They just do not know. Sama dengan saya yang tidak pernah tahu pasti apa resep tongseng walau sudah googling berkali-kali. Sesederhana itu. Jangan dibawa baper. Anda mau piknik ke Nigeria? Bilang saja, OK?

Tanya 2

Bagaimana cara berbicara ke suami agar dia mau pindah kerja?

Menurut saya tempat kerja yang sekarang susah sekali untuk mendapatkan ijin salat jumat.

Jawaban Bu Elia Daryati

Jika keinginan ibu agar suami pindah kerja terkait dengan ritual yang tertanggu dalam hal ini sholat jum’at. Pertanyaannya apakah ibu saja yang terganggu atau suami juga merasa terganggu atau tidak? Jika nilai “ketidaknyamanan” antara ibu dan suami itu sama, maka meminta pindah pekerjaan itu mudah. Akan tetapi jika nilai ketidaknyamanannya tidak sama dan bagi suami hal tersebut tidak masalah itu yang tidak mudah.

Apa yang harus dilakukan ?

Samakan terlebih dahulu nilai-nilai spiritual mengenai kewajiban sholat jum’at. Apakah antara ibu dan suami sama. Jika memang antara ibu dan suami memiliki.pemahaman yang sama, hal ini tidak akan jadi masalah. Akan tetapi jika masih belum samakan dulu persepsi, selanjutnya secara bersama-sama cari solusi. Apakah memang harus pindah kerja (ekstrimnya) atau cukup bernegosiasi dengan perusahaan … secara jujur apa yang diinginkan atas keterbatasan dalam melaksanakan sholat jum’at.

Selanjutnya ambil sikap. “Take it” atau “leave it”

Jawaban Anna Farida

Pertama, mengapa pasangan bertahan selama ini di tempat kerja yang sekarang? Pernahkah dia mengeluh sulit dapat izin salat Jumat dan bilang ingin keluar? Atau dia anteng saja dan Anda yang merasa perlu “meluruskannya”?

Jadi PR yang sebaiknya dikerjakan dulu adalah menyamakan pandangan tentang salat Jumat, baru bahas apakah perlu pindah kerja atau tidak. Anda minta dia keluar, nih, apakah sudah ada alternatif pekerjaan yang lain? Dia bertahan walau sulit izin, pasti ada sebabnya. Jika ada tempat kerja yang menurutnya lebih baik, tentu dia akan memilihnya. Nah, standar baiknya ini yang kudu disepakati dulu.

Asertif sih harus, sampaikan pandangan denga cara yang baik, tentu.

“Aku lebih suka kalau Ayah bisa kerja gaji gede dan salat Jumat juga gampang.”

Coba perhatikan apa reaksinya. Dapatkah Anda menangkap deepest reason atau alasan terdalamnya?

Ini bukannya njawab malah nanya 😀
Anna Farida: Sudah, Mahmud Admin Suci Shofia ✅🎉🎊

Advertisements

One thought on “Tanya Jawab I Message dalam Pernikahan

  1. Pingback: I Message dalam Pernikahan – uchishofia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s