Diskusi Menerima Kekurangan Pasangan

Jumat, 7 Oktober 2016

Materi Kuliah Via WhatsApp kali ini mengundang peserta untuk memberikan suaranya.

N: dalam hidup berumah tangga,Β  prinsipnya give and take ya, bunda. Kalo kita selama ini terbiasa dengernya take and give makanya menuntut melulu baru mau memberi πŸ˜„

Materi yg bagus!

Y: Saling melengkapi, bagaimana ibu? ☺

Ir: kereen kulwap ke 56 syukron mbak Anna Farida.
Saya teringat postingan Teh Suci Shofia “memilih bahagia”,
kira-kira sayapun menyikapi perbedaan yang ada selain seperti disampaikan mbak Anna di atas adalah memilih bahagia ketika berbenturam dengan perbedaan suami, ambil setrikaan mengunung di setrika baju-baju sampe tipiiiisss untuk luapkan emosi, agar saat bicara tidak meledak-ledak … mengambil secangkir teh dan duduk samping kulkas sambil membaca syair-syair arab yg mengindahkan hati …. atau mandi di bawah shower sambil meneteskan airmata hahaha atau kalo udah akut ambil sajadah duduk manis tengadahkan tangan. Gue mah gitu orangnya. Berupaya berdamai dengan diri sendiri menjauh sedikit ke dapur dan sisi rumah lain sejenak dari anak-anak agar tidak kena imbas …

quote terakhir saya tukang nyasar, ternyata kita sama yaaa. Ke sekolah anakpun saya masih binggung πŸ˜‚

Y: Seandainya bisa ya seperti itu …
Mlipir dikit dari peradaban.

Andaikan itu bisa di lakukan, anak-anak bisa bagaikan kucing kehilangan induknya.

Meong meong meongπŸ™€πŸ™€πŸ™€

Ni: Kira-kira demikian πŸ˜€
Masalahnya, mungkin ada juga yang berpikir akan berbuat baik yang lebih kalo dia lebih dulu diperlakukan lebih juga kan, Bu…
Dimana ya saya pernah baca, bahwa dalam pernikahan kita seharusnya saling berlomba untuk memberikan yang terbaik buat pasangan kita. Kalo udah ngasih yang terbaik, Insyaa Allah akan dapat yan terbaik juga 😍

Iq: sedihh baca akhir-akhir ini bertebaran share tentang ibu-ibu yg menganiaya bahkan membunuh anak-anak katanya karena depresi. Menurut saya karena kita tidak mau berdamai dengan diri sendiri, tidak memilih bahagia. Β Menjauh sejenak saat bayi menangis tidak akan membuat sang bayi mati, malah melatih jantungnya. Setelah mereda emosi barulah kita dekap sang bayi.
Banyak faktor memang, namun jangan menuding karena perbedaan paham dengan suami. Saya pribadi selalu mendengungkan dlm hati “Allah jodohkan dengannya karena kami sekufu” dalam artian kami sama dalam banyak hal. Hanya saya yang perlu sedikit mengendalikan emosi biasa faktor U hihi.

Y: Aamiin Aamiin Aamiin.
Ide yang bagus bisa jadi cara menaklukkan gunung yang tinggi dengan cara menelusuri jalan bukit yang terjal. Pasti sampai pada puncak gunung dan bisa menikmati indahnya panorama sekelilingnya

Ihiiir…

Iq: terkenang waktu ke puncak deh 😘

Y: Puncak mana mbak iqa😍😍

Iq: husssh rahasia 😍😍 kayak kita butuh refreshing sejenak hahaha #nyasar

: Hahahahaha…
Saya malah ingat di saat honeymoon.
Bukannya diajak ke pantai malah naik gunung πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Iq: hahaha tapi sulit dilupakan, perbedaan suami senang suasana hening dahan pohon dan istri senang bunyi desiran ombak memecah sunyi. Intinya perbedaan itu indah antara suami istri tinggal cara bijak menyikapinya.

Y: Tak akan terlupakan sepanjang hayat selama masih di kandung badan, meski dalam perjalanan kami saling tak percaya, akhirnya ini lah belahan jiwa.

Hohoho …

Y: Betuuuuul…
Suami bukanlah orang yang romatis yang suka bawa sekuntum bunga mawar indah di tangan, yang diimpikan banyak wanita.

Sukanya malah iseng kasih kejutan yang tak terduga,☺☺

Iq: btw kok jadi kita berdua yang makin ngelantur, hihi … yang lain kemana …

A: Menyimak, Bu … tentang nyasar dan kecerdasan linguistikπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ sama.

Β Y: La iya malah …
Berpuisi sendiri …

Ayuk ikut komen ibu-ibu☺☺
Usia berpengaruh gak ya untuk satu hal ini?
Misal pasangan kita terpaut jauh, atau malah seumuran.

Iq: entah deh … dengar,dengar kalau suami lebih tua jauh lebih ngayomi. Kalau adik lebih manja hihi entah … colek bunda Hera, Bu nining, Β bunda Fina, senior-senior mana nih lempar 🍩 πŸ’.

Y: Kalau mbak Iq, termasuk yang mana?

Iq: nyasar bingung parkir mundur sisa 1 pula ditengah … dilema bu ibu nyetir. Hihihi kokΒ saya πŸ˜…nih?belum bisa jadi model masih perlu arahan …

Y: La maesteo belum ada yang muncul e… πŸ˜…πŸ˜…

N: hadeuuuuuhhhhh, seperti mudah ya Bu Anna kalau baca mah, tapi susaaah bangeuuut di jalankan….helep miiii….πŸ˜†

Sh: Suami saya lebih tua 15th, tapi lebih suka saya mandiri. Mungkin tuntutan pekerjaan yang harus konsentrasi dalam waktu lama kali ya. Tapi kalau tentang pengelolaan  konflik, saya tukang ngambek, suami problem solver. 😁

Y: Jadi, lebih ngayomi ya termasuknya… ☺

Sah: Mungkin begitu ya.

H: Baru baca, kebetulan lagi _break_ antar kelas. 😊
Materi kulwapnya _awesome_, as always.
Terima kasih mba Anna. πŸ‘πŸ»πŸ˜Š

Nz: Selalu materinya kereeen …

Ln: Materi kereeen….πŸ‘πŸ‘
Terimakasih bu Anna πŸ™πŸ™πŸ™

Tema tentang Β ‘Recehan’ dulu (lupa kulwap yang keberapa)sangat membantu istri untuk memahami kekurangan suami.
Nyambung banget dengan materi hari ini.
πŸ™πŸ™πŸ˜€πŸ˜€

Ni: Materi yang ini bikin ibu-ibu nostalgia ke masa honeymoon segala… Aseekk aseekkk

Is: Kulwap yang ke56 , tema-nya keren, prakteknya sulitnya minta ampyuuun.

L: Pada prinsipnya kudu sabar dan telaten nandur (nanam) dulu, berharap hasil panennya baik.
πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
Kadang nanemnya berminggu minggu baru panen …
Kadang berbulan-bulan …
Kadang tahunan …
Sabar dan doa padaNYA sangat diperlukan dalam hal ini…πŸ˜ƒπŸ˜ƒ
Semangaaaat….πŸ’ͺπŸ’ͺπŸƒπŸΏπŸƒπŸΏπŸƒπŸΏπŸƒπŸΏπŸƒπŸΏπŸ˜ŽπŸ˜Ž

Anna Farida: Sama-sama, Bapak Ibu.

Sebenarnya dalam setiap materi itu ada unsur curhatnya 😜  jadi terima kasih sudah jadi teman rumpi dan diskusi di Keluarga Sehati.

Ar: Ah Iya…Β  Saya juga masih ingat itu recehan…Β  Mengena sekali buat saya yang suka membesar-besarkan sesuatu. Wkwkwk

Masih harus terus belajar tentang recehan ituuuuπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

L: πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ sama saya juga..πŸ˜€πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s