Mengapa Homeschooling?

Image result for homeschooling pic
classichousewife.com

Jumat, 16 September 2016 Kulwap ke 53.

1:00 PM

Anna Farida: Mengapa homeschooling?

Salah satu peran, hak, kewajiban, tugas—apa pun sebutannya—orang tua adalah menemani anak memperoleh pendidikan sesuai dengan karakter si anak dan karakter keluarga.

Pilihannya ada bermacam-macam.  Umumnya orang tua bermitra dengan sekolah untuk memperoleh sebagian dari aspek pendidikan yang tidak bisa diberikan di rumah. Ada pula keluarga yang memilih homeschooling untuk anak-anak.

Apa pertimbangannya?

Jika ditelusuri secara teknis, alasannya bisa sangat banyak: ingin kembali pada konsep keluarga adalah madrasah pertama dan utama, tidak cocok dengan kurikulum sekolah, lebih ingin fokus pada bidang tertentu sejak dini karena anak sudah memperlihatkan minat yang jelas, anak lebih nyaman belajar di rumah, alasan kesehatan  atau keyakinan atau pekerjaan orang tua yang berpindah-pindah, daaan sebagainya. Itu alasan teknis, alasan yang paling mudah disampaikan ketika ada orang tanya mengapa anak tidak sekolah formal.

Menjelaskan bahwa pilihan pendidikan itu sangat luas bisa jadi sangat panjang dan yang diajak bicara pun belum tentu langsung bilang okay 😀

Jadi biar simpel ya dijawab saja, anak saya mau fokus jadi atlet, misalnya. Nanti begitu ditanya lebih jauh baru dijawab yang jauh juga.

Dua anak saya pernah homeschooling, ada yang  pernah sekolah jarak jauh, pernah sekolah tapi hanya masuk seminggu sekali, ada yang sekolah formal, pernah juga sekolah sampai tidak pulang alias masuk asrama – jadi saya secara pribadi berusaha untuk tidak nyinyir atau terpesona berlebihan pada pilihan pendidikan yang diambil orang tua bagi anak-anaknya karena setiap keluarga punya kekhasan, punya pertimbangan.

Karena judulnya mengapa homeschooling, saya mau cerita saja beberapa pengalaman yang membuat orang tua memilih mengambil alih pendidikan anak-anaknya secara penuh.

1.       Anak tidak mau (mogok) sekolah – ini alasan yang paling umum – ada yang tidak setuju menjadikan homeschooling sebagai pintu darurat. Kalau saya sih so what? Pintu darurat itu buat apa, sih? Jika memang menyelamatkan pendidikan anak mengapa tidak? Jadi kalau ada yang bilang hs itu pintu darurat ya santai saja 😀

2.       Tidak setuju dengan kurikulum sekolah. Kebanyakan teman-teman saya yang meng-hs-kan anak-anaknya punya wawasan pendidikan tersendiri terkait kurikulum. Kurikulum bagi setiap anak kan seharusnya khas, dan ini tidak bisa dipenuhi oleh sekolah yang memang menggariskan keseragaman.

3.       Anak punya minat tertentu dan bisa dipupuk sejak dini. Bukan hanya atlet dan seniman, anak-anak yang terlihat tertarik pada politik atau filsafat sekalipun bisa ditemani secara khusus.

4.       Ingin memberikan kebebasan pilihan pada anak – ada juga yang memang tidak ingin mengikat anak dengan target yang biasanya memang dibuat oleh orang tua. Di sini orang tua tidak menyusun struktur hs-nya, tetapi mengikuti pola belajar dan kehendak anak – ada yang  menyebutnya pembiaran, ada yang menyebutnya memberi kepercayaan pada anak. You are what you think 😀

Ada beberapa pelaku hs di ruang kulwap ini, saya sudah bukan pelaku – jadi informasi dari teman-teman akan lebih mutakhir.

Silakan berbagi – bukan untuk jadi warga mainstream yang mempertentangkan sekolah dan homeschooling, tapi untuk saling menghargai pilihan masing-masing, saling belajar, bukan saling cakar, ahahah.

Kulwap ini disponsori  oleh buku Parenting with Heart dan Marriage with Heart – buku bisa diperoleh melalui Teh Aan.

Salam takzim,
Anna Farida

www.annafarida.com

It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s