Mantan Oh Mantan

Jumat siang, 9 September 2016

Kulwap (kuliah via whatsapp) Keluarga Sehati yang disponsori oleh Buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart selalu membuat peserta senyum-senyum sendiri, was-was, deg-degan, emosi bercampur aduk, hahaha.

Anna Farida (narasumber Kulwap Keluarga Sehati):

  • MANTAN OH MANTAN

Salam sehati Bapak Ibu semua. Beberapa hari yang lalu, saya menangkap satu pertanyaan yang bikin nyengir di ruang kulwap kita, bagaimana kalau ada mantan dari suami yang meng-add media sosial kita. Halah, penting banget, ya. Tapi ternyata memang penting, buktinya jadi topik hari ini.

Rasanya saya pernah bahas hal ini, tapi ternyata tidak ada dalam daftar materi yang pernah kita rumpikan. Ya sudah, bahas saja sekarang.

Kita definisikan dulu bersama apa yang disebut mantan. Dalam pembahasan hari ini, mantan meliputi orang yang pernah memiliki kedekatan romantis dengan kita dari masa mana pun. Kedekatannya seperti apa relatif, ya. Ada yang merasa dekat karena ada kata jadian, ada juga yang sudah ge er padahal hanya diajak senyum atau dititipi salam #halahbanget

Artinya, ada perasaan lain yang tersimpan terhadap orang tertentu, khususnya dari masa lalu.

Lantas, apa yang bisa dilakukan agar mantan itu tidak ikut punya peran dalam pernikahan kita?

Sebut saya kuno, nggak fleksibel, atau apa pun. Jawabannya hanya satu: SETOP.

Jauhi, hentikan.

Kan sudah tidak ada apa-apa, jadi bisa berteman? Pilih teman yang lain. Tidak ada apa-apa bisa jadi apa-apa.

Kan kami mau kerja sama secara profesional? Di antara ribuan rekan kerja potensial, mengapa harus pilih mantan?

Kan tidak boleh memutuskan silaturahmi? Plis deh, ah, silaturahmi jadi alasan. Kunjungi saja saudara-saudara kita di permukiman kumuh, ajari mereka bahasa Korea kalau Anda bisa ahahaha—itu juga silaturahmi namanya.

Justru menurut saya, silaturahmi terbaik dengan mantan adalah dengan menjauhinya. Tsaaah!

Bu Elia dalam buku Marriage With Heart menyampaikan bahwa semua manusia punya peluang jatuh cinta (lagi), dan mendekatkan diri atau tidak segera menjauh dari mantan itu namanya cari perkara.

Percikan api  itu pernah ada, dan kita tak hendak membuatnya menjadi bara, dong.

Jika kita tak nyaman pasangan kita dekat dengan orang yang tidak kita sukai, demikian pula dia. Jadi saling menjaga perasaan masing-masing adalah upaya kebaikan yang bisa kita berikan kepada pernikahan kita, berapa pun usianya.

Rumpian saya tidak bisa panjang karena nulis pakai laptop yang tuts-nya tidak enak. Lagi pula, membahas topik ini panjang-panjang hanya akan membuat kalian tambah senang dan terkenang-kenang, ehehehe.

Kabooorr!

Kulwap ini disponsori oleh buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida. Buku bisa diperoleh melalui Teh Aan.

Salam takzim,
Anna Farida

www.annafarida.com

It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s