Diskusi Pengasuhan Time Out

Jumat siang, 12 Agustus 2016 di grup Kuliah Via WhatsApp (Kulwap) Keluarga Sehati, yang disponsori oleh Buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Anna Farida dan Elia Daryati, sedang berdiskusi cantik tentang Time Out.

1:17 PM

Y: Banget, Mbak Suci … Tapi yg berperan ayahnya.. (Dulu). Sampai sayapun merasa “terjajah” karena harus manut apa kata beliau. Kalau baju tidak merasa “seksi’ dan menarik perhatian orang pasti disuruh ganti. Sedangkan saya orang yang type-nya tidak mau menjadi lirikan orang lain. Saya terapkan ke anak-anak silakan pakai yang mana saja asal pantas dan tidak melanggar etika. Disini kadang saya kalau mau bepergian harus ribut dulu 😖☺

Suci Shofia: Mb Y ukuran pantas dan tidak melanggar etika seperti apa misalnya?

N: Urusan ‘memerdekakan anak’ (dan siswa) banyak saya pelajari dari suami. Ketika suatu saat si Aa yang usia 2 tahun pakai baju yang enggak matching saya ngadu ke suami. Eh jwbnya, ‘biarkan dia mengekspresikan dirinya’. Saat si bungsu usia 10 tahunan ngotot masang kartu peserta lomba dari rumah. Saya ‘ngebujuk’ untuk memasangnya ntar pas sampe tempat. Suami saya bisik-bisik, ‘kenapa sih ibu yang repot?’ hehehe, bukan repot, malu, jawab saya. Eh suami bilang, ‘ibu terlalu mendengar omongan orang sampe ngorbanin kebebasan anak’, gubrag!

Suci Shofia: Mb N, mirip euy. Saya yang suka protes kalau baju ga matching.

Akibat “Suka dengerin omongan orang” 🙈
N: 😀
D: Kita ini ibu-ibu tipe perfeksionis mungkin ya… 😁
Anak pakai baju apa, suami pakai baju apa… hihihi
Kalau saya sih bukan karena omongan orang tapi gak enak aja dipandang😂
Suci Shofia: Mb D: itu juga😁
D: 😁😁

Suci Shofia: Suami juga bilang, “biarin aja” anak maunya seperti apa. Kan selera masing-masing. Si sulung memilih menggondrongkan rambutnya. Saya jadi lebih banyak cuap-cuap untuk rajin keramas.

A: Saya suka anak saya gondrong, tapi tak ada sekolah yang membolehkannya 😁

Suci Shofia: Mb Ati: Ada di jogja. Kanisius kalau tidak salah.

I: Kalo di rumah, saya bukan tipe perfeksionis jadi suka-suka anak mau pake apa karena baju juga hanya terbilang dikit 😂 dan ada pasangannya

Tapi kalo mau beli baju nahh, biasanya suami saya yang lebih cerewet bahkan urusan pakaian yang harus saya beli apalagi anak-anak.

Da: Saya ada kisah anak yang maunya segala yang di pake bermerek. Malu nanti kalau dikira orang  enggak punya. Sampai-sampai yang membelikan cari barang KW plus sedikit pesan jangan sampai ketauan si anak. Saya pikir ini yg namanya tidak “merdeka”, terpenjara gengsi.

Suci Shofia: Kalau soal pilihan belajar,  saya serahkan ke anak-anak mau belajar apa. Kita sebagai orangtua mengenali tipe anak, cara belajar, dan hal-hal yang dia sukai. Tetap dengan mengenalkan aneka bidang ilmu.

L: Kok pas banget ya..yang saya alami.
Si Sulung sekarang kuliah semester 3. Punya sandal jepit favorit sejak 3 SMK yang sampai sekarang masih dipakai. Itu sandal jepit sudah tidak ada bentuknya (menurut saya) namun bagi dia masih nyaman dipakai. Pulang liburan dari dan ke Jogja masiiih setia dipakai.
Duh…! Gemes pengen lihat dia ganti sandal. Sudah beli yang baru (karena saya paksa beli baru), eh…yg baru tidak dipakai.

Bapaknya hanya berkomentar : Yang penting dia nyaman dan PD yo wis laah….

😆😁😁😁

Suci Shofia: Itu yang terpenjara ortu nya. Awas menular ke anak!!!

I: Suami suka bilang ke saya enggak cocok dll, padahal saya only black bajunya.. Begitupun pakaian untuk anak-anak, suami rewel untuk baju apalagi sepatu kami harus sejam di toko milih sepatu. Anak mau ini, suami enggak setuju. Keliatan muka anak manyun pengen sepatu princess  ehh daddynya belikan sporty katanya biar nyaman. Disitu kadang sy merasa sedih sendiri

Suci Shofia: Jadi inget si kecil (5), ke acara kondangan pakai sandal jepit. Dia lagi suka pakai itu. Mana kotor lagi🙈

I: Sy binggung menjelaskan… Semua sepatu sandal anak-anak perempuan saya sporty. Sepatu princess (kta anak) enggak ada biar satu sampe sering bilang ummi kenapa kita pake sepatu kayak punya laki-laki 😅

H: Nimbrung ya, ntah nyambung ntah gak, hehe. Ini bukan anaknya tapi emaknya. Saya kemarin naik podium ngisi seminar di UMS pakai sandal jepit, hehe. PD aja tuh…

L: 😃😃😆
Yang repot saat ada orang luar yg ikut berkomentar. Neneknya misalnya …: Anakmu itu lhoo…sandalnya sudah tidak layak pakai..

😁😁😀😀😆😆

I: 😂

Suci Shofia: Kasian dong, si lil princess. Kalau anak-anak lagi suka sama sepatu tertentu, sudah diarahkan tapi tetep pada pilihannya, ya kami angkat tangan. Nanti kalau pas dia merasa enggak nyaman, next time ga milih sepatu yang sama.

I: Maunya seperti itu, tapi heran juga koq suami saya slalu ngotot belikan yang sporty sampe saya pun merasa belom merdeka karena sepatunya pun sporty bingung kalo ke pesta untungnya belom ada yang ngundang kondangan 😂

[8/12, 2:20 PM] Suci Shofia: Ini lho saya ga tahan kalau ada komentar kaya pengalaman Mb L. Bapaknya nyantai aja jawabnya sambil senyum-senyum lagi.

D: Saya suka kalau anak-anak bebas dan mengenakan apa yang dia mau dan ada, asalkan tetap sopan, menutup aurat dan menghormati yang punya acara atau tuan rumah.

E: Anak yang merdeka… Bajunya waktu SMP cuma tiga warna, hitam, biru tua, dan hijau tua. Sampai saya ditegur neneknya, kasian cucunya cuma punya baju 3 helai 😀
J: Hmmmmmm, setiap rumah tangga berbeda karakter y, 😊😊😊A
A: Jauh bu, saya di Mjlk😄 tapi terima kasih infonya

Suci Shofia: Hehehe

Y: Yaa misalkan baju yang sudah sobek-sobek.. Menurut saya itu tidak pantas, Mbak Uci.. Walaupun kadang anak bilang temen-temen banyak yang pakai.. Dan sesuai tempat juga..

Da: Sepakat, dan kayaknya dah nular. Dan mungkin nular lagi ke yang lain 😦

L: Betulan, mbak.Suci…
Bapaknya lebih tahan dengan komentar dari luar…ibunya? Yaaa….agak nggak tahan sih sebenernya..he he
I: Sepertinya harus dibasmi dengan apa yaa😅

Suci Shofia: Vaksin anti gengsi. Tapi jangan pakai vaksin palsu, yaa

Da: Piye itu mbak? Cari di mana?

H: Anak-anak saya merdeka, semerdeka saya ngisi seminar pakai sandal jepit

Suci Shofia: Mb Da, menyuntikkan ke dalam diri untuk tidak diperbudak oleh dunia, 😉

I: anak saya ingin merdeka dari mandi…
aduh gmn ya….????
kasih solusi dong…
Apa harus diihlaskan saja dia tidak mandi?😱😭😭

Suci Shofia: Kalau saya merasa diri ga pantas kalau di depan khalayak ramai pakai sendal jepit😊

Y: Betuul, Mbak Uci

Suci Shofia: Hehehe. Anak sulung saya susah sekali kalau disuruh mandi. Tapi kalau lagi mau, ya tanpa diminta. Perlu diajak diskusi kenapa malas mandi. Kan mandi tuh biar badan bersih, wangi, keren lagi.

Y: 😂😂😁 kalau itu tidak boleh ikhlas, Mbak Iis.. Harus dengan alohumma paksakeun kata orang sunda mah

H: Berarti belum merdeka, hehe. Canda. Tiap orang punya rasa dan tingkat PD yang berbeda kan?

I: nah itu dia…adakah yang punya tips agar anak mau mandi tanpa disuruh/paksakeun…

H: Waktu kecil ada pengalaman apakah sehingga sekarang anak ga mau mandi?

Hu: si Dede ga boleh main kalau belum mandi… makanya semangat mandi biar cepet main😁 usia 3-5 tahun lagi masa-masanya susah mandi, merekedeweng kalau kata orang sunda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s