Tanya Jawab Menemani Anak Belajar Bertanggung Jawab

Senin, 18/07/2016 13:27 WIB

 

Tanya 1:

Saya ibu 2 anak.
Yang ingin saya ceritakan lebih tepatnya konsultasikan 😁 adalah tentang anak saya yang sekarang berusia 4 tahun

Anak saya itu sejak setahun yang lalu saya masukkan Daycare (full day), alasannya:
1. saya kerja
2. saya kurang percaya ART (sebelumnya saya gunakan jasa ART)

singkat cerita:
selama setahun di Daycare, si cantik memiliki 1 teman sangat dekat tapi dengan anak yang lain dia tetap berbaur, tetap bermain.
sebagai informasi si cantik nih tidak mudah langsung dekat dengan orang. Tapi kalau sudah dekat susah lepas 😉.

Tahun ini dia masuk TK (masih di tempat yang sama) naaaaahhhh … kebetulan teman dekatnya ini pindah ke Bengkulu. Menurut informasi dari pendamping di Daycare-nya beberapa hari ini dia tampak kebingungan, kehilangan karena pada kesehariannya teman dekatnya tersebut lebih mendominasi, si cantik anak saya itu lebih jadi “follower”.

Pertanyaannya:
Apa yang harus saya sampaikan ke anak saya dalam memberikan pemahaman berkaitan dengan kepindahan temannya tersebut. Juga dia harus memulai pertemanan yang baru?

ketakutan saya dia mogok (tapi mudah-mudahan tidak)

Kalau di rumah dia terlihat biasa saja. Saya pikir dia sedang beradaptasi dengan ketidakhadiran teman baiknya. Karena sifatnya memang tidak mudah dekat dengan orang. Tapi saya ingin membantu mendampinginya. Naahhh apa kiat yang bisa saya lakukan???

Terima kasih.

Jawaban Bu Elia Daryati

Persoalan yang ibu hadapi terkait dengan kondisi cemas perpisahan. Dalam setiap fase kehidupan selalu saja ada satu masa terjadinya bersama-sama dan berpisah.

Setiap individu secara alamiah mengalaminya. Dari kandungan ke kelahiran merupakan perpisahan awal seorang individu lepas dari tubuh ibunya. Selanjutnya dia menempel di tubuh ibunya dengan cara menyusu selama dua tahun. Kemudian akan berpisah lagi dan mulai meluaskan hubungan dengan lingkungan yang lebih besar, yaitu lingkungan sosialnya.

Jika “acara” perpisahan awal dari kehidupan berpisah dengan cara yang baik dan nyaman, hal ini akan menjadi bahan kepercayaan dasar anak menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Usia 4 tahun sebetulnya merupakan usia belajar mulai bersosialisasi dari dependensi ke independen. Dari soliter ke arah mengikatkan diri yang lebih luas dengan lingkungannya.

Beberapa anak mungkin lebih mudah untuk menyesuaikan diri dan beberapa membutuhkan waktu yang berbeda.

Jika memang putri ibu terlihat masih belum mudah, sesungguhnya dia sedang belajar. Buktinya tinggal di daycare dan berpisah dengan ibu, dia mampu. Hal ini menunjukkan adanya daya adaptasi yang cukup baik untuk usianya.

Kondisi cemas perpisahan mungkin akan terjadi, namun dengan anak tetap mau sekolah dan tidak menjadi lengket dengan ibu, itu juga merupakan indikasi yang baik.

Sekarang obatnya, sering-sering saja di peluk untuk meningkatkan rasa nyamannya….☺

Jawaban Anna Farida

Anak 4 tahun wajar jika memiliki ketergantungan pada apa pun (bukan hanya pada manusia) yang membuatnya nyaman. Walau seolah jadi follower, dia menemukan kenyamanan diemong, diasuh—bahkan pada level ekstrem, dia bersedia dibully sekalipun—Ada, lho, anak yang merasa dirinya eksis ketika di-bully. Itulah mengapa di masa-masa emasnya, termasuk masa balita, anak perlu orang tua selalu hadir bagi dirinya.

Ayah ibu yang bekerja wajib menyediakan waktu baginya—ingat, bekerja adalah pilihan orang dewasa. So, be matured. Ketika anak ditinggalkan, ada risiko yang mesti diperhatikan dan diantisipasi. Ini tanggung jawab orang tua 😉

Ada yang pernah curhat begini, “Saya ngantor Senin-Jumat. Sabtu Minggu masa kudu ngasuh anak. Saya liburnya kapan?”

Saya jawab, “Kamu libur ngasuh 5 hari, libur ngantor 2 hari. Jadi masing-masing ada hari kerjanya, masing-masing ada liburnya. Saya tidak akan pernah menyalahkan pilihanmu untuk bekerja di luar rumah. Saat ini mungkin itu pilihan terbaik untuk nafkahmu dan keluargamu.Tapi ingat, semua ada haknya masing-masing. Jangan juga kamu merajuk ke saya minta libur ngasuh anak sampai 7 hari seminggu.”

Anak akan merasa aman jika ayah ibunya hadir bagi mereka, walau mereka tak melihatnya secara langsung. Saat Ibu bekerja, sempatkan telepon, kirim pesan melalui guru di daycare. Ketika libur kerja, jadikan itu hari dinas berdua atau hari dinas keluarga. Jadikan hari itu hari yang paling dinantikan anak, jadi … play hard! Salam sayang buat Si Cantik.
Tanya 2

Anak saya berumur 10 tahun laki-laki kelas 5 SD. Bagaimana cara menerapkan tanggung jawab terhadap diri,orangtua dan Tuhannya? apakah sama dengan remaja?
Yang dipaparkan Bu Anna sudah pernah saya lakukan dan hanya berlaku 2 minggu. Dia protes karena teman-teman di lingkungan mainnya tidak seperti yang dia lakukan, mohon pencerahannya.

Terima kasih.

Jawaban Bu Elia Daryati

Menumbuhkan rasa tanggung jawab, embrio nya berawal dari sikap indipenden. Sikap kemandirian itu ada 2: kemandirian fisik dan kemandirian psikologis.

Semua kemandirian itu bermula dari activity daily living. Menolong diri sehari-hari. Seperti memakai baju sendiri, menyiapkan peralatan sekolah sendiri, membersihkan kamar sendiri, dll.

Atau segala hal yang menyangkut menolong diri sendiri dalam banyak hal. Kemampuan menolong diri sendiri ini lambat laun akan terbangun kemandirian secara psikologis. Saat anak belajar mengambil keputusan sendiri untuk beberapa hal dan mulai belajar memberikan pendapat yang baik bagi orang lain.

Jika ini sudah terbangun, berarti tanggung jawab pribadi mulai melekat yang pada akhirnya, anak akan tumbuh  menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Bagaimana anak usia kelas 5 SD? Usia kelas 5 SD, itu masih perlu diingatkan mengingat motivasinya masih belum konsisten dan membutuhkan motivasi eksternal untuk mengawalnya.

Jadi sekarang kita tinggal.melihat, sejauhmana nilai tanggung jawab anak sudah terbangun? Dan sejauhmana kita telah mengawali pendidikan kemandirian fisik dan kemandirian psikologisnya pada anak, melalui activity daily living?

Tinggal dievaluasi oleh ibu, dimana letak awal dari proses tanggung jawab ini telah terbangun. Jika kita tidak menanamkannya, kita sulit untuk kapan menuainya. Sudut yang besar selalu bermula dari sudut yang kecil. Terima kasih. Selamat merenung☺

Jawaban Anna Farida

Anak 10 tahun masih harus ditemani. Jadi memang belum bisa berharap memetik hasilnya 🙂 mungkin ada beberapa aspek yang sudah bisa dilepas, banyak aspek lain yang masih on off.

Umumnya anak 10 tahun masih senang bermain peran, selama orang di sekitarnya melibatkan diri. Misalnya, tugasnya adalah membersihkan semua mainan yang selesai dipakai. Dia akan senang jika orang lain di sekitarnya pun memiliki tugas juga. Jadi posisi dia tidak disubordinasi atau disuruh-suruh oleh yang lebih tua, tapi dilibatkan untuk berperan sebagai anggota keluarga yang sudah lebih dewasa.

Sebenarnya tugasnya sih sama, —> sama-sama membereskan mainan.

Yang membuatnya berbeda adalah menempatkan kegiatan membereskan mainan itu sebagai apa.

Tentang alasannya mengapa anak orang lain tidak melakukannya sedangkan dia wajib ini dan itu, iyakan saja. Tak perlu dibahas panjang lebar. Fokus pada tanggung jawab di rumah, tak perlu menjawab:

–          Ya kamu jadi anak orang lain saja ———-> plis, deh, nggak logis amat

–          Pasti temanmu itu malas ———–> hayah, nuduh

–          Kasihan ibu temanmu itu tak ada yang bantu ———> ealah, sotoy pula

–          Kamu anak Ibu, jadi nurut aturan ibu ———-> tetoot, Anda kurang beruntung

Jawab saja, “Iya, mungkin temanmu tidak dapat tugas ini. Kita sama-sama tidak tahu. Ayo Ibu bantu kerjakan.”

Fokus pada penyelesaian tanggung jawabnya, bukan memperdebatkan hal yang Anda maupun anak sama-sama tidak tahu.

Sip? Sip?

Sampun, Mahmud Admin Suci Shofia ✅
Terima kasih, Teman-teman, sudah mewakili teman yang lain bertanya.
Mari kita diskusi ☘🌿

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s