Membangun Kebiasaan Baik Pada Anak

Salam Sehati, Bapak Ibu.

Ini kulwap ke-46, semoga semua masih punya semangat belajar yang membara 🙂 Tema kita kali ini adalah membangun kebiasaan baik pada anak.

Nah, ini, nih. Faktanya, saya masih dalam posisi belajar dan mencari jalan terbaik untuk melakukannya secara konsisten.

Jadi, mari kita belajar bersama. Saya sarikan sebuah artikel untuk bahan diskusi dari zenhabits.net

Konselor keluarga, Leo Babauta, memberikan  sepuluh trik untuk dijajal bersama anak-anak. Ingat, ya, kata kuncinya adalah dijajal bersama.

+ Gunakan apreasiasi, bukan hukuman. Tak seorang pun suka hukuman, apalagi anak-anak. Mereka lebih suka diajak bermain dan dapat hadiah. Yang sering saya lupa adalah memberikan hadiah ketika anak-anak manis dan segera angkat suara begitu mereka berbuat salah #tobat

+ Bantu mereka fokus. Anak-anak biasanya cenderung mudah mengalihkan perhatian pada hal yang mereka anggap lebih menarik—bahkan dalam banyak kesempatan, anak-anak saya memilih tidur saat tahu harus mengerjakan tugas, ahahah. Jadi, bantu mereka untuk fokus. Ketika terlihat mereka hendak melenceng, ajak dengan berkata, “Yuk Ibu bantu bereskan. Ayah bisa bantu yang mana, nih?” bukan dengan mengomel, “Lho, belum selesai kok sudah main. Beresin dulu, dong. Tadi kan sudah janji. Gimana, sih, gampang banget melanggar janji. Tahu nggak, dalam agama, melanggar janji itu kebiasaan buruk dan ciri-ciri orang … bla bla bla.” —-> saya lancar sekali menuliskannya karena pengalaman #tutupmuka

+ Konsisten, minimal sebulan. Seharusnya setelah sebulan, kebiasaan baik mulai menemukan jalannya. Setelah sebulan, motivasi tetap perlu disediakan agar kebiasaan ini tetap bertahan dan anak merasakan betul manfaatnya. Ketika ada hari yang meleset, ingat start and restart. Coba lagi esok hari, lusa …

+ Jadilah teladan, libatkan diri. ucapkan selalu kalimat ajaib ini, “Apa yang bisa Ibu/Ayah bantu?” Dengan begitu anak akan melihat bagaimana orang tua menetapkan tujuan, menjaga fokus, mengatasi gangguan, hingga mengapreasiasi diri sendiri ketika menyelesaikan pekerjaan tertentu.

+ Rayakan! Ayo rayakan keberhasilan sekecil apa pun. Ketika mereka terlihat konsisten menjalankan kebiasaan tertentu, ini prestasi besar! Ajak mereka merayakannya untuk menghadirkan suasana bahwa mencapai tujuan itu sejuta rasanyaaaahh!

 

Jadi, mari berbagi, bagaimana cara Bapak Ibu membangun kebiasaan baik di rumah, misalnya tertib gosok gigi sebelum tidur—ini masih jadi tantangan di rumah saya, Ibu masih harus jadi satpam. Reward apa yang Bapak Ibu Berikan kepada anak-anak ketika mereka berhasil menjalankan misi secara konsisten?

Salam takzim,
Anna Farida

www.annafarida.com

It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s