Meneladankan Toleransi

toleransi
theodysseonline.com

17 Juni 2016 Jumat sore di bulan Ramadan

Anna Farida:

MENELADANKAN TOLERANSI

Salam sehati, Bapak Ibu, mohon maaf terlambat menge-post materi. Saya ada acara seharian dan lupa bahwa ini Jumat. Satu-satunya penanda hari yang sedang saya hafal belakangan ini adalah azan magrib 😀

Pada kulwap yang ke-40, (Serius? 40? Angka yang bikin gimana, gitu) kita akan membahas materi menemani anak belajar toleransi.

Kita hidup di dunia yang dihuni berbagai macam manusia dengan berbagai macam latar belakang. Untuk menjadi anggota masyarakat yang bisa saling berinteraksi dengan baik, toleransi adalah salah satu keterampilan yang perlu dipelajari dan dikuasai sejak kecil.

Sebelum mengajak anak jadi toleran, ada baiknya kita cek dulu apakah kita juga toleran 😉

Apakah kita bisa dengan mudah menuding orang Batak itu kasar, orang Jawa tukang basa-basi, orang Tasik pasti tukang kredit …

Apakah kita dengan mudah terpancing isu ASI vs susu formula, ibu bekerja di rumah versus ibu bekerja di luar rumah, Sunni Syiah, Muslim bukan Muslim, pribumi bukan pribumi, atau yang kabarnya sedang tren … itu … isu … eh nggak jadi, nanti jadi ganti topik ahaha.

Jika kita masih bisa dibuat ikut berkomentar pedas atas isu-isu yang bertebaran di media sosial atau di tempat lain, ada baiknya kita dulu, yuk, yang belajar toleransi.

Secara pribadi, saya punya prinsip yang bersifat sangat personal. Pilihan keyakinan, misalnya.

Saya pun tidak punya pilihan atas beberapa hal yang menjadi bagian dari diri saya: menjadi orang Jawa yang tidak begitu jangkung, misalnya.

Atas sesuatu yang saya yakini dan sesuatu yang terberi, itu wilayah pribadi. Orang lain tak boleh mengusik saya, saya pun tak boleh mengusik orang lain.

Kepada anak-anak, kita bisa meneladankan hal serupa.

Coba kita ingat-ingat lagi, apakah di rumah kita masih sering berkata seperti ini:

–          Dasar perempuan. Ah, di mana-mana perempuan sih memang cengeng.

–          Orang mana sih, dia? Ambon? Ooo pantas galak.

–          Homeschooling, ya? Nggak bisa gaul, nanti, anaknya!

–          Kamu Mama kasih ASI sampai dua tahun. Parjo temanmu itu enggak, lho. Mamanya kan kerja di luar. Kamu beruntung Mama selalu di rumah.

–          Anak kok nggak mau diam. ADHD, ya? – Giliran anak diam terus, “Anak kok diam melulu. Autis, ya?”

–          …

Sebenarnya itu kalimat yang terkesan wajar, tapi cara kita menyampaikan, intonasi, raut muka, termasuk pilihan kata bisa membekas kepada anak.

Cara pandang kita yang tidak tepat terhadap sesuatu yang berbeda dengan keyakinan dan pilihan kita terpantul dalam setiap kalimat dan bahasa tubuh.

Jika kita menghargai orang lain dengan segala perbedaan dan keunikannya, sikap itu akan tecermin dalam tindakan kita, dan terlihat oleh anak.

Mengajak anak meyakini pilihannya sekaligus menghargai orang lain yang punya pilihan lain bisa diteladankan dengan cara yang sangat sederhana: tidak mudah melontarkan komentar negatif terhadap orang lain, terutama jika itu berkaitan dengan keyakinan atau hal-hal yang terberi tadi.

Pada saat yang sama, meneladankan anak atas pilihan yang kita miliki, misalnya keyakinan beragama, harus dilakukan dengan cara positif pula. Perdalam ilmunya, perbaiki amalannya, perkokoh keyakinannya. Nggak usah pakai usil terhadap keyakinan orang lain. Know yourself the best you can, never “sotoy” about anybody else. Mempelajari dan membahas pandangan lain secara akademis tentu berbeda dengan asal komen, dong, ya.

Memang tak mudah membahas toleransi dengan anak ketika kita sendiri masih mudah menghakimi orang lain, padahal sekolah di jurusan hukum saja tidak #ehhh

Mari kita diskusi, saya masih mau rumpi tapi sudah mau berangkat ngaji 😀

Salam takzim,
Anna Farida
www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s