Diskusi (Bukan) Reuni Hati

reuni
quotesgram.com

Jumat, [13:14, 08/07/2016]

N: ☝termasuk yang dilarang suami reunian…menurutnya reunian cuma buat ngebanding-bandingkan saja..😅..sedikit sekali  temu kangennya.lebih banyak madhorotnya…katanya…
Id: Saya masuk mau reuni SMA siang ini 😊
Rn: Saya besok reunian sama temen SMA…😁

Suci Shofia: Peserta kulwap reuni yukkk
T: Terima kasih, kulwapnya, mba Anna 👍😊

Y: Yuuuukk,saya senin udah di Bandung… 🙂
T: Wah.. menarik 👍😊.
Tapi buat saya mungkin bukan ‘reuni’ tapi kopdar bertemu teman-teman baru. 😊

K: Mba Anna pas bangeeet saya lagi reunian SMP nih 😀

D: Alhamdulillah. Tadi pagi sudah reuni hati (reuni with heart) dengan Mbak Anna Farida. Walaupun kita ngobrol dengan agak berjauhan.😊

Terima kasih kunjungannya, Mbak Anna. Engggak terasa ketemu terakhir dua tahun lalu.Semoga pas saya ke Bandung lagi kita bisa ngobrol enak dan bisa boncengan lagi.😀😀

Cepat sembuh. Ditunggu buku seri with heart selanjutnya.😘😘😍😍

Cerita Reuni?

*Reuni With Heart*

Biasanya, moment Idulfitri adalah saat yang tepat untuk reuni keluarga besar. Ini saya rasakan saat saya kecil hingga tahun 1995. Sampai tahun 1992, kami masih tinggal serumah bersama nenek. Nenek sebagai orang paling sepuh dan dituakan di gang dan RW kami, setiap Lebaran rumah beliau (rumah kami) pasti ramai sebagai tempat berkumpul tetangga dan kerabat. Kenangan yang sangat menyenangkan.

Reuni kelurga besar perlahan pudar seiring bertambah besarnya kami dan mulai membentuk dan membina keluarga masing-masing. Juga nenek meninggal di tahun 1995. Jadi para sepupu berlebaran dulu di rumah masing-masing, baru mengunjungi rumah Pak De, sebagai kakak ibu yang tertua.

Begitu bertahun-tahun sampai saya menikah dan meninggalkan kota Bandung di tahun 2000. Setiap mudik atau pulang Lebaran, tidak ada lagi reuni keluarga besar. Reuni keluarga besar sekarang biasanya saat ada keponakan-keponakan yang menikah. Itu pun kalau saya bisa menghadirinya.

Karena saya sendiri hanya tiga bersaudara, reuni keluarga tidak segempita seperti saat saya kecil. Biasanya dua tahun sekali saya reuni keluarga di Bandung saat Idulfitri. Di rumah ibu saya.

Setelah menikah dan kebetulan saya berhari raya di Nganjuk. Maka momen reuni adalah reuni keluarga besar dari suami, dari garis ayahnya. Setiap tahun pasti diadakan dengan bergiliran yang menjadi tuan rumah. Juga reuni teman seangkatan SMA suami beserta keluarga.

Sedangkan reuni rutin teman sekolah adalah saat Ramadan tiba.  Teman-teman SMP dan SMA mengadakan acara buka bersama (bukber). Reuni Ramadan belum pernah saya ikuti. Kecuali reuni di luar waktu itu.

Reuni saat yang tepat untuk bersilaturahim dan menautkan hati. Menyambung kembali tali persaudaraan dan persahabatan yang renggang atau bahkan sempat terputus. Untuk itu hindari membicarakan sesuatu yang sensitif saat reuni. Mari bergembira dari hati ke hati. Happy with heart.

Q: Semangat jum’at dengan reuni. Aku pun tak ke mana-mana. Umeg di rumah wae. Hehe. Karena saya keburu melotot dan protes pada suami,akhirnya suami tidak pergi…

ha ha ha…

meski sebetulnya saya juga enggak kepengin ikut..he he
Anna farida: Oh, ternyata ada, ya, reuni yang jelas jelas melarang bawa pasangan 😛😎😁
C ada….😁
D: Kalau reuni angkatan, biasanya yang datang individu, Mbak Anna. Kecuali reuni SMA suami beberapa hari setelah Lebaran. Biasanya suami selalu mengajak saya dan anak-anak ikut. Saya juga senang bisa kenal teman-teman suami dan keluarganya. Bahkan ada sahabat suami saat SMP dan SMA yang saya mengenal mereka dan keluarganya sejak awal kami menikah.Untungnya saat SMP dan SMA saya enggak punya pacar. Jadi beberapa kali reuni SMP, ya enggak pernah ada efek apa-apa. Tidak ada istilah CLBK.

Saya malah belum pernah ikut reuni SMA. Bertemu hanya reuni kecil beberapa teman SMA. Itupun perempuan semua. He he he …

Saya pun selalu bilang pada suami kalau ada acara reuni dan ingin menghadirinya. Kalau suami mengizinkan, baru saya berangkat. Kalau tidak, ya mendingan di rumah saja, menemani suami dan anak-anak. Karena reuni sekolah untuk saya berarti harus menyisihkan anggaran khusus dan meluangkan waktu 3-4 hari hanya untuk perjalanan saja.😊

Ati Ada WA: Besok reuni SMA…ada cerita apa ya😄yg pasti takkan ada CLBK,  karena enggak punya pacar.

Anna Farida: A, bagaimana kalau begini:
Ehm dulu dia kurus nyebelin, kok sekarang jadi lumayan, ya, #eaaaaa
Prinsipnya kita balik ke tujuan semula, reuni mau apa

E: Sebagian besar niat bereuni adalah bersilaturrahim, saling menolong dan membangun network. Betul ada satu dua yang tersambung kembali dengan mantan atau pujaan yang dulu nggak berani ditembak.. Ini yang harus hati-hati. Jangan saling curhat kalau dengan pasangan sedang bermasalah.

Anna Farida: Kata Bu Elia, pertemanan dengan teman-teman masa lalu memang menyenangkan. Mereka tau kita tanpa embel embel apa pun. Tanpa tuntutan sebagaimana ketika kita sudah dewasa dan bekerja, misalnya.
Ada energi yang menarik kita ke masa lalu karena rasa nyaman itu.
It’s natural, so be natural.
No lebay no baper 😁
A: Biasa aja ah…rata-rata sekarang jadi melar😆

De: Besok reuni SD. Akan nampak seru dan menyenangkan karena ga pernah ketemu dari tahun 1987 😃 dan ga ada CLBK reuni SD mah 😃

Hu: saya biasanya Reuni nya sama Gengstar ber 5 ga ada waktu buat saling adigung, yang ada riweeuuhh ngurus anak masing-masing😂😂😂

De: Rata-rata yangg daftar bawa keluarga, saya pun sepaket, sekalian bawa anak-anak main hihi…

Iq: jangan salah mbak bener-bener ada terus berpose dengan suami-suami kita
hohoho  #nyengirnyesek pengen  ngemplang

D: Betul. Setuju.
Hi hi … setuju.
Saya belum pernah ikut reuni SD. Sebagian besar teman SD masuk SMP yang sama, SMPN 2 Bandung atau SMPN 5 Bandung.😊

Jadi reuni SMP sekaligus reuni SD.
Insya Allah, besok atau Minggu mau reuni kecil dengan beberapa teman SMA. Perempuan semua. Ini sudah berjalan lima tahun, saat saya pulang ke Bandung.

 I: ayooo saya dijakarta nih 😘

Nf: Jakartanya mana, Mba?

E: Saya dan suami satu angkatan di SMA …  jadi kalau reuni tentu kami datang bersama lengkap dengan anak-anak… ada teman yg protes… tapi saya bilang kami satu paket…jadi kemana-mana harus berempat… alhamdulillah… berefek kepada beberapa teman yang satu prinsip… jadi sekarang saya punya komunitas istri-istri dari teman-teman SMA dulu… bahkan bikin group khusus para istri agar bisa sharing berbagai ilmu… bahkan di luar reuni..kami bisa liburan bersama beberapa keluarga…
Sayangnya tidak demikian dengan teman SMP suami, saat dia bawa saya dan mereka membuat rencana untuk main bersama, usul suami untuk bawa keluarga di tolak mentah-metah… jadi begitu keluar dari acara tersebut saya langsung bilang… maaf kita sepakat 1 paket, jadi kalau ga boleh bawa aku dan anak-anak gimana? … ternyata suami juga ga mau pergi tanpa kami… reunian… selama itu tak mengganggu keharmonisan keluarga…ya oke-oke aja…
K: 👍🏻👍🏻
Sy: Wah baru tahu ini ada reuni yang melarang bawa pasangan dan anak. Pasti rentan..
Alhamdulillah selama ini reuni pasti sepaket juga. Dan gak pernah dengar protes. Malah senang karena bisa mengenal keluarga teman-teman. Memang ada cerita yang kurang baik pasca reuni, syukur tidak sampai menimpa keluarga kami.

L: Ada memang reuni yang tidak memperbolehkan membawa keluarga.
Seperti yg terjadi di reuni SMA suami..
Bunyi undangannya…bla bla bla…terakhirnya..kalau bisa tidak usah membawa keluarga….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s