Persiapan Menjelang Pernikahan

fe1ec-animated-love-mobile-wallpaper-34
ilustrasi

Jumat siang 27 Mei 2016

 

Anna Farida narasumber kulwap Keluarga Sehati yang disponsori oleh Buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart, membagikan materi seputar pernikahan.

Anna Farida berkata:

Salam sehati, Bapak Ibu. Kulwap ke-37, kita akan membahas  tema yang diusulkan beberapa peserta, yaitu persiapan menjelang pernikahan.

Maaf, saya baru ingat bahwa ada beberapa peserta kulwap yang masih lajang 🌿

Baiklah, mari kita ajak mereka merumpi. Saya terawang topik ini akan banjir diskusi karena Bapak Ibu pasti punya banyak pengalaman 👍

Hari itu saya dan Bu Elia Daryati siaran di sebuah radio. Dari beberapa pertanyaan ada seorang lajang yang mengaku ragu untuk menikah karena selalu merasa tidak siap.

Ehm, ini dia.

Ada juga di antara lajang di sini yang merasa seperti itu?
Saat itu Bu Elia menyampaikan bahwa kecemasan atau rasa tidak siap itu biasanya lebih berputar pada pesta atau acara pernikahannya—bukan pada menikahnya itu sendiri.

Yang lebih sering dibicarakan adalah gedungnya, kateringnya … bukan visi dan misi keluarga yang dibangun kelak – yang berurusan dengan pesta dibahas di awal, yang berkaitan dengan esensi pernikahan dibahas sambil bulan madu 😍 eheheh
Jadi, apa yang perlu dibahas sebelum menikah?

+ Yang paling penting adalah visi dan misi pernikahan.  Pastikan Anda dan calon memiliki visi searah. Mungkin latar belakang Anda dan pasangan berbeda, tapi visi dan misi kan bisa sama.

+ Sepakati mau bagaimana Anda berdua mengelola pernikahan, nilai apa yang akan jadi panduan. Ada yang sepakat menjadikan agama sebagai panduan, ada yang mengedepankan tradisi setempat. It’s about choice.

+ Bahas sejak awal, siapa yang akan bekerja di luar rumah dan konsekuensinya. Jika pihak lelaki ingin istri di rumah sementara calon tidak bersedia, lebih baik rencana pernikahan dipikirkan ulang. Jangan bilang oke di depan, setelah menikah main larang. Atau sebaliknya, sepakat istri di rumah, setelah menikah sang istri dibujuk agar mau bekerja di luar rumah. It happens. Jika memungkinkan,  terbukalah sejak awal.

+ Rencanakan bersama, apakah mau langsung punya anak atau menundanya. Alasan dan bahasannya bisa sangat bervariasi dan unik untuk masing-masing pasutri baru.

+ Perhatikan riwayat kesehatan calon. Jika ada potensi penyakit yang bisa ditularkan atau diturunkan dan pernikahan tetap jalan terus, semua pihak paham bagaimana mengatasinya.

SUDAH

Itu teori yang harus saya sampaikan. Jangan tanya apakah saya menjalankan prosedur itu sebelum menikah 😁

Berikutnya, mari kita buat lebih sederhana.

Anda menemukan seseorang. Berdasarkan nilai atau patokan yang Anda yakini, dialah orangnya.
Menikah saja. Nanti Allah yang melengkapkan semua yang kurang menggenapkan semua yang timpang.

Jika Anda ragu karena beberapa tanda plus di atas, lupakan. Baca saja kalimat yang sederhana sesudahnya 😝😎

Kompoor! ⚡

Mari berbagi pengalaman, apa yang Bapak Ibu lakukan sebelum menikah. Kita semangati para lajang di sini 🤓

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s