Diskusi Komitmen

Jumat, 13 Mei 2016 13:31 WIB setelah peserta membaca materi Kulwap Keluarga Sehati yang disponsori oleh Buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart, yang bertema “Komitmen”.

Ja: Tadi malam menonton film. Ada Kata-kata yang diucapkan pemerannya..

Bila sudah berkomitmen, seseorang tidak akan mencari kesempurnaan dari orang lain selain dari pasangannya.”
Z: iya benar benar mantap
V: Bila sudah berkomitmen ketidaksempurnaan bukan sesuatu yang meresahkan, sebab ikhlas sudah jadi bagiannya dan saling mendukung demi kebaikan bersama selalu menjadi pilihannya…#kami ditahun kelimabelas
Ja: Film “Before me”  Bintangnya Chris Evans
Ni: Komitmen terhadap kelanggengan pernikahan ya. Manakala sedang dalam keadaan tidak seperti yang saya inginkan, saya tetap berkomitmen untuk tidak meminta cerai dari suami karena buat saya anak-anak membutuhkan kelengkapan ortu. Saya juga selalu berdoa agar Tuhan selalu memberi kekuatan kepada kami untuk melampaui ujian apapun yang melanda pernikahan kami. Kami menikah Desember 1997
H: 1997 saya baru SMA kelas 1, hehe
Ni: Saya juga baru … kuliah tingkat akhir
Ja: Seumur sepertinya dengan Bu Ni,  saya menikah Maret1999
Anna Farida: Umur pernikahan boleh belasan dan puluhan, umur saya tetap 22 #eaaaa
No: 1997 (saya baru umur 3 tahun itu )
N: Yang dah tua, umur nikahnya Bu Anna #ups
H: Serius baru tiga tahun pas 1997?
No: Ia serius mbak, saya kelahiran Okt 94 🙂 Tuh kan jadi panggil mbak , maksud saya Bu
H: Oh, hehe. Ga apa-apa panggil Mbak, saya juga msh muda kok, haha.
Ni: Saya pernah berbisnis dan mengalami kebangkrutan luar biasa, sampeai ga punya uang sepeser pun tuk sekedar jajan kerupuk (hehehe gak elit banget ya). Kesel dan gondok pasti, pengennya menyalahkan pihak di luar kita dan tentu saja pasanganlah jadinya (habisss siapa lagi?). Tp saya diingatkan sahabat saya untuk memperbanyak doa (sambil beliau memberi saya pinjaman sekedarnya utk belanja beberapa hari. Alhamdulillaah, kami bisa melaluinya tanpa ada kata-kata ‘nyesel nikah sama kamu’
No: Waahh keren Ibu Ni
Ha: Before me… Bintangnya Chris Evans >> ini judulnya before me apa before we go ya mbak Julia? Lagi searching film

Ni: Syukur saya punya banyak teman yang selalu ada dan hadir saat saya sedang galau menghadapi masalah kehidupan.

Ni: Hati-hati juga, jangan sampai curhat sama teman yang bukannya menyupport untuk sabar malah sebaliknya. Saya pernah ngobrol dengan teman tentang masalah dengan pasangan eh malah dia komen ‘sabar banget kamu’. Saya langsung berhenti curhat dan janji ga akan curhat ke dia lagi.

No: Umur pernikahan saya baru mau berumur 2 tahun. Komitmen sepertinya masih belum ketemu, masih dicari-cari. Masih selalu bertengkar karena hal-hal sepele, masih memikirkan ego masing-masing, gengsi pun masih besar dalam diri ini. Masih harus banyak belajar dari kakak-kakak semua disini yang pernikahannya sudah lebih dari 10 tahun

Ni: Dan JANGAN PERNAH CURHAT PERNIKAHAN KE LAWAN JENIS
Ha: Setuju
Ni: Kalo ada yang mancing “suamimu gimana?” dan itu keluar dari mulut lawan jenis saya selalu mengingat SEMUA hal positif tentang pasangan.
No: Curhat tentang pernikahan diusahakan ke Allah saja ya 🙂 sama ke suami sendiri hehe
Ni: Yang negatif umpetin dulu yah
Anna Farida: Ahh, baru 19 th. Masih jauh menuju kawin emas.

No: Kawin emas itu 50 ya?
Ni: enggak semua orang bisa nahan diri untuk tidak sharing tentang masalah pribadinya. Tapi tetap usahakan ke orang yang benar. Atau ke orang tuli, yang penting curhatnya mau didengerin, atau nggak kalo dah curhat rasanya plong
Cl: Before we go, film nya Chris Evan
L: Lhaa… umur 22, umur pernikahan baru 19. cikgu pernikahan terlalu diniii hehehehe
Kisah Mba Ni inspiratif… thanks for sharing mbak🏼
Ni: Bu L, sama-sama. Eh Bu Anna mah nikah dini karena calon suaminya takut keduluan sama yang lain yang antri panjaaang banget.
L: Hahaha iya Mba benar Ni
R: Bu Ni keren! Bisa tetap ber positive thinking bahkan disaat sulit macam itu…hwaaa.
Mau mauu belajar,, ah saya masih ke kanak kanakan sekali, kalo sudah marah sama suami, lupa semua kebaikannya, padahal masalah receh..(balik inget-inget kulwap soal receh)

Ni: Manakala tak ada lagi yang bs dilakukan ya pasrahkan saja semua sama Tuhan dengan prasangka baik karena Tuhan berjanji “Aku adalah apa yang kamu sangkakan”.
L: dengan demikian, tombol ego nya mba Ni  bisa dengan mudah di switch sepertinya.🏼
good lesson Mbak…
No:  Kata-katanya makjleb.
Ni: Perlu latihan agar tombol switch nya cepat ke kanan (positif). Sehingga akan cerita bagaimana susah berlatihnya  hahaha. Saya ga akan crt susahnya silakan jalani saja karena setiap manusia menerima ujian yang berbeda.

Ls: Mbak Ni …keren..trims share nya… Seperti biasaa…ijin share on FB : Terimakasih bu Anna…ilmunya…
De: Mba Ni toss aah. Mba Ni di bulan desember, saya di bulan september tahun yang sama  . Merintis dari awal, manis dan indah tuk dikenang serta menguatkan saat melewati jalan berkerikil atau badai  ya mba. Pernah juga kami hanya sisa 500 perak. cukup untuk 1 bungkus indomie saat itu. Dinikmati ber 2 bersyukur masih bersama  .. pun dijalani saat masih kuliah di semester 5 hehe… saluuut dengan penggalan kisahnya Mba Ni. Terima kasih mba Anna utk ilmunya..
R: Cerita yang sama juga dengan aku. Lagi hamil tua suami nganggur gak punya uang kepingin jajan cari uang receh dapat seribu diatas pintu. Dapat kue 10 waktu itu tahun 2001. aaahhh suka duka rumah tangga.
Ls: Share juga..jaman masih merintis. Dana belanja pas. Dalam seminggu mampu nya beli ikan asin (orang jawa bilang ikan klotok)…beli 1/4 kg untuk dijadikan lauk 1 minggu. Alhamdulillah yaa…saat itu ya kebawa seneng dan happy aja..makan ikan asin plus sambel menu sama selama seminggu. Dan kini bisa jadi kenangan manis saat kita kenang kita bisa ketawa bareng…he he
Dy:
Ls: Itu tahun ke 3 kita menikah, agustus depan masuk tahun ke-20. Full godaan dan cobaan. Rollercoaster banget…he he… Alhamdulillah…
Di: Iya ya mba Ls
Jr: Before me… Bintangnya Chris Evans >> ini judulnya before me apa before we go ya mbak Julia?judulnya yang benar before we go, sorry telat respon.
Sw: Boleh sharing juga? usia pernikahan baru 4 tahun, awal menikah memulai segalanya dari nol. Suami belum dapat kerja dan masih tunggu panggilan. Dana menipis. Kecopetan pula. Waktu hamil, ada banyak sekali cobaan yang rasanya cuma bisa bikin elus dada. Nano-nano sekali. Alhamdulillah bisa bertahan. Mungkin salah satunya adalah karena komitmen ini. Terimakasih cik gu materinya.

E: Boleh sharing ya… nikah hampir 25 th, nanti Des. Komitmen kami tidak terkait ekonomi karena insyaa Allah rizki mah nuturin kata ortu sih. Komitmen kami lebih kepada hati. Kami sepakat kalau salah satu ada perhatian lebih kepada teman/kenalannya maka kami anggap jatuh talak  artinya kami haramkan diri kami bagi pasangan kami. Semula suami menolaknya  dia bilang ga ada patokannya, ga bisa ngawasinya. Tapi saya bilang yang ngawasin adalah diri sendiri dan Tuhan-mu.
Dan kami pun sepakat tidak curhat ke orang lain. Jadi kalau ada masalah kami bicara dengan keluarga berlawanan  artinya kalau aku curhat k adik/kakaknya suami, atau sebaliknya. Kalau ada yang curhat ke kami, misal teman ceweknya  dia akan bilang supaya ceritanya ke aku  dan kami selalu mengatakan kami satu paket… Insyaa Allah apa yang kami lakukan bisa mengukuhkan ikatan perkawinan ini. Tapi kami bukan pasangan sempurna karena perselisihan dan pertengkaran juga tetap ada,  hanya kami berusaha meminimalisirnya.

Q: Tos dulu mom Sw. Kami juga 4 tahun agustus besok. Peluk satu-satu mahmud di sini. Banyak yang senasib dan sepenanggungan. Hiks.

E: Kenapa memilih curhat ke keluarga lawan agar keluarga lawan tidak tahu buruknya pasangan kita  jadi pihak keluarga saya taunya dia adalah suami yang ideal.
Ni: Hebat bisa curhat ke keluarga ‘lawan’.  Kalo lihat sikon keluarga kami I don’t think I can do the same thing. Kami tetap menjaga ‘image’ baik pasangan, baik di keluarga saya maupun di keluarga suami.
Jadi sampai detik ini tak ada kata negatif saya tentang suami ke keluarga saya maupun ke keluarga dia, jd mereka menganggap kami baik-baik aja, ahaha. Juga tidak ada kata negatif tentang saya dari suami ke keluarga saya maupun keluarga suami.
lagian rumahnya berjauhan ….
Ha: Sama seperti saya Bunda Ni

E: Kami memilih keluarga lawan akan lebih baik daripada orang luar … karena kami yakin keluarga akan menginginkan yang terbaik bagi adik/kakaknya… sementara pihak luar bisa membuat masalah kami jadi gosip.
Si: Cerita yang luar biasa, ibu-ibu.

Sa: kalau saya punya grup ngaji, nah ada agenda 3 bulan curcol bersama untuk solusi dan saling mendoakan. Alhamdulillah sudah sehati dengan ibu mertua dan ipar. Insyaa Allah nyaman.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s