Tanya Jawab Komitmen

[13:29, 23/05/2016]

Ada pertanyaan tentang komitmen dari kulwap sebelumnya. Baru terjawab hari ini, saya susulkan, ya …
Tanya1:

“Komitmen”
Kami berdua sepakat apa yg kita punya jangan dianggap itu punya kita. Lalu
Ada kejadian baru saja sesuatu barang dirumah mertuaku.ternyata sudara ipar datang dengan kebiasaan konsumtifnya segala hrs beli baru. jadi barang yg di rumah mertua dikasih ke orang. Yang ternyata itu punyaku.
Aku menanyakan ke iparku kenapa barangku ada di org lain.
Aku cerita kesuami, ternyata yg salah aku.
Wajar gak sikap kita sebagai wanita ato ibu RT menanyakan sesuatu yg kenyataannya milik kita?

Jawaban Bu Elia Daryati

Jawaban 1 :

Menyangkut pertanyaan ibu mengenai barang milik kita yang dipindahtangankan tanpa sepengetahuan kita pada orang lain,  adalah hak kita. Baik sebagai ibu RT atau pun bukan.

Sikap ibu sesungguhnya sudah cukup asertif dengan menanyakan pada ipar dan memang harus dilakukan. Walaupun ada kesepakatan bahwa semua barang adalah menjadi milik bersama. Setidaknya dari segi etika, ada sepenggal sedikit ucapan bahwa ada barang yang akan diberikan sebagai bentuk ijin kepada sang pemilik barang, yaitu ibu.

Apa yang harus dilakukan sekarang? Kalau menarik kembali barang ibu dari orang lain. Ini tidak mungkin, namun ke depannya ibu bisa membicarakan hal ini dari awal dengan ipar atau dengan pasangan. Jika ada kejadian yang serupa, sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu.

Jawaban Anna Farida

Sebenarnya saya masih kurang paham dengan komitmen apa yang kita punya jangan dianggap punya kita.

Tentang barang pribadi, jika disimpan di rumah mertua, sebaiknya ada komitmen dengan pemilik rumah, bagaimana status barang tersebut: dihibahkan, dipinjamkan, atau dititipkan, misalnya.

Dengan demikian, orang lain pun jelas akan bersikap seperti apa.

Ini berlaku dalam semua hal. Kadang kita tidak bersikap jelas, misalnya tentang prinsip TP #halah TP lagi.
Akhirnya orang lain menyangka yang tidak sejalan dengan prinsip kita.

Teman-teman, terima kasih sudah berbagi cerita tentang cara menjaga komitmen dengan pasangan dan tentang trauma yang pernah dialami, lengkap dengan bagaimana mengatasinya. Sungguh masukan berharga, mohon izin izin untuk diarsipkan tanpa nama.

Sampun, Mahmud Admin Suci Shofia.  ✅

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s