Diskusi “Berani Mengambil Risiko”

123persen.blogspot.com

Jumat siang 06/05/2016 15:11 WIB

Diskusi peserta kulwap Keluarga Sehati setelah materi disampaikan.

N: Good pisan, Bu Anna. #ngebayangin juga Mas Zaki dibanting banting, xixixi ….

Anna Farida: Iya, N. Pernah pulang rada pincang saja langsung panik – bisaaaa aja ngasih tahu orang lain bahwa anak belajar matang dari cedera
H: Termasuk berani ambil resiko untuk anak-anak balita adalah membiarkan mereka bereksperimen di dapur. Anak-anak saya usia 2.5 thn saya kasih pegang pisau (sengaja enggak diasah biar enggak terlalu tajam) buat potong-potong tempe. Empat tahun sudah pada bisa goreng telur sendiri. Kemarin pas saya sakit, yang nyiapin sarapan pagi saya sulung saya, 7 thn, laki-laki. Selain goreng-goreng, hobinya masak agar-agar. Kalau untuk anak laki-laki, saya kira aktif bergerak itu wajar ya. Jadi kalau jatuh bangun berkali-kali itu ya wajar. Semakin gede, belajar bela diri itu saya kira malah harus, buat jaga dirinya dan keluarganya khususnya ibunya, hehe.

Anna Farida: Salut, Mbak H. Dapur bisa banget jadi wahana risk taking. Masak nasi jadi bubur atau harus dikukus ulang itu risiko yang menyenangkan. Saya saja beberapa kali nasak nasi dan lupa nyolokin kabel, kenapa anak-anak nggak boleh?

Toss! Putri bungsu saya baru bisa goreng telur saat 8 tahun, dan harus di saat ada orang dewasa.

H: Anak saya laki-laki semua cikgu. Masih kecil-kecil, 7 thn, 4.5 tahun, dan 2.5 tahun. Saya masih harus banyak belajar dari ibu-ibu senior di sini.
Anna Farida: Nanti anak ke-4 perempuan
H: Saya sulung dari 7 bersaudara, malah laki-lakinya cuma dua orang. Haha, amin.

N: Putri saya dari umur 4 tahun sudah ngoprek di dapur. Walau ibunya harus menahan diri dan menyiapkan energi untuk bersabar melihat dapur kayak kapal pecah. Tapi alhamdulillaah usia 5 tahun sudah bisa menyiapkan pecel buat makan siang.

A: Alhamdulillah ada di kulwap ini. Selalu senang membaca tulisan nya Bu Anna….

🏻
L: Risk taking di dapur… yaa asiik banget ya buns…

Yang saya merasa agak gila adalah saat harus melepas kepergian si sulung (12 th) pergi ke Eropa bersama teman-teman sekolah, sebagai peserta termuda sekaligus terimut. Huwaaa… nangis tiap harii
Di depan anaknya mah sok tegaar… gagah saat melepas di bandara. padahal mah di dalemm…
S: saya jadi ngebayangin mbak L…
L: Mba Sari… buat saya yang mewekan rasanya nguras atii… alhamdulillah sudah berlalu, dia kembali dengan selamat…
W: Saya termasuk ibu yang tidak berani taking risk, selalu khawatir  dan takut…semoga kedepannya saya akan berusaha berani taking risk demi kebaikan anak di masa depan…tq bu Anna Farida
N: Pengalaman punya anak cowok, waktu SMP minta ijin merayakan tahun baru sama teman-temannya dan pernah juga minta ijin nonton Persib di stadion si jalak harupat. Maunya sih bilang ‘Gak boleh’ lalu menceramahi dia tentang ini itu. Tapi dengan bantuan suami kami kuatkan untuk tidakk memperlihatkan kekhawatiran. Kami berusaha statement positif seperti: ‘Aa mah da bageur nya, kalo naik kendraan ntar sama tmn-temannya Aa mah disiplin dan ngikutin aturan kan ya? Aa juga tahulah ya mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Ibu dan Bapak percaya deh sama Aa,’  walau dalam hati galau suralau.

Ketika pulang diajak ngobrol pengalamannya. Diskusi tentang hal yang sbaiknya tidak dilakukan. Sabar dan mau mendengar adalah kuncinya sodarah ….
Yang kecil pernah minta uang untuk urunan belanja keperluan kelompok tugas sekolah. Pas pulang cerita uangnya kurang. Lalu jadilah diskusi tentang bagaimana menanggung risiko. Dia bilang sebagin barangnya dibalikin. Hehehe. Malu sih sedikit katanya.Tapi kesimpulannya ke depan dia tahu kalo mau belanja dibuat list dulu trus bawa uangnya disesuaikan.

Anna Farida: Nice sharing, N. Remaja membuat kita lebih muda

 

Advertisements

One thought on “Diskusi “Berani Mengambil Risiko”

  1. Pingback: Menemani Anak Berani Ambil Risiko – uchishofia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s