Tetap Upgrade Setelah Menikah

gambar upgrade
ilustrasi: mettahu.wordpress.com

Wa, sudah 31 tema di kulwap (Kuliah via WhatsApp) yang kita bahas. Kali ini tema ugrade diri meski sudah memasuki dunia pernikahan, sesuai usulan dari para peserta. Kalau mau ikutan upgrade diri dengan tema pernikahan dan pengasuhan, silakan kirim nomor WA ke 0986 5041 6212 (Suci Shofia). Selalu bertambah pengetahuan dan wawasan harus dong! Teuteup!

Yuk belajar lagi upgrade diri bareng narasumber kita Anna Farida:

Salam Sehati, Bapak Ibu.

Ini kulwap kita yang ke-31, dan kita akan membahas tema marriage.

Tetap “Upgrade” Setelah Menikah

Ada yang salah baca upgrade jadi update? Ehehe, artinya keseringan fesbukan seperti saya.  🙈

Konon, khususnya para ibu, setelah menikah ada sebagian yang merasa “kehilangan diri”.

Setelah menikah dan bertetangga, para istri mulai dipanggil dengan nama suaminya. Setelah punya anak dipanggil dengan nama anaknya. Saya dipanggil bu Anwar oleh tetangga dan disebut Mama Qosima oleh para orang tua di sekolah anak saya. Karena itu, saya tetap pakai nama saya di medsos #apaseh

Apakah benar perempuan dan bahkan laki-laki cenderung melupakan kualitas pribadinya karena berumah tangga? Saya tidak akan jawab ya atau tidak, belum sempat cari datanya.

Yang jelas, saya melihat ada pergeseran prioritas. Ada yang sebelumnya hobi naik gunung jadi mengurangi hobinya demi bisa bersama keluarga lebih sering – which is so noble.

Namun demikian, ada juga yang belakangan mengeluh, “Usia produktif saya sudah saya habiskan buat keluarga, sekarang setelah anak-anak dewasa dan tidak butuh saya, tinggal saya yang bengong tidak tahu harus apa.”  😳

Situasi seperti itu jika dibiarkan akan membuat kualitas pernikahan lambat laun merosot—tak heran jika ada pasangan yang memutuskan untuk berpisah setelah dua puluh tahun lebih bersama—Anda bisa baca di Marriage With Heart. Umur boleh tua, tapi jiwa-jiwa yang dipersatukan dalam pernikahan kan bisa tetap awet muda.  🌴🌱 OOT: kenapa pohon kelapa dan tunas sama tingginya?

Dalam kesempatan lain ada juga yang mengaku, “Setelah menikah rasanya saya kurang wawasan. Apa-apa serba nggak tahu, mau komen omongan orang juga bingung. Apalagi setelah punya anak. Jadi kuper, ah! Seandainya saja …”

Nah, nah!  ⛔

SETOP (suwer, kata yang baku memang setop).

Berandai-andai sudah tidak laku. Lihat faktanya, Anda sudah menikah, punya tanggung jawab kepada keluarga. Cara terbaik adalah melakukan yang terbaik, termasuk memenuhi hak diri Anda atas upgrade.

Untuk memulainya, kita bisa melakukan beberapa hal sederhana:

+ Pelajari selalu hal baru. Kita bisa melakukannya melalui membaca buku, ikut diskusi yang membahas hal baru, atau mendatangi tempat-tempat baru. Tak perlu ke Argentina juga, kalee. Ke RW sebelah pun cukup. Tapi mau ngapain juga ke RW sebelah, hahaha. Gimana, sih, ini materinya.

+ Catat hal apa yang akan membuat kualitas diri kita meningkat. Masing-masing orang akan berbeda. Bertemanlah dengan orang yang memiliki semangat, temukan hobi baru yang menghasilkan—ini akan memompa rasa percaya diri, lho. Punya hobi yang ngabisin duit sih semua orang bisa, kan?

+ Berbagilah kebaikan. Apa apun bentuknya, membagikan kebaikan kepada orang lain akan membuat penghargaan kita kepada diri sendiri meningkat—bukan jadi ujub dan sombong, ya. Takar-takar saja. Berbagi bukan selalu bagi-bagi duit—saya mau ikut antre kalau Anda melakukannya—berbagi ilmu juga sangat menyenangkan.

+ Libatkan pasangan. Melibatkan bukan selalu harus mengajak pasangan menemani kita kursus menari, misalnya. Katanya mau mengembangkan diri, eeeh, masih rewel minta ditemani 😀

Libatkan dia dengan mengajaknya berdiskusi tentang pilihan kegiatan, membagikan cerita, dan hasil belajar Anda.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk tetap menjadi pribadi yang update. Seseorang yang selalu belajar akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

Orang yang percaya diri akan menjadi pasangan yang baik dan menginspirasi pasangannya untuk menjadi lebih baik juga.

⛹🏻👺💲⛵🏔📻🎙

So, mau belajar hal baru apa?

Saya pun sedang belajar dua hal baru. Cobain, deh. Setiap ada pengetahuan atau keterampilan baru, uban Anda akan kembali menghitam satu. Ehehe.

Kulwap ini disponsori oleh buku Parenting with Heart dan Marriage with Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida.

Buku bisa diperoleh melalui Teh Aan.

Salam takzim,
Anna Farida
www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

One thought on “Tetap Upgrade Setelah Menikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s