Tanya Jawab Seputar Menyapih

Image result for weaning
ilustrasi: mamanatural.com

Anna Farida: Salam, Bapak Ibu. Saya mulai post tanya jawab, yaa

Tanya 1:
Apa ada dampak yang nampak nyata dari trauma pasca proses sapih yg tidak menyenangkan? Lalu kalau yang sudah terlanjur bagaimana cara memperbaiki perasaan anak?

Jawaban Bu Elia Daryati

Menyapih diartikan sebagai kegiatan penghentian mengisap susu ibu. Beberapa ahli menganggap masa ini merupakan masa yang penting karena mempunyai hubungan erat dengan masalah kepuasan oral anak. Masa menyapih yang ideal sebaiknya tidak terlalu dini.
Menyapih sebaiknya dilakukan secara bertahap supaya anak dan ibu tetap nyaman. Menyapih ini dimulai ketika ibu mengenalkan makanan lain selain pendamping ASI.
Tahapan prosesnya: dikuranginya kebiasaan mengisap pada ibu, digantikannya makanan cairan dengan yg lbh padat dan berkurangnya interaksi dengan ibu.

Setiap anak mengalami banyak kekecewaan yang tidak dapat dihindarinya dalam hubungan dengan makanan. Tetapi meskipun demikian secara bertahap anak akan belajar.mengatasi kekecewaan tersebut dan akhirnya dapat pula belajar juga untuk menyukai cara yang baru.

Pengalaman-pegalaman yang diperoleh tidak selamanya dalam situasi yang menyenangkan dan memuaskan. Bisa menimbulkan perasaan tidak menyenangkan bagi anak, bahkan menimbulkan rasa kecemasan. Perasaan ini membuatnya gelisah dan anak akan mencari jalan untuk mendapatkan kepuasan bagi dirinya.

Tugas orang tua adalah melatih anak dalam menghadapi kekecewaan2 dari taraf yang rendah sampai taraf yang lebih besar. Trauma dalam penyapihan lebih banyak terjadi pada cara bagaimana   proses penyapihan itu terjadi.

Dalam kenyataannya tidak hanya terikat kenikmatan dengan cara mengisap, namun anak pun sangat menikmati untuk mendapatkan belaian dan pelukan hangat dari ibu atau pengasuhnya. Sentuhan yang menyenangkan inilah yang dapat menimbulkan rada nyaman.

Pada akhirnya anak2 membutuhkan pengalaman positif dalam pemenuhan pemuasannya. Semua orang tua harus memiliki keyakinan bahwa setiap anak terlahir kuat. Mereka akan mampu melampaui masa sulitnya ketika ketika dalam penyapihan, karena mereka melaluinya dengan cinta dari seorang ibu yang penuh kehangatan mengantar anak pada pemisahan dari kondisi dependen menjadi lebih indipenden secara fisik, melepaskan diri dari tubuh ibunya.

Jawaban Anna Farida
Saya belum nemu bacaan yang secara spesifik membahas proses penyapihan yang tidak menyenangkan. Yang saya ketahui adalah prinsip pertama, tindakan apa pun yang membuat anak tidak nyaman wajib dihindari.

Prinsip kedua, tidak ada istilah telanjur. Selalu ada proses start and restart. Limpahi anak dengan pelukan lebih buanyaaaak

Tanya 2:

Si bungsu yang sudah disapih, mngganti keasyikan lain dengan megang tali bra ktka tidur/pas pengen aja.

Saat ini baru saja memasuki usia 5thn.

Bgmana solusi melepas kebiasaan ini?

Jawaban Bu Elia Daryati

Keasyikan memegang tali bra merupakan kompensasi anak ingin mendapatkan perasaan nyaman dari kebergantungan emosional dengan ibu. Tali bra memiliki asosiasi dengan payudara ibu. Dengan memegangnya anak merasakan hal ini sudah cukup menggantikan kebutuhan emosionalnya.

Sesungguhnya memegang tali bra tidak ada kaitan dengan mengisap. Semata- mata murni terkait dengan rasa nyaman. Untuk itu secara bertahap bisa digantikan dengan pelukan dan belaian.

Ini semata- mata merupakan proses pembiasaan. Tentunya dengan cara yang damai. Semakin.memaksa untuk.melepaskannya maka semakin akan membuat anak.menjadi lebih terikat. Gunakan komunikasi yang lebih empatik, sehingga membuat anak secara sadar untuk.mengurangi kebiasaannya memegang bra. Hal ini dapat dilakukan karena anak sudah cukup umur dan dapat diajak.berdialog.

Anak usia 5 tahun akan memiliki kegiatan yang lebih kaya dan lingkungan sosial yang lebih luas. Kondisi ini cukup menguntungkan, dimana energi anak sudah dapat dialihkan pada kegiatan yg beragam. Ketika masanya tidur mereka akan jauh lebih lelap dan mulai melupakan tali bra secara bertahap.

Jawaban Anna Farida
Salah satu anak saya hobi pegang kancing baju saya setelah disapih.

Sebenarnya ini naluri untuk tetap dekat dengan ibu. Nggak nenen nggak papa asal masih nempel di ibu – co cwwiiit

Saat itu kebiasaannya saya alihkan dengan memasang kancing di boneka kecil, dan berhasil.

Intinya, kita perlu paham kebutuhan anak untuk tetap nempel di ibu setelah penyapihan.

Anak perlu tetap merasa aman dan terjamin rasa tenangnya, bahwa berhenti menyusu bukan berarti kehilangan ibunya.

So, cari cara untuk membuatnya tenang dengan lebih banyak bermain dengannya saat siang, cari cara  mengalihkan perhatiannya saat malam. Coba bacakan buku, minta dia pegang bukunya, misalnya – jadi perhatiannya teralih dari tali bra Mama.

Tanya 3:

Anak saya yg bungsu skrg berusia 2 thn lebih (lahir 29 Maret 2014), saya ingin sekali menyapih. Kalo lg bangun dia jarang mencari nenen. Tp kalo sudah waktunya tidur, nenen adalah ritual yg wajib. Tidak ada nenen tidak bisa tidur. Kalaupun tertidur, bbrp saat kemudian dia pasti mencari nenen. Dan yg paling berat dr menyapih ini adalah kebiasaan si kecil pada saat tidur dia bisa mencari nenen berkali2 terutama ketika dia gelisah, entah krn di gigit nyamuk atau karena sebab yg lain. Dan yg paling melelahkan adalah di jam2 terakhir menjelang dia bangun tidur (biasanya bangun jam 5 pagi), dia akan nenen berkali2 mulai dr jam 3 sampai jam 5. Bagaimana cara mengatasi ketergantungan nenen pada si kecil, terutama ketika dia tidak sepenuhnya sadar (setengah tidur)? Karena kalo dlm keadaan sadar si kecil mudah dialihkan atau dirayu spy lupa dg nenen….

Jawaban Bu Elia Daryati

Menyapih itu sebetulnya merupakan masa yang memang semua bayi atau anak akan melampauinya. Hal ini merupakan masa awal penyesuaian diri seorang individu dalam mengatasi rasa kecewanya. Kondisi penyesuaian diri awal, dimana kenyamanan mengisap dalam dekapan seorang ibu tiba2 terkurangi dan terlepas secara perlahan.

Antara jam 3 sd jam 5 dini.hari, memang merupakan kondisi cuaca yang cukup dingin. Dimana anak memerlukan dekapan dan kehangatan yang lebih.

Persoalnya, jika anak memang menginginkan  untuk dipeluk, bukan berarti dia menginginkan untuk mengisap. Ibu dapat memeluknya dan membelainya tanpa harus menyodorkan “nenen”. Anak perlu kehangatan dan perasaan menyenangkan dalam dekapan.

Dalam proses menyapih dalam beberapa kasus karena memang anak merasa cemas, namun juga karena ibu merasa konflik tidak tega. Diantaranya anaknya menangis ibu nya pun ikut memangis dan berakhir dengan menyusuinya lagi. Ada kasus yang ekstrim dimana anak di susui sd usia SD…tentunya ini merupakan kondisi kurang sehat untuk anak.maupun ibu.

Memerlukan komitmen yang kuat dan dilalukan secara kknsisten.

Jawaban-3 Anna Farida

Benar, biasanya kerewelan datang pas terbangun di antara tidur. Yang diperlukan adalah menghibur anak saat rewel dengan cara yang tenang.

Tak perlu banyak bicara, tenangkan saja dia.

Gendong dan usap-usap, misalnya. Pastikan dia kenyang sebelum tidur,  dan jaga agar tidurnya nyenyak,  bebas gangguan.

Biasanya kita memang harus berjuang beberapa hari untuk membangun kebiasaan baru.

Dalam kondisi ini, Bunda wajib sehat dan tenang. Energi dan emosi positif lumayan diperlukan untuk melewati malam-malam penuh perjuangan.
Karena itu, bantuan dari sang ayah atau kerabat terdekat sangat penting.

Inilah saatnya kita memahami bahwa mengasuh anak tidak bisa dilakukan sendiri. Sejak awal, keterlibatan banyak pihak sudah diperlukan agar anak senang ibu tenang.
Tumbuh kembang anak tetap stabil dan seimbang.

Semangat, Bunda 🏼
Tanya 4:
Bagaimana cara menyapih yg dr dot?

Jawaban Bu Elia Daryati

Menyapih yang baik dengan tidak memindahkannya dengan dot. Umumnya lebih sulit menyapih dari dot daripada ASI. Mengapa? Karena ibu merasa tidak tidak terganggu secara fisik dan anak mendapatkan pemuasan yang cepat.

Dalam banyak kasus, orang tua baru tersadar pentingnya menyegerakan sapihan dari dot setelah anak duduk di bangku TK bahkan ada yang sudah di SD.

Ini memang akan merupakan penyapihan yang tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan.

Pertama. Adalah memindahkan minum dot ke cangkir. Memerlukan latihan yang berulang-ulang. Harus diyakini kebutuhan anak untuk minum itu sekali-kali dan tidak selamanya dalam kondisi minum.

Polih cangkir yang.menarik. kita bisa bercerita bahwa minum dari cangkir itu menyenangkan. Anak bisa disugesti bahwa tambah umur setiap anak akan lebih memerlukan cangkir daripada dot.

Semakin dini mengenalkan cangkir, akan semakin memudahkan anak ketika disapih. Anak yang sudah terbiasa menggunakan cangkir jarang yang mengisap jempol dan menggunakan dot.

Kesimpilannya, sebelum disapih ASI secara permanen, biasakan anak untuk menggunakan cangkir secara bertahap.
[12:47, 11/04/2016] Anna Farida: Jawaban-4 (Anna Farida)

Tentang menyapih dari dot kita sudah banyak berbagi pengalaman dengan para ibu di sini. Nanti kita cari lagi arsipnya (siapa bisa bantu? Mahmud Admin sedang sibuk ngejar singa mati) 😀

Prinsipnya, menyapih dari dot atau ASI wajib dilakukan tanpa menyakiti perasaan anak.

Jarangkan pemberiannya, seling dengan gelas atau botol minum yang lucu lucu.
Beri alternatif pemberian makanan – ajarkan dia bikin susu di gelas, di mangkuk, pakai shaker …

Jangan ledek anak yang masih ngedot, karena biasanya bakal tambah nempel ehehe.

Tanya 5:

Bagaimana cara menyapih anak dari mengenyot jempol? Adik saya ASI sampai usia 3th. Tapi setelah itu dia ngenyot jempol. Saya tidak ingat bagaimana proses penyapihannya, namun sejak adik saya dalam kandungan, keluarga kami mengalami goncangan besar hingga ibu kami harus jadi single parent. Kehadiran ayah yg sangat jarang malah sebagai peran antagonis. Sayangnya adik saya sampai saat ini (usia sudah 22th) masih tidak bisa lepas dari kebiasaannya itu. Selain kebiasaan ngenyot jempol memang kematangan emosinya tidak seperti orang berusia 22th.

Jawaban Bu Elia Daryati

Jawaban 5 :
Proses penyapihan dan faktor resiko saat melahirkan. Memberikan dampak tersendiri pada tingkat kecemasan seorang individu.

Apa yang dialami adik ibu sesungguhnya lebih diwarnai oleh kondisi psikologis diri yang sebaiknya dilakukan konsul lanjutan.

Mengingat semata-mata bukan sekedar karena proses penyapihan, namun karena ada masalah psikologis lainnya, terkait dengan kecemasan dan perasaan kurang nyaman.

Jawaban-5 Anna Farida

Untuk orang dewasa yang masih ngemut jempol, saya pernah baca-baca tentang perlunya dia diajak bicara hati ke hati agar berdamai dengan dirinya. Apalagi kalau sudah ketahuan ada pemicu masa lalu.

Bagi orang dewasa, ngemut jempol ini bukan hanya merusak (bentuk) rahang tapi juga menimbulkan kenyamanan palsu. Bagi bayi, ngemut jempol bisa dimengerti berdasarkan naluri oralnya. Orang dewasa bukan bayi. Orang dewasa ngemut permen, bukan jempol

Mungkin dia merasa tenang dan merasa masalah hilang sesaat.

Bukankah masalah harus diselesaikan atau direlakan jika tak bisa selesai?

Ajak dia bicara, awali misalnya dengan memotret rahangnya. Jika kebiasaan ini dilakukan sejak kecil,  besar kemungkinan rahangnya berubah bentuk. Ini bisa jadi salah satu cara menghentikan ngemutnya.

Jika dia terus menutup diri, libatkan tenaga ahli jika perlu.

Tanya 6:

Si kakak belum 2 tahun minum ASInya karena Mamanya hamil adiknya di usianya yang 14-15 bulan. Jadi dihentikan minum ASInya. Terus sekarang si kakak sudah berusia 5y2m, tapi ketika berada di dekat mamanya selalu berusaha memegang (maaf) nenen. Apakah ini wajar? Kalau tidak wajar, bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban Bu Elia Daryati

Penyapihan  tiba-tiba yang disertai dengan sibling. Tentunya bukan persoalan mudah yang dihadapi oleh seorang anak. Bagaimana pun anak bukan orang dewasa mini yang bisa mengerti seperti layaknya orang dewasa.

Jika dikatakan wajar sesungguhnya tidak wajar, namun bisa dimengerti. Untuk itu sebaiknya tetap untuk dialihkan. MengingT anak sudah bertambah besar.
Diberikan pengertian dan tidak disebutkan.bahwa ini milik adiknya, namun dikatakan sekarang sudah saatnya untuk tidak memegangnya ( nenen)  karena sudah besar.

Adapun yang masih tetap diperlukan anak.adalah kebutuhan pelukan, belaian dan pujian. Bukan berarti.kehilangan.”nenen” juga bersamaan kehilangan akan kebutuhan kasih sayang pada anak.

Selamanya anak.akan memerlukan perhatian, cinta dan penghargaan. Jika semua ini terpenuhi anak akan merasaka  kenyamanan dan garansi penerimaan, sehingga kebutuhan akan memegang hal tersebut, lambat laun akan berkurang.

Jawaban-6 Anna Farida

Kasusnya sama dengan anak yang pegang tali bra ibu sebagai ganti kedekatannya secara pribadi dengan ibu. So sweet, kan?
Jadi jangan dimarahi jangan dipermalukan,  alihkan saja.

Dia ingin tetap dekat, tak ingin kehilangan sumber kenyamanan yang pernah dimiliki. Tak dapat ASI-nya, wadahnya pun jadi

Kebiasaan ini tetap harus dialihkan ke hal lain.
Benar, bagus banget jika anak dan ortu punya hal yang pribadi, tapi menyentuh payudara tak bisa dilanjutkan hingga anak besar, kan. Sentuh hidung dan dengkul masih mending #apaseh

Maksud saya, perilakunya wajar, tapi bisa dialihkan seperti mengalihkan anak dari tali bra tadi.
Anna Farida: Sampun, Mahmud Admin Suci Shofia ✅

Tema ini tidak bikin saya perlu banyak menjawab karena sharing Bapak Ibu sudah sangat kereeen.

Terima kasih sudah berbagi wawasan dan kenangan, semoga kebaikan melimpah ✅

Acara ini disponsori oleh Buku Marriage With Heart dan Parenting With Heart.

 

Advertisements

One thought on “Tanya Jawab Seputar Menyapih

  1. Pingback: MENYAPIH DENGAN CINTA | Anna Farida

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s