Long Distance Relationship (LDR)

Image result for long distance relationship quotes
pinterest.com

Jumat Siang

[13:58, 01/04/2016]

Anna Farida: Salam sehati, Bapak Ibu semua.

Hari ini kita akan membahas tema LDR (Long Distance Relationship) alias BWB (?).

Ada sebagian pasangan yang harus tinggal berjauhan karena pekerjaan atau hal lain. Ada yang hanya bertemu pasangan seminggu sekali, sebulan beberapa hari, atau setahun beberapa minggu. Ada juga yang hanya bertemu 8 jam dalam sehari – haish, bukan LDR itu mah 😛

Dalam buku Marriage with Heart ada kasus tentang istri seorang pelaut. Apa yang dia lakukan selama suaminya di tengah samudera?

Kita beruntung hidup di zaman WA. Bayangkan istri pelaut atau tentara zaman baheula, ditinggal 3 bulan hingga setahun tanpa tahu kabar sehari-harinya seperti apa. Komunikasi yang hangat antar pasangan yang tidak selalu bersama tetap bisa dijaga.

Memang, ada aspek yang jadi berkurang—sentuhan fisik dan kehadiran, misalnya–dan ini cukup signifikan pengaruhnya. Jadi harus benar-benar lihai menyiasati kerbersamaan yang hanya sebentar.

Awali dengan membuat komitmen bersama, mengapa harus tinggal berjauhan, apa konsekuensinya, apa yang dilakukan bersama agar tetap punya waktu spesial berdua.

Umumnya, mereka menyepakati hal berikut ini:

  • Optimalkan internet, atur agar penggunaannya bisa leluasa dan terjangkau—kalau mahal malah bikin ngomel 😀
  • Ingin kirim foto, chat, atau video call yang sangat pribadi? Perhatikan keamanannya. Jika salah kelola bisa menyebar di seluruh jagat raya eheheh.
  • Saling bercerita apa yang sedang dilakukan hari itu
  • Sesekali melibatkan orang tua dan keluarga besar dalam obrolan ringan
  • Jaga komitmen kesetiaan—ini perlu dibahas di kulwap terpisah. Bagi yang di rumah, pastikan Anda lebih  banyak di rumah atau berkegiatan seperlunya saja. Tak perlu hang out tanpa tujuan, misalnya. Bagi yang sedang bertugas, lakukan hal yang sama. Setelah bekerja, gunakan waktu untuk istirahat—sesekali keluar sih okey, hindari tempat yang bisa mengundang masalah.
  • Jangan melulu bahas keluhan, sepakati kapan mau bahas tagihan, misalnya, selebihnya memang untuk seru-seruan—jangan sampai pasangan malas terima telepon karena bahasan yang diangkat lebih sering tidak menyenangkan
  • Jika pasangan pulang, sisihkan waktu jauh lebiih banyak – atur agar bisa berduaan –titipkan anak ke tetangga sehari saja, biar bisa main berdua– siapa mau jadi tetangga saya? Hahaha.
  • Siapkan kepulangannya sebagai hal yang sangat dinantikan, sehingga pasanganpun nyaman. Kalau ribut melulu tentang oleh-oleh dan ngambek saat tidak dibawakan … bisa runyam nanti.

Itu saja, ya. Kalau kebanyakan nanti tidak pada usul 😀

Mari kita jaga pernikahan dalam kebaikan walau tinggal berjauhan dengan pasangan.

Kulwap ini disponsori oleh buku Marriage with Heart dan Parenting with Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida. Buku bisa diperoleh melalui Teh Aan.

 

Salam takzim,
Anna Farida

www.annafarida.com

It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s