Toilet Training

Image result for toilet training
ilustrasi: play.google.com

Jumat siang, 18 Maret 2016 13:34 WIB

Anna Farida: Salam sehati, Bapak Ibu sekalian.

Saya baru mau tanya ke Mahmud Admin, kita masuk ke kulwap ke berapa, ya? Ada yang ingat? 😀

Kali ini kita akan membahas topik parenting yang agak unyu. Sebelumnya kita banyak membahas tema remaja, sekarang giliran yang balita.

Mari kita rumpikan toilet training – yang punya anak remaja boleh bernostalgia, ingat masa-masa penuh ompol yang diam-diam saya rindukan  #halah

Apa itu toilet training?

Secara sederhana bisa didefinisikan sebagai upaya membiasakan anak buang air besar dan air kecil di toilet sejak usia dini bahkan bayi.

Kelihatannya tak ada yang istimewa, ya. Toilet training ya lakukan saja, nanti juga terbiasa.

Padahal, ada hal yang perlu kita pahami sejak awal, bahwa upaya ini adalah latihan buat anak. Toilet training sama sekali bukan buat menyelamatkan orang tua dari ompol semata—ini yang kadang kita lupa.

Ketika melatih anak ke toilet, yang kita pikirkan adalah runyamnya kerepotan ketika najis atau aroma pesing berceceran ke mana-mana—demi orang tua, demi orang dewasa di sekelilingnya.

Dengan cara pandang itu, anak ditempatkan pada posisi yang selalu bersalah, tukang buat ulah.

Ketidakmampuannya mengontrol BAB dan BAK adalah kesalahan yang merepotkan banyak orang. Saya sedih banget ketika ingat anak sulung saya kesulitan mengontrol BAK hingga melewati usia balita. Saya yakin dia tertekan karena sikap ibunya yang menyebalkan. Tobat!

Padahal, jika cara pandangnya dibalik, bagi anak pembiasaan ini akan sangat menyenangkan.

Dia diajak berlatih BAK di tempat yang benar di saat yang tepat. Jika dia berhasil, keberhasilan itu milik dia—bukan semata milik ibunya yang bebas dari pekerjaan nyuci ompol.

Jadi sejak awal, sampaikan kepada anak, termasuk bayi, bahwa kita akan latihan BAK BAB di kamar mandi. Dari berbagai macam trik yang bisa kita peroleh melalui internet, ini yang lazim dilakukan:

  1. Ajak bicara anak, “Kita latihan BAK BAB di kamar mandi, ya, Lif.” Sampaikan maksud Anda, bahwa anak diajak berlatih.
  2. Ajarkan anak membuka celananya sendiri. Biarkan dia melakukannya, bantu saja.
  3. Pegangi dia saat di dalam kamar mandi, pastikan kamar mandi dalam kondisi bersih tidak licin. Berikan kesan baik tentang BAB BAK di kamar mandi.
  4. Ketika anak menolak, biarkan. Ajak lagi dua tiga jam kemudian. Lakukan singkat, efektif, tanpa banyak bicara—tidak juga dengan menyemangatinya terlalu heboh, “Ayo pipis! Ayo pipis” ibu atau ayahnya sambil lompat-lompat ala pemandu sorak di depan kamar mandi.
  5. Berikan pujian ketika anak berhasil, coba lagi ketika dia belum sukses. Ingat, start – restart.

Bayi yang biasa diajak ke kamar mandi secara teratur akan lebih mudah dikondisikan toilet training-nya. Jadi balita yang benar-benar baru akan belajar perlu dikondisikan untuk tidak tertekan.

Caranya ya itu tadi, ajak ke kamar mandi beberapa jam sekali, lakukan cepat, tanpa banyak bicara.

Cukup katakan, “Pipis, yuk. BAK, yuk. BAB, yuk.” — bantu — sudahi segera, apa pun hasilnya.

Mengapa harus singkat? Karena kenyataannya BAB dan BAK adalah aktivitas yang harus dilakukan secara pribadi dan tidak menjadi ajang main-main.

Sebut saya kuno, biarin. Saya tidak mengizinkan anak-anak bermain di kamar mandi terlalu lama, apalagi untuk keperluan BAB dan BAK 🙂

Jadi, mari kita berbagi kenangan, berbagi pengalaman.

Kulwap ini disponsori oleh buku Parenting With Heart dan Parenting With Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida. Buku bisa diperoleh di Teh Aan, dapatkan diskon menarik.

Fyi, buku MWH sedang sulit diperoleh. Di penerbit habis di toko pun terbatas. Doakan semoga segera cetak ulang, ya. Terima kasih dukungannya 🙂

Salam takzim,
Anna Farida

www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

 

Advertisements

One thought on “Toilet Training

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s