Diskusi Narsis

Kamis, 17 Maret 2016 16:26 WIB

Salah satu peserta Kulwap Keluarga Sehati membuka obrolan.

N: Halo-halo… Buka diskusi yuk, tentang Pasangan Yang Narsis.

E: Aduuuh, Bu N … Itu mah suamiku bangeeettt … durasi dandannya depan kaca lamaan beliau tiap kali juga. Padahal saya sudah pakai bedak, kerudungan de el el, beliau mah belum selesai …

J: Wkwkwwk sama dong

G: Aku skip, sama-sama gak bedak an dan sisiran soalnya #eh

N: Hahaha, Bu E, maaf bukan mau mancing ini mah, xixixi …
Bu G, aku juga cuma bedak an (itu pun kalo mau ke sekolah, bisi ditaksir anak SMP)

J: Suami itu kadang udah rapi pakai baju.  Tetiba ganti karena merasa gak mood pakai baju yang itu. Tapi ga papa sih kalau saya. Karena dia memang jadinya rapi jali kalau pergi.

N: Narsis apakah selalu pada penampilan?

E: Klo soal durasi suamiku jg lama … tapi bukan narsis dia mah klo dandan emang lelet … milih baju lamaaaa bgt. Padahal yang dipilih cuma itu-itu aja. Kalau enggak garis-garis ya polos … makanya kalau mau beli baju ke toko mending saya aja yang beli sndiri. Ngajak suami malah kelamaan milihnya … hehehe …

S: kami sama-sama tidak suka ngaca.

E: Gak juga sih … walaupun asalnya memang untuk penampilan, dari sananya, asal usulnya. Tapi bisa juga dari sesuatu yang dilakukan seseorang. Dia merasa bangga dan kagum pada apa yang sudah dilakukannya sendiri, yang menurutnya baik. Dan mungkin memang baik, sebenarnya. Tapi kadang, suka sebel. Kalau ada orang yang begitu. Selalu ingat dengan kebaikan yang sudah dia lakukan, dan mengingatkan orang lain tentang kebaikannya. Kesannya jatuhnya jadi riya ya.

S: saya sedang sedih senang. Ada ibu mertua berkunjung beliau hobby nonton film india di Antv. sepanjang hari. bliau pake alat bantu dengar tapi tetap kencang.
Maaf klo oot (out of topic) bukan tentang narsis.

N: Nah, itu salah satu narsis yang saya maksud, Bu E. Ada orang yang ‘mencintai’ dirinya melebihi kadar normal. Ini berefek pada beberapa hal. Misalnya jadi anti kritik, jadi sulit memuji orang karena sulit melihat kelebihan orang lain. Kadang cenderung menarik diri dari pergaulan karena khawatir dirinya ‘cedera’ (secara kehormatan, maksudnya takut ketahuan kelemahannya).
Saya punya siswa tipe narsis. Dia pinter tapi tak mau maju mengerjakan soal atau memberi pendapat. Saya menduga dia khawatir salah, lantas teman-temannya tidak ‘melihat’ lagi sama dia.

W: oohh begitu. Jadi itupun narsis yah.

N: Konon yg begitu termasuk narsis Bu W.

W: Saya pikir narsis iti hanya sebatas cinta diri pada penampilan saja.

U: Saya tipe mahasiswi narsis berarti
Untuk perlombaan yang saya rasa peluang menangnya sedikit, saya lebih memilih nggak ikut

M: Narsis atau mengukur diri ?

#patut direnungkan

N: Hehehe
Orang narsis suka merasa bisa. Jadi kadang ada beda tipis antara narsis dan terlalu percaya diri.

T: sebenarnya narsis itu positif apa negatif ya?

Klo dari paparan Bu N itu, kok sepertinya negatif ya?
Tapi klo ditelisik lagi, soal si mahasiswi yang tidak mau maju kan baru dugaan. Katakanlah betul dia takut salah, belum tentu juga alasannya karena hal tersebut, hehe …
#cmiiw

V: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Narsisisme  katanya sih, ada level wajarnya. Kalo cuma egosentris gitu, tapi kalo kelewatan sampe mengganggu kehidupan sosialnya jatuhnya kelainan psikologis.  Hati-hati dengan gejala’selfie’ Kalau kelewatan masuk kategori narsisme akut … Hehe.

U: #duduk serius ikut nyimak

V: #gelar tiker nunggu arahan lbh lanjut.. Bagi2

I: Disini narik selimut dulu dingin dan udah waktnya tidur 🏻

N: Alhamdulillah, dingin-dingin gini, dapet kopi. Makasih mbak V …
Jumat, 18 Maret 2016 06:24 WIB

M: Lanjutkan topik narsis ya …
Saya pikir narsis itu hanya terkait penampilan saja, jadi orang yang narsis suka #selfie2an.

V: Suka sama salah satu uraian di yang menyebut narsis sama over confidence is beda tipis
Banyak kejadian di lingkungan saya ketika salah seorang diantara kami kelihatan sangat percaya diri untuk apapun yang dilakukannya. Kadang saat situasi penuh tekanan dia yang berinisiatif memberi solusi dan menanggung risiko. Beberapa kawan dan atasan sering menganggap dia narsis dan merasa terancam posisinya.Kalo buat saya sih dia layak percaya diri begitu karena kapasitas memadai. Mungkin kita aja yang ngitung emang gak level

N: Kalo dari link wikipedia yangg diposting Bu V saya menggarisbawahi yang ini:
NARSIS yang mengarah pada kelainan yang bersifat patologis adalah manakala rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya sebagai yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain.[5] Selain itu, seseorang dengan sifat narsis yang berlebihan memiliki kecenderungan untuk meninggikan dirinya di hadapan orang lain, menjaga harga dirinya dengan merendahkan orang lain saat orang lain memiliki kemampuan atau hal yang lebih baik darinya, bahkan tidak segan untuk mengasingkan orang lain untuk memperoleh kemanangan.  Itulah kenapa saya berpendapat PD dan narsis beda tipis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s