Mana Receh Mana Prinsip

Image result for receh
ilustrasi: ask.fm

Kulwap Keluarga Sehati yang diadakan seminggu sekali ini telah memasuki kulwap ke 26.

Berikut penyajian materi di Jumat siang.

[13:06, 11/03/2016] Anna Farida: Salam sehati, Bapak Ibu.
Saya tulis materi ini di ruang tunggu kereta yang sunyi  🚃🚃🚃🚃

Dari beberapa usul yang masuk, ternyata materi mana receh mana prinsip masih jadi primadona 🌹

Kita tahu uang receh, kan? Bobotnya berat, nilainya tak seberapa–kecuali uang receh tahun 1221, mungkin mahal 😝

Dalam hidup bersama pasangan, kita melewati aneka peristiwa yang manis pahit asin gurih basi hambar salah resep atau yang menyenangkan.

Maunya sih senang senantiasa, tapi kan nggak seru jadinya.

Nah, pertanyaannya,  saat ada hal yang kurang menyenangkan dari pasangan,  bagaimana kita mengelolanya? Misalnya, pasangan kita hobi menyimpan sepatu di depan pintu, sedangkan kita ingin sepatu selalu rapi di rak. Pasangan kita selalu lupa mematikan lampu saat keluar kamar, padahal tarif listrik naik melulu.
Pasangan kita suka nasi lembek, kita tidak. Dia suka tidur menghadap tembok, Anda bete mendapatinya seperti itu 😬

Kita pernah belajar materi komunikasi asertif,  tapi khusus untuk beberapa hal, it does not work. Pokoke nggak bisa, tetap saja simpan sepatu di depan pintu.

Bagi Anda itu sangat penting karena terkait kerapian, bagi dia ah biasa saja, toh besok dipakai lagi.

Anda menganggap dia tak peduli, meremehkan hal yang Anda anggap penting. Dia cuek saja, sesekali malah menganggap Anda rewel.

“Bagimu mungkin sepele, bagiku ini penting. Kamu kok nggak bisa ngertiin aku, sih? Kamu memang nggak pernah mau peduli. Minggu lalu juga kamu telat jemput, sampai aku kehujanan. Ingat, nggak, waktu Alif baru dua tahun dan demam tinggi. Kamu cuek saja. Selalu saja nggak peduli” 😭😭😭

Nah nah … urusan sepatu jadi ke mana-mana.

Mending kalau tanggapannya positif,  dia langsung lari ke depan dan membereskan sepatunya.

Bagaimana kalau dia jawab begini,  “Aku telat jemput kan karena kerja. Emang aku kerja buat siapa?”

Hasyah, dramatis gagal 😀

Sekarang kita definisikan secara obyektif.
Secara sederhana, sesuatu dianggap penting jika dia terkait dengan agama dan kesehatan.
Saya membatasi diri pada dua hal itu. Jadi selama bukan dosa dan tidak membahayakan kesehatan, saya anggap itu hal yang bisa dibawa kompromi,  bisa dianggap recehan.
Nanti kita akan diskusikan kasus kasusnya dalam kulwap.

Sepatu di depan pintu secara obyektif bukan dosa, tidak bikin pilek 😪
Memang bikin bete, tapi bisa saya abaikan. Jika sempat saya bereskan, jika tidak ya saya abaikan.

Tentang lupa mematikan lampu, ketika lewat ruang itu ya saya matikan. Not a big deal.

Saya tidak mau mengumpulkan receh di dalam karung dan memanggulnya ke mana-mana. Rasa berat akan membuat omongan saya ketus, wajah saya kusut. Yang jadi sasaran kekesalan saya bukan hanya pasangan tapi juga anak-anak.

Saya tidak mau rugi dua tiga empat kali.
Saya ngomel, sepatu tetap di depan pintu, saya kesal sampai tak doyan makan (dusta!), dan suasana komunikasi saya dengan pasangan jadi runyam.

Yang selalu saya latih adalah berpikir obyektif.
Matikan lampu ya matikan saja, nggak perlu baper dan ingat masa-masa nyebelin lainnya.

Siapa tahu,  sebenarnya pasangan saya pun menyisihkan banyak recehan yang dia peroleh karena ulah saya 🙂

Mari berbagi cerita.

Salam takzim,

Anna Farida
www.annafarida.com

Kulwap ini disponsori oleh buku Marriage with Heart dan Parenting with Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida.

Buku bisa diperoleh melalui Teh Aan.

Pengen ikutan kulwap juga? Daftarkan nomor WA ke 089650416212 (Suci Shofia)

 Baca juga tanya jawabnya di sini.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s