Membangun Kebiasaan Membaca di Keluarga

Image result for gambar kebiasaan membaca
motherandbaby.co.id

Kulwap ke 23 kali ini mengambil tema Parenting. Nah, minggu ini tentang Membangun Kebiasaan Membaca di Keluarga.

Yuk langsung simak penyampaian materi asyik berikut ini,

(13:14, 15/02/2016] Anna Farida: 🌻 Membangun Kebiasaan Membaca Keluarga 🌻

Salam sehati, Bapak Ibu
 
Mana yang sering kita lihat sehari-hari di rumah? Anak sibuk membaca atau main komputer?

Di rumah saya, mereka lebih sering terlihat main komputer. Penyebabnya, komputer mereka berdampingan dengan meja kerja saya.  Posisinya tetap, tak bisa dipindah-pindah. Lain halnya ketika membaca, mereka bisa ngumpet di ruang mana pun 😀

Btw, beberapa teman yang biasa melihat saya bawa anak-anak ke acara (pengajian atau seminar atau ngajar) berkomentar, “Anak-anak Mbak Anna sukanya baca, ya? Seneng, ih! Nggak pernah main game, ya?”

Ehehe ehehe

Baik betul sangkaan mereka.

Sebenarnya anak-anak saya pun main game dan nonton film.

Mungkin bedanya, kami sepakat untuk tidak main game dan nonton di gawai yang mobile seperti hape dan tablet. Main game dan nonton hanya di komputer. Otomatis kalau sedang ikut Ibu, ya mau apa lagi selain baca? Ibu kan sedang konsentrasi, eh kadang ngerumpi juga sama ibu-ibu lain 😀 

Menurut saya, salah satu penyebab yang mempertajam efek candu game adalah ketika alatnya bisa dibawa-bawa dengan mudah. – kita pernah bahas hal ini, kan, ya?  

Lantas, sebenarnya apa yang bisa kita lakukan agar anak gemar membaca?

Saya bagikan tiga langkah sederhana yang biasa saya lakukan.

1.       Memberi teladan. Saya berusaha tertib baca buku. Ingat, walaupun saya penulis, saya tidak bisa dibilang gila baca. Biasa saja. Padahal saya tahu, modal penulis adalah membaca  #tutupmuka  Jadi saya berusaha mengkondisikan diri untuk membaca, terutama ketika sedang bersama anak-anak. Jaim dikit, gitu. Namanya juga sedang berusaha memberi teladan.

2.       Menyediakan. Kadang anak tidak suka baca karena buku yang kita sediakan tidak cocok dengan minat mereka. Di rak buku saya, hanya ada beberapa titik yang bukunya selalu berantakan. Lebih banyak rak yang bukunya rapi hingga berdebu dan dihiasi sarang laba-laba. Haish buka aib! 🙊 Padahal, buku-buku yang saya belikan buat anak-anak itu bagus-bagus … errr … menurut saya. Menurut anak-anak mungkin tidak seru. Jadi, cek, tanya, diskusikan, buku-buku seperti apa yang diinginkan anak-anak.

3.       Menemani. Paling beruntung jika kita masih punya anak yang bisa dipangku dan dibacain buku. Anak-anak saya sudah melewati masa itu. Sekarang, saya menemani mereka membaca dengan mengajukan pertanyaan terkait buku yang mereka baca seperti, “Gimana, ceritanya? Ray itu siapa? Ini siapa? Mereka sedang apa? Apa sih bagusnya?

Salah satu problem yang sekarang saya hadapi dan saya sampaikan kepada banyak orang yang lebih tua (biar saya terkesan muda) adalah menurunnya semangat membaca ketika anak-anak mulai remaja. Sebagian besar sepakat bahwa gawai digital menjadi salah satu penyebabnya. Yahh … itu lagi.

Saya tidak mungkin menjauhkan anak-anak dari dunia digital, kan? Nanti ibunya gimana? Kan ibu harus jadi teladan. Nanti saya nggak bisa main Facebook dan Instagram, dong #halah!

Karenanya, untuk tetap menjaga kebiasaan baca, kami menetapkan reading time di rumah. Setelah magrib, ngaji, dan majelis ilmu, kami nangkring bareng buat baca sampai jam 8 malam. Setelah itu bebas. Kadang kami bergiliran cerita sedang baca apa, kadang juga saling membaca lantang untuk yang lain.

Apakah mudah? Umm … saya lebih suka bilang “menantang”!

Adddaa saja alasan yang muncul – namanya juga alasan, buanyak sekali. Kadang bolong kadang terlupakan. Setidaknya kami menciptakan tradisi itu dan berusaha patuh.

Di status FB saya hari ini saya berbagi kisah tentang seorang kakek yang sudah susah jalan, mungkin karena usia lanjut atau stroke atau sebab lain. Dua buku tebal di tangannya membuat saya nekat bertanya, apa yang membuatnya masih suka membaca hingga usia tua. Saya juga curhat tentang menurunnya kebiasaan baca anak-anak saya yang mulai remaja. Kakek itu berkata, selain keteladanan dari orang tua, kebiasaan membaca bisa dijaga dengan limpahan kasih sayang.

Membaca itu perbuatan baik, dan perbuatan baik lahir dari kasih sayang.

Walah! Kok saya merasa tertonjok gimana, gitu. 🙈

Nah, mari kita berbagi pengalaman, apa yang Bapak Ibu lakukan di rumah untuk menumbuhkan minat baca anak-anak.

Ada ebook yang bisa diunduh gratis. Buku ini saya tulis beberapa tahun yang lalu, jadi abaikan jika ada yang terkesan zadul  aahhah.

Kulwap ini disponsori oleh buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Elia Daryati dan Anna Farida. Miliki bukunya melalui Teh Aan.

Salam takzim, 
Anna Farida

www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done
(Nelson Mandela)

Oya, baca juga tanya jawabnya di sini.

Mau ikutan kuliah via whatsapp (kulwap) juga?

Daftarin nomor WA kamu ke 089650416212 (Suci Shofia)

GRATIS!!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s