Diskusi Curhat Peserta Kulwap

Image result for curhat
Enter a caption

Berikut diskusi peserta Kuliah Via WhatsApp (kulwap) Keluarga Sehati pada tema “Curhat”. Semoga bisa menambah pengetahuan seputar berbagai permasalahan dan keluh kesah.

SU: Ibu-ibu, kalau ada perempuan yang curhat sama suami kita, harus waspada sejak awal. Bisa jadi itu modus. Awalnya curhat, terus nanya pendapatnya soal poligami, akhirnya dia mengajukan diri buat dipoligami. #kompor 😀
Anna Farida: #waduh, SU 🙈

SW: Saya curhat boleh? jadi ceritanya saya sering jadi tempat curhat teman-teman saya. Dari curhatan itu saya kadang bingung menempatkan diri,  di satu sisi tau apa yang dia lakukan salah. Di sisi lain saya hanya ingin memposisikan diri sebagai sahabat baik dengan tidak menghakiminya. Lalu bagaimana yaaa.
SU: Perempuan sekarang kan hebat, Mba. Banyak yang pemberani 😀

Suci Shofia: *panasss

RW: 😱
NK: daleeem banget, Teh SU 😁
S: Saya biasa jd tempat curhatan 😅, hanya mendengar saja 😛
T: Saya juga biasa jadi tempat curhatan juga 🙈

E: Saya jg “keranjang sampah”. Selalu kebagian sumpek, giliran happy, terlupakan 😁
Gara-gara peran pendengar itu, saya jadi dimusuhi teman akrab yang sebelumnya mnyatakan bahwa saya adalah sahabatnya 😣
Dituding munafik.
😭
Sejak itu saya trauma. Enggan jika ada yg meminta saya jd sahabat.

M: Belum ada tempat cerita yang aman…. 😊

E: Eh tapi saya tetep punya sahabat kok. Alhamdulillah hubungan prsahabatan kami hangat, sehangat mentari pagi.
ND: Aku jadi pengen curhat 😣. aku lupa disini ada sesi curhat gak sih? Dan kapan waktunya? Hhehe 😅

#Kaboor sebelum mamak admin dateng

KH: Panggil @mb Devi Astrivianti,
terima kasih selalu mjd ‘pendengar setiaku’ di kantor. Semoga Allah selalu memudahkan urusanmu, Mba. 😭😘

ANI: Sahabat terbaikku satu2nya dari masa kecil, TK hingga kini … the best friend that i ever have till now … ehm … Anna Farida Kurniasari … 😘😘😘

NM: Nah, kebetulan sekalian curhat ah. Meski curhatan saya idem sama SW.

Siapa yang bilang perempuan sekarang berani? Ember, ternyata … hihi …

Saya akhirnya cenderung jadi pendengar saja. Kalau ada yg mampu saya luruskan dengan jalan yang enak, saya luruskan.

Karena kalau begitu seseorang berbuat salah langsung dikasih nasehat, kayaknya langsung kabur deh. Karena pada umumnya orang tahu apa itu yang namanya dosa, siksa, dll.

Cumaaa, ya hawa nafsu kali ya.
Tetep aja rasa rasanya sebenarnya hati ini pengen menyatakan bahwa apa yg dia perbuat itu salah.

Pertanyaannya, kapan kita masih harus menolelir suatu perbuatan, kapan saatnya kita membicarakan hal yang lurus/ seharusnya?

KH: Hmmm … ada betulnya juga tuh mbak Nena.
#pengalaman … 😁

S: Mendengarkan saja, menurut saya sudah cukup. Kalau saya menerima curhatan orang lain cukup mendengarkan saja. Itu adalah sikap yang bijak untuk menghormati orang yang sudah menaruh kepercayaan kepada kita. Kalaupun harus komen ya komen yang positif hanya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya saja tidak lebih. Yang penting menjaga pertemanan dan silaturahmi 😊

EM: Prinsip awal saya jg bgitu: mendengarkan, menampung, menyimpan rapat-rapat, beri komen jika perlu dan situasinya memungkinkan.
Tapi saya diprotes karena jarang curhat ke dia. Jadi tuntutannya, dia minta saya juga harus sering curhat seperti dia.
😁 sementara saya tidak mudah untuk curhat.

KH: kalau menurut saya, orang yang biasa curhat tidak akan kembali curhat pada orang yang sama klo responnya tidak seperti yang diharapkan si pencurhat.
Nah, klo ada yang bolak balik curhat ke orang yang sama … yaaa … itu karena ada respon yg membuat dia merasa nyamaaan.
😁😁
S: Kalo bolak balik mah itu bukan curhat atuh tapi nyari topik ngobrol 😅 qiqiqi

EM: Xixixi……waduh, artinya saya dianggap apa ya, lah tiap kali ada sumpek pastilah nabrak dan curhat ke saya 😯
Wkkkwkkk
Skrg gantian saya yang curhat. Mumpung sesi kuliah belum dimulai. Boleh kan?
Krna sejak kepentok begitu, saya kurangi “jatah” terima curhat dan juga saya seleksi “klien” yg akan saya terima curhatnya. Hahahaha.
KH: Mbak EM (perlu diluruskan nih, tulisanku tadi 😁😁)
Bukan masalah sih, klo sesama jenis. Yang saya persoalkan kalau yang lawan jenis ituuu. 😁😁
Kalau sesama jenis ada yang langganan curhat, it’s oke wae mbak. Kesempatan kita untuk membantu meringankan beban orang lain.
Karena kalau bolak balik curhat ke kita (sesama jenis lho yaaa… 😜), artinya kita bisa dipercaya, respon kita tepat, & yang penting, dia merasa nyamaaan.
☺☺☺

Ini dari Kuliah Via WhatsApp 2:

GA: Barakallah bu Anna, sayah banget ini #setrikaandankelilingduniaaa
Yuuk kopdar tapi jangan di Bandung, hehehhehe
MD: Kopdar Surabaya aja, ya, Mbak GA😆
NF: Sepertinya setrikaan yang menggunung (akibat hujan terus menerus, baju susah kering) dan piknik keliling dunia, merupakan masalah yang harus terurai hari ini #jadicurhat

MD: Tak kira cuma aku yang setrikaan menggunung jg pingin piknik, ternyata mayoritas toh.
Anna Farida: Huhuy! Setrikaan dan piknik 😃
EL: Malah jd tema utama, yeah! 😄
EU: Kayaknya ada yang ngebet mau ke luar negeri nih….😊
AA:  Alhamdulillah bebas setrikaan😁tinggal nunggu yang ngajak piknik😁

P: Setrikaan mah dah kelar, tapi jemuran yang masih basah banyaaak 😁

SS: Setrikaan banyak, baju basah juga banyak.

R: Jadi ikutan pengen curhat 😁
Saya jarang curhat, tapi dulu sering jadi tempat curhat sana-sini. Nah kemudian blok sana dan sini terlibat konflik. Saya kan rada kuper dan gak paham terlalu dalam masalah mereka yang sebenarnya. Saya jadi pendengar netral aja. Namanya lagi konflik, mungkin mereka pengen saya memihak si A atau si B. Yah susah, kedua pihak saya anggap teman. Tapi akhirnya malah dicurigai dan dimusuhi. Awalnya saya masih sabar, tapi kok tambah menjadi. Akhirnya sekarang saya putus segala komunikasi dengan mereka. Mikirnya lama loh, karena ada rasa gak enak ke mereka. Tapi mereka kayaknya juga tegaan 😝. Setelah saya hapus semua kontak dengan mereka, saya jadi legaaa sekali. 😄
Walau demikian, saat mereka menghubungi saya, saya jwb dengan baik. Tapi saya sudah enggak mau terbuka lagi dengan mereka.
SS: Berat juga yaaa 😉 tetap harus memilih yang terbaik😇

R: Mengambil keputusannya yang paling berat, tapi setelah itu rasanya bebasss. 🎈🎈🎈☺

Selesai sudah sesi diskusi curhat peserta kulwap kali ini. Memang ada rasa plong setelah curhat.Ketika berkeluh kesah lalu ada respon yang baik akan membuat hati terasa nyaman.
Eits, tapi tetap harus memilih tempat curhat, lo, ya! bukan semua orang dijadikan tempat curhat. Apalagi lawan jenis. Lebih baik menjaga daripada terjadi apa-apa.
Sebaik-baik tempat curhat adalah Sang Maha Pemilik Kasih Sayang. Berdoa, mendekatkan diri pada-Nya, menambah ilmu yang telah Dia berikan melalui kitab suci maupun utusan-Nya.
Selamat curhat sehat, ya!
*Kulwap ini disponsori oleh Buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart karya Anna Farida dan Elia Daryati.
Mau ikutan? daftarkan nomor WA Anda ke saya admin kulwap di 089650416212 (Suci Shofia)
GRATIS!!!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s