Keuangan Keluarga

Image result for keuangan
suryanara.org

Hai, teman-teman, kali ini saya menyebarluaskan materi kulwap Keluarga Sehati ke-20 yang disponsori oleh buku Parenting With Heart dan Marriage With Heart. Kesempatan minggu ini bertema seputar pernikahan. Nah, tema yang dipilih adalah Keuangan Keluarga.

Yuk, simak pemaparan dari narasumber yang jadi nominasi kategori Guru Nonformal dari penghargaan Eni Sukaesih (bener ga sih namanya?).

Anna Farida:

Salam Sehati, Bapak Ibu,

Wah, masuk ke materi-20, tanpa terasa.

Kita akan membahas tentang keuangan keluarga.

Siapa yang sebelum menikah membahas perencanaan keluarga? Atau, siapa yang bahas rencana anggaran sambil bulan madu? 😀

Dalam keluarga, siapa yang seharusnya cari uang? Kalau istri punya penghasilan, bagaimana alokasinya? Digabungkan dengan pendapatan suami atau dipisah?

Kata istri, “Uangmu uangku, uangku uangku sendiri” 😎

Kata suami, “Mengapa aku jadi lelaki?” 😥#halah

Sebenarnya, setiap keluarga punya kebijakan keuangan yang unik. Masing-masing punya pilihan tentang penataan anggaran sesuai dengan keperluan. Ada yang suami istri yang memilih bekerja salah satu, ada yang memutuskan untuk bekerja dua-duanya. Ada yang anaknya banyak ada yang hanya satu. Ada yang berkomitmen untuk menanggung keluarga lain ada yang tidak.

Tentang perencanaan keuangan keluarga, yang penting dibahas bukan hanya jumlahnya.

Amount is matter but not that important – weits, kalimatnya bagus buat instagram 😁

Jumlah memang ngaruh, tapi bukan yang paling penting. Salah satu sifat uang adalah banyak tak pernah cukup, sedikit tak selalu kurang (kata AF, ini sih). 😃

Jadi, apa yang lebih penting?

🌻 Bahas pandangan Anda terhadap uang secara terbuka dengan pasangan. Tanpa membahas siapa yang punya penghasilan lebih banyak, ya. Rezeki itu dari Allah. Dia bisa alirkan lewat siapa suami, istri, anak. Kemestian manusia adalah bekerja dengan giat agar bermartabat dan bermanfaat, kan?

Banyak yang malu-malu, sungkan dianggap matre—apalagi baru nikah, kok sudah bahas duit? Justru, harus dibahas dulu sejak awal agar tahu sama tahu pandangan masing-masing tentang uang dan alokasinya. Misalnya, apakah Anda akan memutuskan hidup sesuai pendapatan (bisa mewah bisa sederhana) atau memang tetap hidup sederhana walau penghasilan melimpah? Bagaimana pandangan Anda tentang kredit: mau nyicil atau nabung dulu agar bisa beli tunai? Daaan sebagainya. Bahas prinsip-nya saja, tak perlu buru-buru bahas detailnya, nanti ribut haha. Tak juga harus selesai satu hari, bisa dibahas dan diselaraskan pelan-pelan. Yang penting ngomong, kecuali Anda berdua punya ilmu kebatinan level 9.

🌻 Tetapkan tujuan. Apa yang ingin Anda dan pasangan raih. Misalnya, lima tahun lagi mau naik haji, keliling dunia, bikin rumah sakit gratis, amin … Miliki tujuan bersama agar masing-masing punya semangat mencari rezeki yang luas dan berkah, bukan hanya buat keluarga tapi juga sesama.

🌻 Catat anggaran keuangan masing-masing. Apa yang diperlukan suami, istri, anak, dan tanggungan lain. Lakukan secara terbuka dan penuh cinta. Jika Anda punya hobi gelap # halah (misalnya perlu anggaran khusus untuk fotografi) anggarkan sejak awal. Anggarkan juga dana darurat. Ingat, ini bukan masalah jumlahnya, tapi pengaturannya.

🌻 Catat pemasukan dan pengeluaran. Sekarang banyak aplikasi praktis yang bisa diunduh di telepon pintar. Dari catatan itu Anda akan tahu, mana yang lebih dominan: pengeluaran rutin atau pengeluaran lain-lain hahaha  🙈 — Anda juga harus catat pemasukan, apalagi jika Anda bekerja tidak dengan gaji tetap. Catatan ini adalah bukti tanggung jawab Anda dan pasangan dan bermanfaat untuk melakukan koreksi jika ada yang tidak beres dengan pengaturan keuangan: adakah yang harus dipangkas, mana yang bisa ditambah, keperluan apa yang sering diabaikan …

🌻 Anggarkan selalu sedekah—bisa untuk orang lain bisa untuk saudara sendiri. Sedekah memberi semangat kepada Anda untuk berbagi, dan membuat Anda merasa kaya 🎆

Lima saja, ya. Nanti layar hape-nya penuh.

Selebihnya, mari kita saling bertukar pengalaman, bagaimana perencanaan keuangan yang Anda lakukan bersama pasangan. 🌿

Salam takzim, 
Anna Farida

www.annafarida.com
It always seems impossible until it’s done 
(Nelson Mandela)

 Simak juga tanya jawabnya di sini.
 Curah gagasannya juga ada di sini.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s