Strategi Sosialisasi Halal

IMG-20151211-WA0002
ilustrasi: koleksi pribadi

Dalam rangka Meramu Langkah Sinergi dalam Dakwah Implementasi Sistem Jaminan Produk Halal, Masjid Salman ITB mengyelenggarakan Workshop Nasional Gerakan Halal pada tanggal 14-15 Desember 2015 di Gedung Serbaguna Salman ITB Jl. Ganesha No. 7 Bandung. Acara ini dihadiri dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari akademisi, jasa tour and travel, komunitas, anggota dewan, aktivis PAUD, dan sebagainya.

Cukup mencengangkan negara yang sebagian besar penduduknya non muslim namun mereka memiliki Pusat Halal, sebut Jepang, Korea, Irlandia, dan China. Indonesia sudah menjadi target pasar untuk dunia perdagangan terutama dari sisi halal.

Berbagai isu dibahas dalam workshop kemarin antara lain:

  1. Titik kritis alkohol
  2. Strategi Sosialisasi Halal
  3. Standarisasi Auditor dan Supervisi Halal
  4. Formal Bakal LPH (Lembaga Penjamin Halal)
  5. Indonesia Sebagai Kiblat Halal

Kali ini akan membahas tentang Strategi Sosialisasi Halal. Isu halal untuk saat ini merupakan milik produsen saja, dari sisi masyarakat masih kurang peduli. Budhiana Kartawijaya, Pimpinan Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung menyampaikan bahwa perlu adanya strategi budaya. Dimulai dari kebiasaan individu yang mengutamakan halal sebagai produk konsumsi mereka, kemudian dari sana kebiasaan kelompok akan terbentuk, lalu akan menjadi sebuah budaya bahwa halal adalah suatu keniscayaan. Jadi isu halal adalah milik semua, masyarakat dan produsen.

Target kampanye halal adalah adanya penyadaran dari level bawah, kemudian ada gerakan lobi dan penekanan ke pemerintah, kemudian tersedianya produk halal dalam rangka melindungi umat. Ketika hal itu tidak tercapai masyarakat bisa menuntut negara.

Target audiens adalah ibu dan anak-anak. Ibu yang sehari-hari menyediakan makanan bagi keluarga, sosok efektif yang mampu menciptakan komunikasi dini. Kemudian anak-anak adalah calon pemimpin bangsa yang mampu menguatkan spirit halal dalam kebijakan di lingkungan kerja maupun negara.

Ada beberapa hal terkait strategi nilai yang ditawarkan yaitu:

  • Segmen atau sasaran
  • Aktivitas utama
  • Mitra utama
  • Biaya
  • Channel
  • SDM

Pencanangan Hari Halal Nasional diharapkan bisa tercapai, dari sana akan diadakan berbagai event untuk membakar semangat untuk selalu menggunakan dan mengolah produk secara halal. Misalnya award halal, festival jajanan tradisional halal, dan sebagainya.

Berbagai kegiatan dalam sosialisasi halal antara lain lomba karya cipta lagu dan menyanyi halal, mendongeng, lomba memasak halal, dan aneka kegiatan yang berkaitan dengan promosi halal lainnya.

Tentu saja masukan dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan dalam rangka menciptakan iklim halal di negara kita yang mayoritas beragama Islam.

“Dalam tubuh kita ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika ia buruk maka buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bawa ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s