Kebijakan Ekonomi Jilid 5 dan Revaluasi Aset

pajak

Dalam upaya menggugah gairah perekonomian yang sedang lesu, pemerintah mengeluarkan kebijakan ekonomi jilid 5 salah satunya revaluasi aset. Perlambatan ekonomi dunia berpengaruh juga pada perusahaan dalam negeri yang mengalami kerugian, bahkan modalnya minus.

“Dengan revaluasi aset diharapkan dapat mempercantik posisi neraca karena akan ada penyesuaian nilai asetnya dari nilai perolehan menjadi nilai pasar,” jelas Zeti Arina seorang Konsultan Pajak Brevet C.

Layanan pajak ini berupa aturan dalam revaluasi aset normalnya 10% mendapatkan insentif yaitu:

  • Sampai dengan 31 Desember 2015 revaluasi aset dikenakan tarif PPh 3%
  • 1 Januari 2016 sampai dengan 30 Juni 2016, revaluasi aset dikenakan tarif PPh 4%
  • 1 Juli 2016 sampai dengan 31 Desember 2016 revaluasi aset dikenakan tarif PPh 6%

Pemerintah mengharapkan dengan kebijakan tersebut penerimaan pajak meningkat dan target terpenuhi. Sekarang ini penerimaan pajak masih jauh dari target maka rencana meluncurkan paket-paket berikutnya akan segera dilakukan.

Dampak bagi perusahaan berupa nilai aset meningkat biaya penyusutan juga bertambah. Perusahaan yang biaya penyusutannya sudah di angka nol, akan meningkatkan biaya dan mengurangi laba. Jika laba secara pajak berkurang pajak yang dibayarkan lebih kecil.

Para pemegang saham akan mendapatkan tambahan saham berupa objek PPh, dari sisi fiskal penghasilan bersih akan lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Jika nilai aset meningkat ketika hendak mendapatkan pinjaman dari bank posisi neraca menjadi lebih terpercaya. Untuk perusahaan yang hendak go public atau merger dapat menaikkan nilai saham sebelum initial public offering (IPO)/merger.

Kebijakan ini merupakan fasilitas, bisa digunakan atau tidak. Misalnya ketika perusahaan mengalami kerugian kemudian was-was kompensasi rugi tidak dapat ditutupi sampai dengan 5 tahun ke depan, maka tidak perlu ikut revaluasi.

Catatan penting ketika hendak merevaluasi aset supaya membuat perencanaan pajak apakah secara pajak sudah menguntungkan, jika ya lakukan revaluasi aset, jika tidak maka sebaliknya. Semua aset bisa direvaluasi termasuk properti. Jadi, yuk revaluasi aset!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s