Diskusi Percaya Diri Pada Pasangan

ilustrasi: aktual.com
ilustrasi: aktual.com

Diskusi soal percaya diri pada pasangan kita berlangsung cukup sepi. Hihihi … Apakah semua sedang sibuk seperti tim Kulwap Keluarga Sehati? Kedua narasumber semua sedang ada perlu di jam kuliah (ada yang sedang kedatangan tamu, ada yang sedang jemput anak). Mahmud Admin (begitu julukan sayang dari narsum Anna Farida) juga, sedang kedatangan saudara dari Surabaya.

Mohon dimaafkan karena kesibukan bersama ini, semoga tidak mengurangi ruh belajar bersama untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Pertanyaan-1

Pertanyaannya agak melebar tidak hanya pada percaya diri terhadap pernikahan. Bagaimana membantu pasangan kita yang memiliki trauma masa kecil sehingga memiliki rasa percaya diri yang rendah padahal dia memiliki kemampuan luar biasa.

Jawaban Elia Daryati

Mengatasi krisis kepercayaan diri karena trauma.

Jika menyimak permasalahan yang dihadapi oleh suami Ibu, sebetulnya terkait dengan konsep diri. Ada satu peristiwa masa lalu yang menjadi konsep diri di masa sekarang, sehingga mungkin suami ibu berpikiran “Da aku mah apa atuh,” padahal sesungguhnya memiliki kemampuan yang luar biasa.

Apa yang dimaksud konsep diri? sederhananya adalah pemahaman seseorang tentang dirinya yang dibentuk dari serangkaian tentang dirinya, akibat : – pengalaman diri yang melekat (latar belakang), pandangan sosial-budaya yang tertanan sejak lama.

Dapat disimpulkan, konsep diri merupakan proses perkembangan diri yang dibentuk melalui/oleh lingkungan yang diterima sebagai KENYATAAN  TENTANG DIRINYA.

Kopnsep diri itu ada yang negatif. Misalnya ketika seseorang menyimpulkan bahwa dirinya merasa tidak mampu dibandingkan orang lain. Misalnya kurang pandai, kurang mampu, jelek, dst … dst … padahal hal tersebut bertentangan dengan kenyataan diri yang sesungguhnya. Ekspresinya, salah satunya kurang percaya diri. Adapun konsep diri yang positif, dimana seseorang memiliki kesimpulan yang positif terhadap keadaan dirinya. Dasar konsep diri positif adalah penerimaan diri. Kualitas ini lebih mengarah kekerendahan hati dan kekedermawanan dari pada keangkuhan dan keegoisan. Orang yang mengenal dirinya dengan baik merupakan orang yang mempunyai konsep diri yang positif.

Jawaban Anna Farida
Saya kasih ilustrasi kisah tentang anak narapidana. Sejak kecil hidupnya penuh tantangan. Walau keluarga besar yang menampungnya baik hati, dia bisa dibilang tumbuh sendiri. Sejauh ingatannya, dia berpikir bahwa orang-orang menjauh karena anak napi bisa jadi napi juga.

Ketika dewasa dia merasa baik-baik saja. Baru setelah punya anak, dia mulai takut mendidik anaknya sendiri, takut salah. Dia merasa punya potensi jahat.

Istrinya menepis keraguan sang suami dengan:
Tidak memaksanya. Sang istri memgambil alih tugas pengasuhan tapi sesekali tanya pendapat suaminya: ke dokter A atau B? Kita daftar ke sekolah C atau D?  Olah raga Kakak mending renang atau bulu tangkis?

Jadi, dalam banyak hal, pada akhirnya sang suami lebih sering berkeputusan. Berkat istri yang berperan sebagai coach yang sabar, lambat laun percaya diri sang suami tumbuh.

Pertanyaan-2

Bagaimana menyampaikan rasa terima kasih ke pasangan atas kesediaannya hidup bersama. Sedangkan kami tidak terbiasa ekspresif?

Jawaban Bu Elia Daryati

Menyatakan perasaan.

Setiap keluarga memiliki relasi yang khas dan unik, termasuk dalam mengekspresikan perasaan.  Bentuk ekspresi itu dapat diwujudkan dengan komunikasi langsung dengan kata-kata, atau dapat juga disampaikan dengan bentuk tulisan. Akan tetapi tema utamanya adalah KOMUNIKASI.

APA SIH YANG DIMAKSUD DENGAN KOMUNIKASI ?

Pengertian populernya, intinya ada proses perpindahan informasi dari seseorang ke orang lain. Melalui PESAN yang disampaikan. Nah pesan ini sampai atau tidak, sesuai dengan yang kita inginkan? Judulnya yang penting adalah pesan yang tersampaikan semaksimal mungkin seperti apa yang kita harapkan. Caranya seperti apa? setiap orang memiliki caranya masing-masing. Ada yang mampu mengungkapkannya dengan kata-kata, ada yang tidak. Mungkin mengekspresikan dengan bahasa tubuh (gesture), pasangan akan mengerti bahwa dia merupakan orang yang sangat dibutuhkan oleh pasangan.

Jadi, komunikasi dapat disampaikan dengan cara verbal maupun nonverbal. Bahkan untuk ekspresi verbal pun, tiap pasangan tidak selamanya dapat menyampaikan kalimat yang berbunga-bunga. Mungkin cukup bilang (sambil cengar-cengir) : “Pah … tau nggak, aku ngerasain banget tambah kesini, aku merasa Papa tuh penting banget buat aku …”. Paling pasangan bilang “ Duuuh … lebaynya istriku … ”.  Tapi kalimat sederhana yang sedikit ngoboy ini, secara tidak langsung dapat mengikatkan hubungan batin dengan pasangan.

Toh setiap pasangan tidak semuanya sastrawan dan ahli puisi yang romatis dengan kata-kata yang berbunga. Namun intinya adalah pasangan dapat menangkap pesan, bahwa pasangannya itu menginginkannya, mencintainya, mengharapkannya, dan menghargainya. Jiwa itu tidak terlihat, tidak berwarna, tidak teraba, namun TERASA. Kitalah yang akan memberikan warna pada rasa itu, bahwa kita sangat mengharapkan pasangan kita, selalu ada dalam kehidupan kita …

Jawaban Anna Farida

  1. Pakai ungkapan tertulis (chat, surat, pesan kecil di tempat yang biasa dilihat pasangan).
  2. Katakan di hadapannya, “Untung ada Mas” saat dia membantu hal-hal kecil. Nanti terbiasa. Percayalah
  3. Masak spesial, kasih hadiah kecil. Pas dia tanya dalam rangka apa, jawab “baca aja di kartunya”.
    Pastikan bukan kartu tagihan SPP anak-anak yang terlihat
  4. Baca materi-1 lagi #ehehe

Pertanyaan-3

Mohon bagi tips PD dengan segala kekurangan pasangan.

Dia dalam keluarga besar kurang bisa menyesuaikan ritme keluarga. Dia dengan kepribadiannya, sedangkan menurut keluarga besar kurang bisa menyesuaikan diri.

Jawaban Bu Elia Daryati

Tips PD dengan segala kekurangan pasangan.

Sebuah perkawinan sesungguhnya diwujudkan untuk saling menggenapkan. Salah satu dapat menjadi obat bagi pasangannya atau bahkan menjadi racun bagi pasangannya. Kekurangan pasangan merupakan ladang amal bagi pasangan yang lainnya. kelebihan pasangan merupakan anugerah yang terindah bagi pasangannya.

Bagaimana jika pasangan kurang PD, ketika kita menyadari hal ini, maka kita harus menyediakan diri bahwa kitalah OBATNYA!!!  Psikolog yang sesungguhnya adalah pasangan yang mencintai pasangannya tanpa syarat, karena ketulusan cinta yang dapat menerima pasangan apa adanya.

Adapun dalam kasus Ibu, adalah suami yang mengalami hambatan penyesuaian diri, menurut versi keluarga besar. Apakah demikian kenyataannya?  jika seseorang menunjukkan sedikit masalah dalam beradaptasi  dengan sebuah situasi, boleh jadi kesalahan ada pada diri atau situasi terbatas di luar dirinya. Namun, jika kemampuan adaptasi ini bermasalah dengan banyak lingkungan, baru kita evaluasi. Setelah ini baru dilihat, suami ibu masuk dalam kategori yang mana? Jika memang seperti yang disangkakan keluarga besar, baru ibu sikapi untuk sama-sama membangun relasi yang baik dengan keluarga, salah satunya menumbuhkan citra positif suami akan kemampuan adaptasinya. Ini juga sesungguhnya masih terkait dengan konsep diri negatif. Hambatan dalam diri yang berdampak pada hambatan dalam menyesuaian diri. Sebetulnya penyesuaian diri ini pun biasanya tidak pada keluarga, namun pada lingkungan lain pula. Misalnya, dengan tetangga, di tempat kerja maupun dengan teman dalam lingkungan yang lebih luas.

Orang tidak akan berubah, jika dirinya merasa tidak ada yang salah. Tugas Ibu adalah menginspirasikan bahwa suami menyadari ada kekurangan yang harus dia rubah, sehingga memudahkannya dalam proses adaptasi khususnya dengan keluarga. Suami merasa dirinya perlu berubah bukan atas permintaan orang lain, tapi atas kebutuhan dirinya. Jadi suami ibu harus “merasa” dulu, sehingga bertanggung jawab untuk perlu berubah.

Cara yang paling sederhana dengan komunikasi asertif terlebih dahulu. Mengenai komunikasi asertif ini pernah disampaikan pada diskusi kulwap sebelumnya. Namun jika ibu merasa masih sulit memang memerlukan bantuan profesional untuk menyelesaikannya.

Jawaban Anna Farida
Salah satu prinsip yang diajarkan oleh Bu Elia dan saya sampaikan di mana-mana adalah bahwa kita tidak bisa mengontrol orang lain. Yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri. Ibu tidak bisa meminta keluarga besar suami berpendapat A atau B, tapi bisa sekali menjadi pendamping yang percaya diri.

Caranya, ajak dia bicara, mau dibantu di sebelah mana.
Pertanyaan ini penting karena banyak kesalahpahaman terjadi ketika satu pihak merasa ada masalah sementara pihak lain adem-adem saja. Atau sebaliknya. Pihak yang dianggap bermasalah adem-adem saja, sementara pasangannya ribut ingin membantu.
Jadi, bicara. Tanya. Konfirmasi.
Tidak biasa membahas hal semacam itu dengan pasangan? Latihan. Bisa, kok. Ingat materi komunikasi asertif? #mulailageee.

Setelah itu, tips yang saya bahas di materi bisa dipakai sedikit demi sedikit.
Suami dan istri itu pasangan yang saling menyempurnakan. Jika ada salah satu merasa tidak percaya diri, yang lainnya harus memandu. Jika keduanya sama-sama tidak pede … kita punya masalah serius. Bisa dibahas di materi lain, kali, yaaa.

Admin:

Hari ini hanya ada 3 pertanyaan yang masuk, semoga saja semua sudah memiliki  pasangan yang cukup bagus kadar kepercayaan dirinya, yaaa.

Sampai jumpa di Kulwap Keluarga Sehati minggu depan 🙂

Kulwap ini disponsori oleh Buku Marriage With Heart karya Anna Farida dan Elia Daryati. Sebuah buku yang sangat aplikatif, membumi, dan penuh makna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s