Aku Cemburu

ilustrasi: id.theasianparent.com
ilustrasi: id.theasianparent.com

Berikut materi Kulwap Keluarga Sehati #5 dengan tema “Aku Cemburu” narasumbernya Anna Farida dan Elia Daryati.

Anna Farida berkata:

Kita mengenal istilah sibling rivalry yang berarti rasa cemburu, persaingan, dan pertengkaran antara saudara (bisa kandung bisa yang bukan kandung—misalnya anak yang hidup di keluarga besar, persaingan bisa terjadi antar sepupu).

Masalah bisa muncul tepat ketika anak berikutnya lahir atau datang, gejalanya bisa macam-macam, sesuai dengan usia anak.  Ada yang mendadak rewel, tiba-tiba ketus, enggan berinteraksi dengan anggota keluarga baru, bersikap memusuhi orang tua, atau berupaya cari perhatian dengan cara negatif.

Punya anak banyak memang tantangan yang unik. Di satu sisi, kita punya kesempatan untuk melatih kerja tim sejak dini. Di sisi lain, sibling rivalry bisa muncul, dan orang tua perlu bersikap dengan tepat.

Bagaimana?

  1. Perlakukan anak dengan porsi seimbang – sama dan seimbang itu berbeda. Seimbang artinya sesuai dengan keperluan anak.
  2. Membanding-bandingkan anak berpotensi menimbulkan sibling rivalry. Berkompetisi bisa didesain sebagai permainan yang menarik (untuk anak maupun remaja).
  3. Untuk anak-anak yang lebih kecil, perhatikan kapan mereka bertengkar? Saat lapar? Mau pergi sekolah? Mau tidur?
  4. Contohkan kepada anak untuk memperoleh perhatian dengan cara positif. Kadang anak mengganggu saudaranya untuk cari perhatian, lho.
  5. Pastikan ada kegiatan yang menyatukan keluarga, pastikan juga ada kegiatan individu antara orang tua dengan masing-masing anak. Tak perlu lama, tak perlu mahal. Setiap anak berhak dapat perlakuan spesial, dan ini sulit jika dilakukan bersama anak lain. Karena itu, atur waktu pribadi dengan masing-masing anak.
  6. Saat berduaan saja dengan anak, ajak diskusi bagaimana membuat saudara mereka SENANG.
  7. Saat berduaan saja dengan anak, dengarkan apa yang mereka sampaikan.
  8. Ini pertanyaan pantangan ketika anak berkelahi, “Siapa yang mulai?” atau “Siapa yang bikin gara-gara?” — bertengkar itu perlu dua orang, kan?
  9. Tanyakan “apa” yang membuat mereka bertengkar, bukan “siapa” yang jadi penyebabnya.

Nah, saya tidak uraikan 9 trik di atas secara detail. Nunggu pengalaman dan pertanyaan Bapak Ibu, karena kasus sibling rivalry bisa jadi sangat bervariasi.

Selamat berbagi pengalaman, silakan japri Mahmud Admin yang ceria.

Silakan klik Tanya Jawab Sibling Rivalry untuk mengikuti diskusi serunyaaa

Advertisements

One thought on “Aku Cemburu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s