Ayam dan Persahabatan

Ayam SukarasaAlhamdulillah, sahabat sesama penulis, Teh Dina Roslaeni maen ke rumah bersama pasukan ciliknya, hehehe … Sayang cuma sebentar, suaminya harus segera kembali bertugas.

Apim, Si bungsu aja sampai nanya, “Kenapa perginya bentar?”

Maksudnya kenapa mainnya cuma bentar. Masih suka kebolak-balik kalau ngomong.

Teh Dina, ibu 3 anak yang suka bereksperimen dengan handmade ini membawa Ayam Sukarasa Bumbu Kuning spesial buat saya (GeeR :p). Apaan tuh? Jadi penasaran neh sama rasanya. Padahal sudah dua hari ini masak ayam, karena si sulung Aga suka sama daging ayam, lebih tepatnya sih kulitnya.

Setelah ngobrol yang sebentar banget itu, seputar pekerjaan, anak-anak, dan dunia rumah tangga, mereka pamitan. Kapan-kapan yang lama atuh maennya, Teh … 🙂

Jadi ingat si ayam, masih mikir-mikir masak nggak, masak nggak, cap cip cup kembang kuncup, pilih mana yang mau dicup! Eh jadinya masak deh. Udah pengen nyicipin aja. Langsung baca-baca keterangan label kemasan, ternyata produksi dalam negeri, Bandung punya euy! Fajar Foods Bandung tepatnya. Ini dia yang saya cari, sedang berproses menggunakan produk dalam negeri, seperti kampanyenya Teh Indari Mastuti, mentor menulis saya. Menurut pendapat saya pribadi neh, kalau produk dalam negeri dibeli oleh kita sendiri, Insya Allah kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Uangnya kan berputar di dalam negeri aja.

Kembali ke ayam ya, begitu buka kemasan si Ayam Sukarasa, aroma bumbu kuningnya hmmmm wangi, khas banget ramuan nenek moyang, hehehe … sedaaappp! Nah, berhubung Aga lagi batuk, jadi weh masak Ayam Sukarasa dengan dua versi. Versi pertama dikukus, versi ke dua digoreng. Oya Ayam Sukarasa ini 100% halal, nggak pake pengawet dan MSG. Satu bungkus isinya 4 potong sekitar setengah ekor ayam, jadi 2 potong saya kukus pake alas daun pisang (kalau nggak ada juga ga apa-apa), sisanya digoreng.

Oya, proses pengolahannya juga GPL alias ga pake lama. Ngukusnya cukup 5 menit saja. Kalau goreng-menggoreng sampai kulit terlihat kecokelatan. Eh ada sambelnya juga, tinggal dipanasin pake minyak dikit aja, kalau saya sih pake satu sendok teh aja.

Berhubung pas dengan jadual makan siang, langsung deh icip-icip. Ooopppsss, nambahnya sampe 2 kali, hampir tiga kali tapi langsung ingat berat badan, wkwkwkwk … sambelnya bikin nagih sih. Buat saya level sambel ini kalau diberi angka 1-10 dapat nilai 10. Tulangnya lunak, bisa menikmati sampai ke dalam tulangnya lho! Bumbunya meresaaappp, nikmat bangettt!

2015-09-22 11.38.42

Ternyata ada rasa lain juga, Ayam Lada Hitam sama Ayam Kremes Sambal Hejo. Waaahhh, jadi pengen nyobain yang ini juga. #Ngiler.

Kuliner Bandung? Kuliner Ayam? Jajanan Bandung? Ayam Sukarasa patut dicoba!!!

SIAP-SIAP PESEN!!!

Advertisements

3 thoughts on “Ayam dan Persahabatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s