Tagihan dan Istri

ilustrasi: solusibayi.com
ilustrasi: solusibayi.com

Waktu itu sudah telat banget bayar deposit pulsa ke seorang teman di Solo. Karena udah bolak-balik ditagih, nggak enak juga jadinya.

Mana udah maghrib begini, aku nggak berani kalau ke atm sendirian. Lokasi ATM sekitar 3 km dari rumah. Jalanan sepi, minim penerangan. Dan dipengkolan ada bangunan kosong yang lama tidak ditempati. Dijalari tanaman liar di sana-sini. Serem deh pokoknya. Atau aku yang penakut, ya, hahaha …

Tempat tinggalku tuh di sebuah desa kecil. Angkutan umum jarang banget yang lewat kecuali jam sibuk warga sekitar. Apalagi udah maghrib gini. Ditunggu sampe tengah malam juga ga bakalan ada.

“Avies, anterin Mba ke ATM yuk..!” pintaku ke adik laki-lakiku.
Untungnya adikku mengiyakan permintaanku untuk mengantar ke kecamatan tempat ATM berada. Segera saja kami meluncur menggunakan sepeda motornya.

Pas sampai di lokasi ATM ternyata sudah dikunci pintu ATM-nya. Kami pun mencari ATM yang satu lokasi dengan bank. Tidak jauh dari ATM yang sebelumnya.

Ternyata disitu pun pintu gerbangnya sudah digembok.

“Ini jam berapa sih? Baru jam 8 lewat kok udah pada digembok gini.”gerutuku.

Daripada ga enak hati ditagih mulu, akhirnya aku cari ide biar bisa melompati pintu gerbang tadi.

Ahaaa!!! Ada sebuah meja dipinggiran pintu gerbang. Kayaknya sih punya PKL yang berjualan di siang hari.

Segera saja kuambil meja tadi dan kujadikan pijakan buat melompati pintu gerbang.

Yes! Aku berhasil. Tiba-tiba terdengar suara penjual sate yang berjualan di depan pintu gerbang, menegur adikku.

“Mas, kok istrinya disuruh melompati pagar sih? Bukannya Mas ini yang laki-laki.” tegurnya.

Memang badan adikku ini cukup gemuk. Usianya yang masih 20-an jadi terlihat seperti bapak-bapak.

Adikku yang nunggu di motor cuma bisa cengar-cengir.

Aku diem aja, tapi ketawa dalam hati. Hahaha … udah kepikiran segera transfer uang. Segera berlari ke ATM dan kupegang gagang pintunya. Pas aku tarik, Ya ampun sudah dikunci.

Ya sudahlah, akhirnya aku manjat pagar lagi dan pulang.

Lemes.

Kisah nyata dari saudara kandung yang cantik

Advertisements

2 thoughts on “Tagihan dan Istri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s