Menikmati Malam Bersama Bulan

Gambar Fase-Bulan

Dua malam ini kami berempat menikmati susana malam ditemani cahaya bulan dan kerdipan bintang. Karpet, kasur lipat, bantal, guling, dan selimut kami bawa ke lantai dua untuk menahan rasa dingin dan lebih hikmat memandang bulan.

Tentunya diiringi lagu dari mulut mungil anak-anak yang selalu mengajak kami untuk bernyanyi yang berkaitan dengan malam, bintang, dan bulan.

Bulan memang tidak mempunyai cahaya sendiri, namun pantulan dari sinar matahari. Karena di permukaan bulan tidak ada sumber cahaya.

Proses pemantulan cahaya berbeda dengan yang dilakukan oleh kaca. Proses pemantulan cahaya bulan melalui permukaan tanah bulan.

Setiap benda pada dasarnya memiliki kemampuan untuk memantulkan cahaya, disebut albedo. Permukaan bulan yang berpasir dan bebatuan tidak memiliki albedo yang tinggi. Namun karena kuatnya sinar matahari yang menimpa bulan, maka pantulan cahaya bisa terlihat terang di mata kita.

Sumber: soktau.com/tau-gak-bagaimana-bulan-bisa-bercahaya.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s