4 Manfaat Resign

Akhir Februari 2015 lalu, ayah dari anak-anak memutuskan untuk resign alias berhenti bekerja di sebuah lembaga internasional yang berkantor pusat di London. Lebih dari 6 tahun bekerja di sana, tentunya banyak mendapatkan pengalaman terutama perlindungan anak.

Ia memilih untuk bekerja dari rumah demi memaksimalkan kebersamaan bersama keluarga. Waktu kerja pun lebih fleksibel, lebih banyak santai dan bersenang-senang bersama anak dan pasangan.

Berikut beberapa manfaat resign yang telah kami rasakan:

Banyak waktu bersama keluarga

Kalau biasanya rutinitas Senin-Jumat berangkat pagi pulang malam, bahkan sering bepergian keluar kota, sekarang seharian bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Mulai bermain bola, bulu tangkis, petak umpet, jalan-jalan keliling desa dan kota, berbelanja bersama, ngobrol santai, diskusi, dsb. Apalagi anak sulung memilih untuk belajar di rumah. Dengan dukungan orangtua (ayah dan ibu) tentunya akan maksimal pendampingan pembelajaran kehidupan untuknya.

Badan Lebih Sehat

Rutinitas dan padatnya jadual pekerjaan membuat suami abai terhadap kesehatan. Tak jarang lupa minum air putih, makan siang, dan makan malam terlambat, juga lembur sampai larut malam. Setelah resign, banyak waktu untuk berolahraga, makan lebih teratur, bercanda bersama keluarga, dan berjalan-jalan keliling kampung menghirup udara segar. Tentu saja badan lebih sehat dunk.

Pikiran Lebih Tenang

Beban kerja dan laporan yang mengharuskan dalam format bahasa Inggris tentu saja menguras pikiran. Belum lagi harus membereskan pekerjaan harian, mengatur berbagai karakter manusia, dan berbagai pekerjaan tambahan. Dengan resign, pikiran menjadi lebih tenang, tidak ada deadline yang harus diburu.

Silaturahmi (Kembali) Terjalin

Kesibukan dunia kerja memang menyita waktu dan perhatian. Namun, setelah resign, maka kami memilih memanfaatkannya untuk menjalin kembali silaturahmi yang mulai renggang. Dengan berjumpa sahabat dan kerabat, maka ikatan persaudaraan semakin kuat, pikiran juga lebih segar setelah bersua dan bertukar pikiran.

Dan, saat ini sibuk menjadi konsultan lepas bagi siapa saja yang membutuhkan jasanya untuk berbagi ilmu. Alhamdulillah, rejeki tetap lancar. Jumlah banyak atau sedikit tergantung dari yang menerima. Memilih untuk mensyukuri atau mengeluhkan nominal yang didapatkan kembali kepada pribadi masing-masing.

Sampai saat ini kami masih baik-baik saja, hidup masih berjalan seperti biasa, dan tentunya lebih bahagia. Karena bahagia itu ketika kebersamaan bersama keluarga tercinta ada dalam kehidupan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s