Pacman dan Kemiskinan

gambar sarung tinju2 Mei 2015 akan diadakan pertandingan tinju di Las Vegas Amerika Serikat, Manny Pacquiao alias Pacman melawan Floyd Mayweather alias Money.

Saya sih ga suka sama olahraga tinju. Namun lebih tertarik membaca kisah menarik si Pacman, laki-laki asal Filipina ini.

Laki-laki berusia 36 tahun itu sempat meminta maaf kepada tetangganya yang merasa risih dengan banyaknya ‘tamu’ Si Pacman ini.

Tamunya adalah orang-orang miskin. Dia masih rendah hati seperti waktu dulu kemiskinan masih menjadi jalan hidupnya.

Berjualan donat di tepi jalan ia jalani ketika berusia 14 tahun. Juga berprofesi sebagai kuli untuk meringankan beban ibunya.

Ternyata kemiskinan tidak membuatnya patah semangat dalam mencapai kesuksesan.

Dunia tinju telah mengubah jalan hidup Pacman. Ia termasuk dalan 11 atlet dengan bayaran terbesar sejagat 2014 versi Forbes, senilai 543 miliar.

Jutaan warga Filipina menganggapnya sebagai pahlawan bangsa dengan julukan ‘Tinju Bangsa’.

Jadi menurut saya, kemiskinan bukanlah penghalang menuju kesuksesan.

Semangat, kemauan kuat, kerja keras, diiringi doa, maka impian bisa terwujud.

Pacman buktinya!!!

Sumber: Koran Kompas 28 April 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s