Salah Jurusan

dedydahlan.com
dedydahlan.com

Dikisahkan dari sebuah buku karya Ayah Edy “Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak”. Orangtua dari anak bernama Intan, menemui Ayah Edy untuk berkonsultasi mengenai kondisi anaknya yang tiba-tiba memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya. Padahal ia sudah kuliah tingkat akhir di Fakultas Hukum. Intan beralasan tidak mau bekerja di bidang hukum. Ultimatum dari kampus pun sudah diberikan, jika semester ini skripsi tidak selesai, maka ia harus drop out.

Singkat cerita, Intan mengikuti proses pemetaan potensi unggul. Ayah Edy pun memberikan penilaian bahwa ia memang 100% salah jurusan. Tipe Intan yang pemalu dan segan bertemu dengan orang baru, membuatnya khawatir bagaimana harus bertemu dengan kolega dan kliennya kelak.

“Saya membayangkan, jenis-jenis pekerjaan di bidang hukum itu benar-benar tidak saya sukai. Saya enggak suka ngobrol, saya takut dengan orang,”jelas Intan kepada Ayah Edy.

Setelah melalui proses yang cukup lama, ditemukan potensi unggul Intan. Computer Graphic Design. Ia berbakat dan berminat pada bidang yang satu ini. Ia betah berjam-jam di depan layar komputer, tidak harus banyak berkomunikasi dengan orang lain. Kebahagiaan baginya adalah bercengkerama dengan komputer.

Dan yang lebih membahagiakan lagi, orangtua Intan bersedia membiayai kuliah dari nol (lagi). Mereka telah bersedia memberikan warisan kebahagiaan bagi sang anak. Syukurlah orangtua Intan termasuk keluarga berada. Bagaimana dengan keluarga dengan perekonomian pas-pasan, memiliki anak lebih dari satu, lalu ternyata salah jurusan?

Maka memetakan potensi unggul anak, jawabnya. Tanpanya akan lahir pekerja yang tidak bahagia. Hanya menanti hari libur dan waktu gajian. Padahal syarat pertama seorang profesional adalah dia harus mencintai pekerjaannya.

Seperti Stefi Siera Ngangi, di usia 18 tahun ia telah mendirikan sebuah sekolah tari. Minat dan bakatnya di bidang tari ia wujudkan dalam Stefi’s House of Creativity (SHOC). Sebuah pusat kreatifitas seni yang bertujuan menyediakan sarana dan prasana pembinaan dan pengembangan bakat dalam bidang kesenian.

Maka bersiaplah untuk menemukan potensi unggul dalam diri anda.

Advertisements

4 thoughts on “Salah Jurusan

  1. ella nurlaela

    Terima kasih, Mbak…Tulisan ini seperti mewakili situasi yang saya hadapi. Anak sulung saya juga mengalami hal serupa, dia tinggal sidang skripsi tapi memutuskan untuk tidak melanjutkannya dan memulai kuliah lagi dari awal yang sesuai dengan Passion dia. Belajar dari pengalaman kakaknya itu, beberapa waktu yang lalu saya membawa putri bungsu saya- yang kini sedang menghadapi UN SMP- untuk menjalani tes STIFIN. Harapan saya, setelah mengetahui potensi dirinya, dia tak mengalami hal yang sama dengan kakaknya.

    Like

    1. alhamdulillah, Mb Ella kalau bisa membantu menambah wawasan. Wah, ternyata ada kemiripan ya sama ananda tercinta. Coba deh baca bukunya langsung, bakalan bnyk ilmu yg bisa kita praktekkan pada buah hati. jd tdk perlu nunggu dlm waktu lama mnemukan potensi unggul anak. ga wajib juga sekolah formal 12 tahun kl malah menunda kesuksesan anak.

      Like

    1. Betul, Teh Nurul. masalah yg muncul bagi yg mncintai pekerjaannya dianggap sebagai hal seru utk dipecahkan. dan ketika berhasil menemukan solusi, bahagia na tuh di sini…seperti anak yang suka main puzzle, ketika berhasil meyelesaikan susunan kepingan puzzle, bhagia tak terkira.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s