Siap-Siap ‘Dikejar’ Pajak Penghasilan di Tahun 2015

Tahun 2015, Direktorat Jenderal Pajak berusaha agar penerimaan pajak mencapai target. Terutama dari pajak perseorangan.

Jadi bagi anda yang sudah bekerja dan mempunyai gaji tetap per bulannya, maka diwajibkan untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh). Keberatan? Tunggu dulu. Tidak semua pekerja diwajibkan membayar pajak.

Ada beberapa kategori pekerja yang penghasilannya tidak dikenai pajak alias Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Berikut penjelasan Zeti Arina seorang konsultan pajak Brevet C, ketua IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) Surabaya, juga CEO Artha Raya Consultant.

Apa itu PPh? PPh adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu Tahun Pajak.

Sedangkan PTKP adalah pengurangan terhadap penghasilan bruto orang pribadi sebagai wajib pajak dalam negeri, dalam menghitung penghasilan kena pajak yang menjadi objek pajak penghasilan yang harus dibayar wajib pajak di Indonesia.

Berikut daftar PTKP: TK (Tidak Kawin), Lajang/tidak menikah berpenghasilan Rp. 24.300.000/tahun. TK1, Lajang dengan 1 tanggungan, berpenghasilan Rp. 26.325.000/tahun. TK2, Lajang dengan 2 tanggungan, berpenghasilan Rp. 28.350.000/tahun. TK3, Lajang dengan 3 tanggungan, berpenghasilan Rp. 30.375.000/tahun. K (Kawin), Menikah tanpa tanggungan, berpenghasilan Rp. 26.325.000/tahun. K1, Menikah dengan 1 tanggungan, berpenghasilan Rp. 28.350.000/tahun. K2, Menikah dengan 2 tanggungan, berpenghasilan Rp. 30.375.000/tahun. K3, Menikah dengan 3 tanggungan, berpenghasilan Rp.32.400.000/tahun.

Keterangan: TK artinya tidak kawin/lajang. TK1 lajang mempunyai tanggungan 1 orang, misalnya menanggung ortunya. K artinya kawin. K1-3 kawin dengan tanggungan 1 sd 3 orang.

Lalu bagi orang pribadi yang mempunyai penghasilan melebihi PTKP, berikut penghitungan pajaknya: penghasilan sampai dengan Rp50 juta/tahun tarif pajaknya 5%. Di atas Rp50 juta s.d. Rp250 juta/tahun tarif pajaknya 15%. Diatas Rp250 juta s.d. Rp500 juta/tahun tarif pajaknya25%. Diatas Rp500 juta/tahun tarif pajaknya 30%.

Jadi sudah jelas siapa yang terkena wajib pajak dan siapa yang tidak, bukan? Yuk, kita beri informasi kepada teman, sahabat, keluarga, dan sanak saudara mengenai PPh.

Sumber: wawancara via email dengan Zeti Arina dan finance.detik.com.

Advertisements

15 thoughts on “Siap-Siap ‘Dikejar’ Pajak Penghasilan di Tahun 2015

  1. “PTKP masih sama, kenaikan berdasarkan anggota keluarganya. Lajang, kawin, punya anak 1 s/d 3 bedanya di situ. Belum ada perubahan. Yang selalu berubah itu upah propinsi.” jelas Zeti Arina.

    Like

  2. AzZai

    sama seperti yang komen pertama, iseng2 nyari PTKP 2015 nemu ini.
    ada yang mau saya tanyakan, mengenai poin ini,
    “PTKP adalah pengurangan terhadap penghasilan bruto orang pribadi sebagai wajib pajak dalam negeri, dalam menghitung penghasilan kena pajak yang menjadi objek pajak penghasilan yang harus dibayar wajib pajak di Indonesia”
    Angka PTKP itu dari penghasilan bruto itu maksudnya penghasilan sebelum dikurangi untuk keperluan sehari-hari ya?
    Trus kita wajib pajaknya itu pas satu bulan mulai bekerja atau setelah satu tahun kerja?
    maaf ya mbak banyak nanya, hehe

    Like

    1. Gapapa AzZai, malah kalau bertanya ada pembelajaran di sana.
      Berikut jawaban dari Konsultan Pajak, Mb Zeti Arina ya:
      Kalau kerja gajinya langsung dipotong pajak oleh majikan atau perusahaan. Cara ngitungnya gaji disetahunkan dikurangi biaya jabatan dan PTKP, terus dihitung pajaknya dan dibagi 12. Jadi potong pajaknya setiap bulan pas terima gaji. Tapi lapornya setahun sekali. setahun paling lambat di bulan Maret. Ini utk yg pegawai ya.
      Kalau PTKP sebenarnya dianggap keperluan hidup minimal, jadi cara ngitung pajaknya gak dikurangi biaya keperluan sehari hari.
      Begitu, AzZai…
      semoga sudah sesuai harapan.

      Like

      1. Mungkin lbh enak kalo ada contoh kasus,
        Misal aku masuk kategori TK3, udah 7bln kerja tp blm pny NPWP, gaji awal kerja X1 trus stlh 3 bln jd X2.
        Jadi gmn itungannya? Kalo seandainya baru diurus skrg NPWP nya, hehe

        Like

  3. Berikut jawaban dari Mb Zeti Arina:

    Kalau blm punya NPWP belum perlu lapor.

    Tapi oleh majikannya akan dipotong pajak 20% lebih tinggi. Jadi kalau misalnya terutang 5% menjadi 6%.

    Contoh total gaji selama 7 bln 35 juta, dikurangi biaya jabatan 5% Rp. 1.750.000 sisanya Rp. 33.250.000

    PTKP TK 24.300.000 plus tanggungan 3 orang 3×2.025.000 total 30.375.000

    Penghasilan kena pajak Rp 2.875.000 Tarif 5% PPh 143.750

    Kalau gak punya NPWP menjadi 6% Rp 172.500

    Kalau januari mau ber NPWP maka gajinya setahun 12x5jt = 60 jt

    Dikurangi biaya jabatan 5% Rp 3 jt = 57 jt

    Dikurangi ptkp 30.375.000 = 26.625.000 Pajak setahun 5% = 1,331,250

    Jd tiap bulan akan dipotong oleh perusahaan 1.331.250 / 12 = 110.937

    Hitungan di atas bila punya NPWP. Kalau gak punya npwp tinggal ditambah 20 % nya.

    Like

  4. mbak uchisofa,

    saya punya npwp yang baru dibuat pertengahan tahun kmrn, itu saya buat karena perusahaan yang minta, waktu itu gaji saya diatas UMR jadi langsung potong gaji.

    Bulan november kemarin saya pindah perusahaan dan gaji saya dibawah UMR, gapoknya hanya 1jt. Nah ini saya bingung, apakah saya harus lapor sendiri terkait perubahan gaji saya ataukah kantor lama saya sudah pasti melaporkan bahwa saya bukan tanggungan mereka lagi ?

    Mohon pencerahannya.
    Terima kasih sebelumnya mba.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s