Korupsi Pajak?

sumber foto: www.hlpconsultant.org

“Saya nggak rela bayar pajak. Udah capek kerja, masih bayar pajak. Ujung-ujungnya cuma dikorupsi sama pejabat!”

Apakah anda salah satu orang yang berpendapat demikian? Seorang konsultan pajak, juga CEO Artha Raya Consultant, Zeti Arina berpendapat bahwa ketika berbicara mengenai korupsi rasa-rasanya penyakit kronis yang satu ini sudah menjalar ke seluruh tingkatan wilayah. Mulai dari tingkat RT hingga ke pusat.

“Pajak merupakan kewajiban warga negara yang sifatnya memaksa untuk kemudian dikelola oleh negara untuk menjalankan roda pemerintahan. Berbeda dengan negara maju yang menerapkan aturan pajak lebih mahal dan lebih ketat. Di Indonesia sistem pemungutan pajak memang belum secanggih negara maju sehingga masih banyak orang yang menghindar membayar pajak.” Urainya.

Beliau menjelaskan bahwa uang pajak dibayarkan langsung ke bank yang telah dipillih. Lalu uang tersebut diterima oleh Dirjen Anggaran Pajak, bukan ke kantor pajak. Selanjutnya dari Dirjen Anggaran Pajak dibagi ke departemen maupun ke daerah.

Mengenai penggunaan uang pajak, misalnya untuk membeli alat simulasi SIM, membangun Hambalang, membiayai anggota DPR studi banding, pengadaan Al Qur’an, dll. Nah, misalkan kalau tidak ada satu orangpun yang mau membayar pajak, apakah mungkin orang mau menyumbang dana untuk membayar gaji polisi, anggota DPR, juga ketika ada jalan rusak apakah masyarakat bersedia membangun dengan swadaya dan swadana?

Zeti menambahkan imbalan pajak memang tidak bisa dirasakan secara langsung. Karena yang diterima oleh masyarakat adalah fasilitas-fasilitas yang dibangun oleh negara. Seperti jalan, jembatan, sekolah, dan rumah sakit.

Dalam pelaksanaannya, banyak dana yang dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Disinilah pentingnya peran pengawasan dan audit. Juga sistem yang bersih dan berani untuk memberantas budaya korupsi di negara kita. Jargon Dirjen Pajak ‘Bayar Pajaknya, Awasi Penggunaanya’ harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bukan sekedar jargon semata. Setuju?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s