Suami Cuek Abis

sumber foto: koleksi pribadi

Memakai baju kaos butut dengan dalih masih nyaman dipakai. Sandal jepit selalu menemani kemanapun kaki melangkah. Hanya ketika berangkat kerja baru memakai sandal gunung. Pakaian kaos dan celana jeans. Syukurlah dia bekerja di lembaga swadaya masyarakat yang tidak begitu mempersoalkan pakaian kerja. Namun ada situasi tertentu yang mengharuskan untuk memakai sepatu dan kemeja, seperti ketika ada kegiatan dengan pemerintahan. Parfum? Tidak perlu. Cukup dengan deodoran roll on.

Nah, pas di rumah ketika kita kerepotan di rumah dia seolah tidak peduli. Sudah sengaja banting-banting panci, masih saja asyik dengan dunianya sendiri. Memang makhluk jenis ini sulit membaca bahasa isyarat. Jadi kita yang harus memberikan instruksi yang jelas.

“Ayah, tolong dong bantuin mandiin anak-anak.”

“Bantuin bersihin rumah ya, Yah!”

“Tolong pasang galon dong, Yah!”

Nah, dengan contoh bahasa lisan diatas, dia pun tahu apa yang harus dilakukan. Karena tidak semua manusia mempunyai kecakapan khusus dalam bahasa isyarat. Apalagi bahasa kebatinan, ini lebih susah lagi. Kuncinya komunikasi yang sehat diperlukan dalam berinteraksi dengan anggota keluarga.

Meskipun begitu, ada kalanya dia bersikap romantis yang orang tidak ada yang percaya dengan manusia yang terkenal cuek dan apa adanya ini. Sebelum berangkat kerja memberikan pelukan hangat kepada anak-anak dan istri, plus ucapan I Love You. Juga ketika pulang kerja tiba-tiba memberikan kejutan setangkup bunga mawar. Wah, hati jadi berbunga-bunga rasanya.

Ada kalanya kesal dengan sikap cueknya, namun juga suka dengan sikap romantisnya. Selalu ada kelebihan dan kekurangan dari pasangan kita. Semua harus disikapi dengan rasa syukur. Seperti yang terdapat dalam buku Storycake for Your Life: Nikmatnya Bersyukur karya Ayesha El Hikmah dkk. Bahwa kebahagiaan itu bukan hanya ketika kita mendapatkan banyak kemudahan. Namun lebih pada bagaimana cara kita mensyukuri segala yang telah diberikan olehNya. Baik itu kejadian yang kita kehendaki dan yang tidak kita kehendaki. Jadi, mari kita belajar bersyukur dengan segala pemberian Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s