Ustadz Kompor

Sebuah nama unik yang baru saya dengar ketika mudik ke rumah orangtua beberapa bulan yang lalu.

Berita tersebut saya dengar dari kakak ipar, ketika kami sedang asyik ngobrol ngalor ngidul.

Pernah tempat tinggal mereka didatangi oleh laki-laki yang menyandang gelar tersebut diatas.

Orang ini mendatangi setiap rumah warga dan mengajak “berdakwah” ala dia.

Anak dan istri ditinggalkan di rumah tanpa kepastian masa depan.

“Rezeki sudah ada yang mengatur,” ucapnya.

Mereka tinggal dari masjid ke masjid atau dari mushola ke mushola dengan menenteng kompor minyak.

Dengan kebaikan hati masyarakat setempat, dia bisa memperoleh sejumput beras dan bahan makanan untuk diolah.

Di area mushola atau masjid yang menyediakan kamar untuk dia tinggali sementara, disanalah dia sibuk dengan kompor dan bahan makanan tadi.

Kotor?

Tentu saja. Dan, sangat disayangkan perintah agama yang dia anut bahwa menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman tidak diindahkan.

Mengajak orang untuk berdakwah itu baik. Namun alangkah indahnya jika dilakukan juga dengan proses yang baik.

Dan,

banyak cara untuk berdakwah tanpa harus menggugurkan kewajibannya yang lain sebagai manusia yang sudah menyandang sebuah tanggungjawab.

‪#‎RefleksiDiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s