Terimakasih, Sahabat…

Featured image

Yang paling saya tunggu-tunggu dihari lahir adalah ucapan doa yang indah dan penuh perhatian dari sahabat. Bukan masalah ini budaya dari mana, namun rasa bahagia masih ada yang memberikan doa kebaikan untuk saya.

“Semoga sukses, Sehat selalu, Semakin menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, Panjang umur, Bahagia dunia akhirat, Mendoakan segala yang terbaik dalam kehidupan saya, Bahagia dan Sejahtera bersama tiga jagoan, diberi keberkahan dalam umur (Barakallahu fii Umrik), Semoga Allah memberkahi (Barakallah). Disayang selalu sama suami, dicukupkan rezeki.“

Itulah serangkaian doa dari para sahabat saya di bumi manusia ini. Betapa nikmatnya dikaruniai sahabat yang mendoakan kebaikan bagi sahabatnya. Terbayang jika kita saling mendoakan setiap hari. Sah-sah saja mendoakan sesama manusia dalam kebaikan. Yang tidak boleh adalah mendoakan dalam keburukan.

Mereka yang telah menjadi sahabat saya sejak lama atau baru-baru ini, atau yang sama sekali belum pernah bertatap muka, hanya di dunia maya, menjalin kebersamaan karena kesamaan hobi, pola pikir, dan keyakinan. Terimakasih atas kebersamaannya selama ini.

Sebagai bentuk terimakasih dari saya pribadi yang telah mendapatkan banyak doa yang begitu baik dari sahabat-sahabat tercinta, saya balas ucapan dari mereka, satu persatu, privat. Ini adalah bentuk penghargaan dari saya atas perhatian mereka. Mereka telah meluangkan waktu untuk memberikan doa untuk saya, saya pun berusaha untuk meluangkan waktu untuk mengucapkan banyak terimakasih atas kebaikan hati sahabat saya.

PS: Tak lupa juga doa dari keluarga, kakak dan adik yang membuat saya merasa mempunyai keluarga yang solid, menyenangkan, dan penuh keakraban. Meski kami terpisahkan jarak, namun kebersamaan yang terjalin dari kami masih unyu-unyu hingga saat ini selalu terkenang sampai sekarang. Selalu dan selamanya. Suka berantem dengan kakak pertama, namun dengan segera kembali juga bermain bersama. I really miss it.

Kejutan spesial dari suami selalu ada buat saya. Ada sisi romantisme darinya, meski kadang terlihat cuek. Terimakasih suamiku, sudah rela membimbing dan menemani hidupku selama 7 tahun ini. Yang suka memberikan kejutan setangkai(kadang setangkup :p) bunga mawar saat pulang kerja. Terimakasih sudah berlelah-lelah ria sepulang kerja untuk kejutan bunga mawar, cincin, dan kue tartnya. Juga dengan menyisihkan sebagian harta yang Insya Allah dicari dengan cara halal dan memberikan banyak kebahagiaan bagi kami.

Matahari Bunda, Abang Aga yang selalu menanyakan kapan hari lahir bundanya tiba. Ya, dia mengharapkan kue tart rasa cokelat favoritnya. Hahaha…

Bintang Kecil Bunda, Apim yang selalu tersenyum dan ceria meniup dan menyalakan lagi lilin kecil imut sepertimu…menambah keceriaan di hari ini…Ka Chaow…!!!

Semuanya adalah sahabat dalam kehidupan saya, yang selalu memberikan pelajaran berharga dalam setiap langkah kaki dalam menapaki kehidupan yang penuh warna.

Terimakasih untuk kalian semua, semoga kebahagiaan selalu ada dalam jejak langkah di bumi manusia ini.

Terimakasih Allah, Tuhan semesta alam yang selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.

Semoga tahun depan semakin banyak untaian doa untuk saya dan sahabat semuanya.

Semoga Kebersamaan selalu terjaga sampai waktu memanggil kita.

Bandung, 15 Oktober 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s